Mampir di Alun-Alun Bundar Kota Malang

3/17/2016
Tepat subuh kereta kami tiba di kota Malang, hawa merasuk dingin pagi kota Malang menyambut kami. Setelah sholat subuh di masjid stasiun kami lalu mencari sarapan pengganjal perut. Ini kedua kalinya saya dan istri berliburan di kota ini. Pertama kali kesini kami mencari kamar mandi yang ternyata kondisinya sungguh memprihatinkan, makanya untuk liburan ini kami kapok dan memilih langsung mencari sarapan dan jalan-jalan disekitar kota yang jaraknya dekat.


Semangkuk soto madura dengan lahap saya habiskan. Tempat bagus paling dekat dengan stasiun adalah alun-alun bundar dan museum sejarah kota Malang. Karena museum tentunya belum buka, kami langsung berjalan menuju alun-alun bundar. Alun-alun bundar sangat dekat dengan stasiun bahkan sebenarnya berada di depan stasiun, hanya karena dihubungkan dengan jalan agak panjang jadi alun-alun seperti terpisah dari stasiun.

Soto Madura depan stasiun Malang
Kami berjalan ditrotoar tengah jalan yang tertata rapi dengan bunga-bunga penghias taman. Di ujung jalan juga ada patung diorama lumayan besar yang mungkin itu adalah leluhur kota Malang karena tiada keterangan yang bisa saya temukan, patung tersebut menggambarkan raksasa yang jatuh dikerubungi manusia. Kota Malang memang terkenal dengan taman yang tersusun rapi yang terkelola dengan baik. Menikmati pagi dengan jalan kaki dengan udara segar sangat dianjurkan di kota ini.

Ujung jalan menuju alun-alun bundar depan stasiun Malang
Cikal bakal alun-alun bundar dulu ini dibangun saat pemerintahan Hindia-Belanda oleh Gubernur Jenderal Jaan Peter Zoen Coen. Peter Zoen Coen membangun taman bundar yang melengkapi keindahan kantor gubernur yang kini bangunan tersebut dipakai sebagai kantor walikota. Dahulu taman hanya berbentuk kolam bundar tanpa pagar dan tugu. Baru setelah kemerdekaan taman diperindah dan diberi tugu serta pagar.

Tugu di tengah kolam pernah juga dihancurkan oleh agresi militer Belanda dan kemudian dibangun lagi. Tugu di tengah kolam terus akan dipertahankan hingga kini karena mengandung makna yang perjuangan rakyat Malang dalam mengusir penjajah. Makna lain dari tugu alun-alun bundar juga melambangkan pusat dari segala penjuru dan juga simbol kemerdekaan yang bermakna hari kemerdakaan republik Indonesia. 

Gambaran menyeluruh dari alun-alun bundar atau kadang disebut juga alun-alun balaikota atau juga alun-alun tugu ini berbentuk bundar dengan pusatnya terdapat kolam bundar yang ditengahnya terdapat tugu berbentuk bambu runcing. Di kolam maupun disekitar kolam  terdapat tanaman bunga dan tempat duduk bagi pengunjung, penataan taman sungguh rapi dan dijaga terus kebersihannya. Nah, jika mengunjungi kota Malang dengan transportasi kereta tidak ada salahnya mampir kesini ya.







Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
18 Maret 2016 10.37 delete

udah lama ga ke Malang... kangen juga

Reply
avatar
28 Juni 2017 22.40 delete

areanya gak luas ya? rencana pengen ngajak anak2 kemari setelah turun stasiun Malang

Reply
avatar
19 Juli 2017 13.46 delete

Balai Kota tempat yang harus dikunjungi saat ke Malang nih...

Reply
avatar