Ancaman Bahaya di Air Terjun Surodipo Temanggung

8/26/2016
petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung

Setelah menyesap kopi di perkebunan tembakau Posong saya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Kami telah sepakat bahwa Air Terjun Surodipo yang menjadi tujuan. Air terjun Surodipo ini sangat indah menurut saya. Tidak salah memang, beberapa air terjun yang berada di Jawa Tengah begitu memukau keindahannya. Tapi ya, mblusuk.



Misalnya saja air terjun Kedung Kayang di Magelang (atau Boyolali?) dan air terjun Grojogan Sewu di Karanganyar. Kalian dapat membayangkan sendiri bagi yang pernah kesana, bagaimana perjuangan untuk menuju air terjun tersebut. Ya anggap saja sekalian olahraga jalan sehat hehe.

Karena air terjun yang memukau bagi saya adalah yang aliran airnya tinggi, namun tentunya ada juga air terjun yang memukau walau ketinggian air tidak seberapa. Tetapi air terjun yang tinggi selalu saja membuat kagum. Kagum akan suara deburan keras yang dihasilkan dari aliran air yang jatuh. Apalagi, angin kencang yang dihasilkan dengan membawa titik-titik air selalu saja membawa kesegaran saat menerpa muka (asal tidak berlama-lama agar tidak masuk angin). 

Air terjun Kedung Kayang di Magelang memiliki tinggi aliran air 40 meter pada ketinggian 950 mdpl dan air terjun Grojogan Sewu di Karanganyar memiliki tinggi aliran air 81 meter pada ketinggian 1200 mdpl. Nah, kalau ketinggian air terjun Surodipo adalah 120 meter pada ketinggian 1125 mdpl.

Semakin tinggi air terjun apalagi semakin tinggi diatas permukaan laut memang BAHAYA, arus semakin deras dan air semakin dingin (yang membuat orang macam saya ini rawan masuk angin). Tetapi, keindahannya sangat memukau, ditambah pemandangan alam sekitar yang sangat nyaman dipandah mata. Hijau, hijau dan hijau. Cukup memandang air terjun dan sekitarnya membuat rasa nyaman merasuk, menghilangkan masalah-masalah pekerjaan di kantor.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Memandang Air Terjun Surodipo Dari Bawah
Untuk menuju air terjun Surodipo juga tak kalah bahaya. Potensi kecelakaan sangat tinggi di jalur menuju air terjun yang berada di desa Tawangsari, kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung ini. Jalur aspal tidak terlalu lebar dengan tanjakan-tanjakan kombinasi kelokan yang tajam. Apalagi menuju ke air terjun Surodipo akan melewati perkampungan yang beberapa warganya menjemur biji kopi di pinggir jalan yang tentunya harus ekstra hati-hati, harus selalu mengedepankan juga sopan-santun dijalan.

Maka dari itu, agar tidak bahaya yang wajib pertama adalah kondisi badan dan kendaraan yang fit. Dan tahu betul kapan melaju kencang dan kapan melaju pelan untuk menghormati warga kampung yang kita lewati. Lihatlah video "Tanjakan Surodipo" yang saya rekam dibawah ini.

A video posted by Ardian Kusuma (@bookpacker) on


Ada bahaya lagi yang akan menghadang kita setelah sampai di pintu gerbang air terjun Surodipo. Selain tanjakan terakhir dengan jalan berbatu yang lumayan derajat kemiringannya. Harus ada persiapan fisik yang baik untuk melakukan jalan kaki ke lokasi. Walau sebenarnya perjalanan kaki tidak terlalu jauh seperti kedua air terjun yang saya tulis diawal (Kedung Kayang dan Grojogan Sewu) namun trek yang dilalui masih berupa tanah, tidak seperi dua air terjun tersebut. Jalan licin tentunya akan kita dapati juga jika salah memijak.

