Mangut Dan Wader Legokan Ngancar Yang Tak Terlupakan

11/10/2015
Setelah nyepeda blusukan Bantul-Kulonprogo dalam sekejap, rombongan Jogja Folding Bike yang saya rasa kelaparan terutama saya yang tak sempat sarapan langsung menuju sebuah tempuran sungai Progo yang disana terdapat sebuah resto yang cukup termasyur di kalangan pecinta masakan air tawar, RM. Legokan Ngancar namanya.


Lokasi Rumah Makan ini berada di sebuah tempuran, nah tempuran adalah pertemuan arus dari dua sungai, kalau disini pertemuannya yakni antara sungai Bedog dan sungai Progo. Tempuran juga disebut sebagai legokan, karena berada di wilayah Ngancar maka tempuran ini diberi nama tempuran Ngancar atau legokan Ngancar. Kalau kata mas Wijna di blognya mblusuk.com, tempuran atau legokan ini adalah tempat yang angker dan konon katanya dulu menjadi tempat semedi Ki Ageng Mangir.



Terlepas dari angkernya kalau malem, tempat ini banyak dikunjungi oleh pemancing pada siang hari. Selain itu ada tempat yang digunakan untuk wahana Flying Fox tapi enggak ada orang yang jaga padahal saya kesana hari minggu, aneh juga ya. Saya tertarik dan penasaran untuk coba naik gardu flying foxnya, dari atas bisa melihat pemandangan penambang pasir, rumah makan legokan ngancar (ya iyalah), dan pemancing.




Sampai lokasi saya nggak ikut turut campur soal pemesanan makanan. Karena ikut rombongan JFB, menu yang dipesan oleh ketua panitia saat itu adalah Mangut Lele, Wader Goreng, Sambal Welut dan minuman pada umumnya tentunya. Padahal yang khas disini katanya adalah Mangut Kutuk (Ikan Gabus), tapi tak apalah yang penting sudah merasakan suasana disini dan sajian mangut lele berkuah kuningnya pun ternyata lezat, kapan-kapan agendakan kesini lagi.


Selain itu tambahan wader goreng kering menambah kenikmatan saya melahap mangut lele dipiring saya, wadernya digoreng garing renyah. Belum puas saya tambahkan lauk saya dengan sambal belut yang jadi rebutan teman-teman saat itu, alhasil saya cuman dapat sedikit sambal favorit ini dan terpaksa hanya menambah sambal tomat biasa. Mangut di RM Legokan Ngancar ini lebih terasa gurih tidak pedas, dengan kuah kuning segar yang merendam lele yang dagingnya kering-empuk.


 
Bicara soal suasana, RM Legokan Ngancar ini menyediakan sebuah pendopo untuk rombongan besar seperti saat kami berkunjung. Dan ada beberapa gazebo yang lumayan luas untuk keluarga walaupun jumlahnya tidak banyak, yang sebagian besar berada di pinggir sungai Bedog. Disini bisa melihat aktivitas warga desa yang lalu lalang di depan rumah makan. Makan disini setelah kenyang pasti ngantuk, sejuknya angin sepoi-sepoi membuat mata saya menjadi cukup berat, sungguh nyaman sekali makan disini.


Makanan yang kami pesan saat itu tak menunggu lama untuk dihidangkan, mungkin karena sebelum itu ketua panitia makan-makan kami sudah menghubungi dahulu pemilik warung ini. Memang ada beberapa keluhan soal lamanya penyajian pesenan di warung ini, dan kabarnya jika pesen sayuran akan lebih lama lagi karena kabarnya lagi (halah...) sayuran dipetik langsung sang istri pemilik warung dari kebunnya sendiri. Lah padahal malah sayurannya jadi segar toh, tapi ya kadang jengkel kalo lama.

Tapi tak perlu khawatir, karena sudah banyaknya review restoran ini di dunia maya pasti kalian sudah ada gambaran menu di warung ini. Nah pemilik warung sendiri yang bernama Pak Basri lebih menyarankan untuk menelpon agar saat datang tidak menunggu lama untuk menghidangkan makanan, mudah bukan solusinya. Warung ini buka mulai pukul jam 9 pagi hingga tutup pada pukul 8 malam. Nomor kontak rumah makan Legokan Ngancar ini adalah 081228942283, 087738796624, dan 087838412298 (banyak banget pilih salah satu saja), pemilik warung bernama Pak Basri.

Selesai makan dan agar menghindari cuaca yang semakin panas, rombongan kami pamitan (dan bayar tentunya) lalu pulang. Sebenarnya masih banyak objek wisata yang bisa kita blusuki di desa Mangir, ada peta wisata desa Mangir yang berisi lokasi-lokasi menarik termasuk petilasan Ki Ageng Mangir yang terkenal itu. Tapi ya kapan-kapan lagi, agar punya alasan untuk kembali lagi hehe.

Salam Gowes Kuliner!

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
4 Agustus 2016 14.51 delete

Ini masuknya lumayan ya dari bulog itu? Besok minggu mau kesana. Cari informasi dulu hehe

Reply
avatar
4 Agustus 2016 14.52 delete

Ini masuknya lumayan ya dari bulog itu? Besok minggu mau kesana. Cari informasi dulu hehe

Reply
avatar
5 Agustus 2016 07.49 delete

Malah gak tahu kalau ada kantor Bulog, iya sih memang agak mblusuk saya aja bingung hehe. Tapi kalau tanya penduduk sekitar mending tanya tempuran ngancar begitu. Oh iya sesuaikan kendaraannya juga soalnya ada jalan kalau pakai mobil tidak bisa lewat

Reply
avatar