Curhat di Kembang Soka

3/29/2016
Setelah bermain di jernihnya air terjun Sungai Mudal kami berenam memutuskan untuk lanjut ke destinasi selanjutnya. Saya bertanya kepada seseorang yang juga mampir istirahat di warung di taman sungai Mudal kalau berburu durian enaknya kemana. Munculah nama Kokap, daerah yang terasa asing di telinga saya. Yup, tampaknya saya nyidam durian. Oke, lanjut. 


Baru beberapa puluh meter saya memacu motor saya meninggalkan Taman Sungai Mudal, teman paling depan tiba-tiba menepi. Lah kemana ini. Saya mendengar samar-samar bapak-bapak pengatur jalan didepan berteriak mbangsoka-mbangsoka karena tampaknya objek wisata itu harus menurun sehingga ada pengatur jalan. Sampai depan gerbang kecil sebelum jalan menurun, saya melihat baliho bertuliskan objek wisata tersebut adalah Kembang Soka.

Kembang Soka ini sering saya dengar dari grup sepeda asal Kulon Progo. Walaupun saya sekarang jarang untuk bersepeda namun masih selalu mengikuti perkembangan sepeda dan persepedaan, salah satunya ya di grup Kulon Progo ini. Nah, Kembang Soka ini sering menjadi ajang pamer pesepeda selain objek wisata Goa Kiskenda yang tanjakannya naudzubillah tinggi-tinggi sekali.

Saya mengira air terjun ini sudah didepan mata. Ternyata, harus menurun berjalan kaki. Jauh loh, jauh, teman saya menghibur saya hingga sedikit membuat kaki lemas. Teringat berjalan kaki di panasnya jalur pantai Greweng, duh kenapa harus pakai jalan kaki. Teman saya bilang dulu masuknya lewat selatan, sekarang utara. Sedikit kaget ini teman yang paling jarang berpetualang kok malah tahu yak.

Usut punya usut, teman saya punya kenangan kisah asmara ditempat ini. Sepanjang perjalanan kaki kami, celoteh canda sedikit frontal dilontarkan. Temen saya hanya senyum-senyum aja. Saya pun heran, kok bisa teman saya ini sampai kesini. Luar biasa tentunya, mengingat diajak makan diwarung dekat kontrakannya aja susahnya minta ampun. Kekuatan cinta memang luar biasa, mbok yakin.

Ah, itu dulu banget entah tahun kapan, dulu belum begini. Berulang kali kalimat itu terlontar dari mulut teman saya. Sambil terus berjalan kami menuju air terjun Kembang Soka. Nah ini, yang biasa difoto para pesepeda. Ya ampun, ternyata kebawahnya lumayan jauh, apa mereka gotong sampai bawah ya, keren. Air terjun Kembang Soka ini juga bertingkat seperti Taman Sungai Mudal namun tidak banyak tingkatnya.

Air terjun di Kembang Soka saya baru menghitung ada 2. Satu diatas dan satunya berada di tengah, daerah paling bawah adalah kolam. Kolam tidak sejernih di Taman Sungai Mudal namun air terjun lebih tinggi dan masih lumayan jernih. Saya dan teman-teman tidak berniat lagi bermain air karena pakaian kami tinggal melekat satu-satunya.

Disini lebih banyak sibuk untuk memotret area sekitar Air Terjun Kembang Soka. Teman saya yang lagi senang-senangnya memotret berjalan kesana kemari gesit sekali. Saya hanya duduk-duduk saja berteduh, melihat beberapa pengunjung bermain. Disini lebih sepi pengunjung tapi warung lebih banyak. Yang unik dari air terjun Kembang Soka adalah jalur jembatan bambunya yang menarik dan fotoable.

Kolam di Air Terjun Kembang Soka cukup lebar. Melihat banyaknya yang berani berenang disini, tampaknya kolam tidak terlalu dalam. Andaikan masih membawa baju ganti pasti saya dan teman-teman mencoba. Saya memilih berfoto di ujung jembatan bambu yang digunakan, hasilnya lumayan keren, menurut saya sih.

Kolam di area air terjun Kembang Soka
Jembatan-jembatan bambu di air terjun Kembang Soka menjadi jalur pejalan kaki untuk menikmati area. Inspiratif dan kreatif, membuat pengunjung aman dari tergelincir atau basah terkena air. Namun tetap perlu hati-hati karena tentunya bambu punya batasan beban dan umur pakai. Ah, sedikit kurang memang kalau tidak bermain air. Tampaknya mengunjungi objek wisata air terjun baiknya mending sehari 1 objek saja jadi puas. 

Teman saya yang lagi asik memotret di air terjun pertama Kembang Soka.
Nah balik lagi ke cerita kisah asmara teman saya tadi. Sepanjang perjalanan teman saya cerita kalau dulu belum seperti ini, belum seperti itu. Wah, kami sebagai teman cuman bisa bisik-bisik. Tapi ya selalu cari celah buat mengolok-olok, gatel kalau nggak keluarkan candaan. Teman saya ini aneh, ndak mau bahas tapi kalau disentil soal mantan ya nyaut juga hahaha. Sepanjang perjalanan naik pulang melalui hutan kami tak berhenti membahas soal teman kami.

Intinya sih, suatu tempat pasti ada kenangan, hasyah. Mau itu karena keindahannya ataupun karena seseorang yang pernah menemani. Tapi ya Kembang Soka ini lumayan bagus kok. Kesini komplit, tracking jalan setapak ada, jalur bambu keren ada, air terjun menawan ada, kolam buat berenang pun ada, komplit. Untuk istirahat dan konsumsipun tak usah terlalu khawatir karena warungnya juga sudah tersedia. Nah, kapan kamu mau kesini sama pasanganmu? (Eh)

Jalur tracking dari bambu.
Lanjutan tracking jalur bambu.
Air terjun kedua Kembang Soka
Peta area air terjun Kembang Soka





Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
11 April 2016 20.57 delete

Noted! Belum pernah menginjakkan kaki di kulonprogo. hihihi

Reply
avatar