Ditambah lagi, rumput ilalang masih tinggi dan menutupi jalan setapak menuju perbukitan untuk melihat air terjun Surodipo dari atas. Biar tambah ngeri, asal tahu saja jalan setapak dengan ilalang tinggi tersebut tidak ada sekedar pagar bambu untuk melindungi atau memberi batas. Jadi intinya bahaya jika tidak siap dan berhati-hati.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Jalan Menuju Gardu Pandang Atas Air Terjun Surodipo
Saya saat itu mungkin yang paling bersusah payah untuk sampai di air terjun Surodipo daripada ketiga teman saya yang siap lahir dan batin. Saya terlalu ngos-ngosan (dan perlu olahraga lagi). Baik untuk menuju ehm... saya sebut saja "gardu pandang", walaupun tempat itu hanya sebatas kursi bambu untuk melihat air terjun dari atas dan saat perjalanan menuju titik bawah air terjun Surodipo.

Susah payah saya tersebut terbayar lunas. Saya tak akan berhenti berkata bahwa air terjun ini memukau dan indah. Keunikan dan keindahannya tak bisa saya gambarkan. Mungkin, memang akses yang susah dan bahaya serta masih asri sehingga air terjun ini benar-benar memancarkan aura sebenarnya. Lebih baik, memang tetap seperti ini agar sebuah petualangan selalu berkesan dan menyenangkan.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Gardu Pandang Atas
Sejarah Air Terjun Surodipo

Baiklah saya akan membahas sejarah singkat (banget) air terjun Surodipo ini.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung

Loh kok foto cewek? Bukan, mbak itu tidak ada hubungannya dengan asal-usul air terjun Surodipo. Mbak itu adalah sumber informasi saja. Dia dan kerabatnya adalah satu-satunya pedagang yang berjualan di dekat retribusi masuk air terjun Surodipo. Sehingga mbak inilah orang lokal yang dapat kami tanyai tentang air terjun ini, sempat melirik ke pos retribusi hanya sekumpulan anak muda (red, laki-laki) yang sepertinya kurang paham soal air terjun Surodipo.

Toh kami memilih mbak ini juga sekalian kenalan dengan gadis desa setempat (hehe). Kebetulan kebun-kebun mereka sedang panen cengkeh pada bulan Agustus ini. Mbak itu menjelaskan kepada kami sambil memilah-milah cengkeh dengan tersipu malu.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Gadis Desa Tawangsari Memilah Cengkeh
Jadi, dulunya air terjun Surodipo ini bernama Air Terjun/Curug Trocoh. Jika dalam asal bahasa, "Trocoh" yang ini adalah bahasa Indonesia dari Bocor. Loh memang ada "trocoh" yang lain. Jelas ada karena bahasa Jawa adalah bahasa paling rumit sedunia, "trocoh" yang lain bisa berarti berbicara kasar, namun jadi nggak nyambung kan?

Arti bocor yang ini lebih cocok dan juga lebih mengarah kepada tetesan air yang berasal dari atas (misal: genting trocoh = genting bocor). Kesimpulannya adalah air terjun Trocoh adalah air terjun yang menetes dari atas. Begitulah kira-kira. Dan faktanya, air terjun utama selalu mengalir tanpa mengenal musim walau hanya sekedar tetesan.

Kemudian air terjun Trocoh berganti nama menjadi air terjun Surodipo. Pergantian nama ini untuk menghormati tokoh masyarakat desa tersebut yakni Ki Surodipo. Ki Surodipo memiliki petilasan tidak jauh dengan pos retribusi yang masih dapat dikunjungi.

Ki Surodipo begitu dihormati karena syiar agama yang dilakukan beliau. Uniknya saat melakukan syiar, masyarakat sekitar tidak tahu asal-usul Ki Surodipo. Yang padahal, beliau memiliki asal-usul yang luar biasa. Masyarakat tidak tahu kalau Ki Surodipo adalah tokoh yang pernah memiliki kekuasaan tinggi di Kesultanan Yogyakarta.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Tulisan Sejarah dan Pesan Peninggalan Ki Surodipo di Dalam Petilasan
Ki Surodipo bukanlah nama asli beliau. Dalam catatan yang dapat ditemukan pada petilasan Ki Surodipo. Beliau tercatat selalu berganti-ganti nama. Ini dilakukan beliau karena menjabat suatu jabatan atau mendapat gelar kehormatan. Namun nama asli beliau tetap tidak diketahui dan masih menjadi misteri.

Hanya nama pertama kali beliau dikenal adalah Raden Joyosentiko. Nama tersebut dipakai ketika masih menjadi abdi kepercayaan Pangeran Adipati Anom (ayahanda Pangeran Diponegoro yang kelak menjadi HB III).

Dan nama paling terkenal dari beliau yang disebutkan oleh Pangeran Diponegoro sendiri dalam babad yang ditulis saat berada di pengasingan adalah Raden Adipati Danurejo IV (Patih Danurejo IV). Nama tersebut sekaligus menjadi gelar kenegaraan di Kasultanan Yogyakarta. Beliau sendiri menjabat selama kurun waktu 30 tahun (1813-1847). Prestasi yang sangat luar biasa walaupun beliau bukan dari keluarga bangsawan.

Mengenal Air Terjun Surodipo

Ada total lima air terjun yang berada di kawasan air terjun Surodipo. Saat saya ke obyek wisata ini. Saya hanya dapat melihat dua air terjun saja. Yakni air terjun pertama yang sangat deras aliran airnya dan air terjun kedua dengan aliran air yang sangat sedikit, keduanya adalah air terjun yang tinggi.

Selain lima air terjun, ada tiga lokasi yang diberi nama batu dan satu puncak. Saat pertama naik kita akan disambut tikungan yang terdapat tebing yang bernama Batu Tedeng.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Peta Lokasi Wisata Air Terjun Surodipo
Setelah memarkirkan kendaraan yang kemudian harus berjalan kaki naik melalui jalan setapak diantara kebun kopi, hal pertama yang akan kita jumpai adalah tempat yang disebut Puncak Nganjir. Tempat ini adalah persimpangan yang menghubungkan jalan setapak menuju gardu pandang atas dan jalan setapak menuju lembah atau bagian bawah air terjun Surodipo pertama.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Puncak Nganjir
Biasanya, arah gardu pandang ataslah yang menjadi pilihan pertama pengunjung. Menuju tempat ini perlu kehati-hatian karena jalurnya masih ditumbui ilalang yang tinggi. Dan tidak ada pembatas yang menjadi pengaman, maka berjalan beriringan jika bersama teman adalah pilihan terbaik serta tetap fokus dan waspada adalah wajib jika berjalan sendirian.

Pada gardu pandang ini selain dapat memandang air terjun Surodipo pertama, ada dua batu yang menyambut kita. Pertama adalah Batu Geong yang berbentuk segitiga runcing dan Batu Bucu yang berbentuk bulat tambun berada di sisi samping puncak air terjun.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Dari Kiri-Kanan: Batu Geong - Batu Bucu - Air Terjun Surodipo
Jika sudah puas memandang air terjun dari atas, jalur yang harus dilalui adalah kembali menuju puncak Nganjir. Ingin ke bawah? Maka ambil jalan setapak arah lembah atau bawah air terjun yang tentunya menurun.

Sebenarnya bisa saja dari arah menurun menuju lembah kita dapat menjumpai air terjun kedua, ketiga dan keempat. Namun memang, jika debit air sedang tidak ada maka air terjun tidak tampak sama sekali. Hanya air terjun pertama yang debit airnya tidak mengenal musim.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Jalan Menuju Lembah Air Terjun Surodipo
Hembusan angin di air terjun Surodipo pertama begitu kencang menerpa muka. Titik-titik air menerpa kacamata dan lensa kamera saya. Akhirnya hanya beberapa foto saja yang bisa saya abadikan dari bawah, selebihnya saya menggunakan kamera gawai yang lensanya dapat saya lap dengan mudah menggunakan kaos yang saya kenakan dibadan.

Saat itu beberapa pengunjung bermain di dinginnya air terjun Surodipo. Saya bertanya kepada teman saya Okie "Mau renang?' dia jawab "Nggak, nanti masuk angin". Saya lalu mengurungkan niat karena tidak mau masuk angin sendirian, kalau bareng-bareng sih gak apa-apa.

Masih saja, teman saya Nasirullah Sitam sibuk mencari spot bagus untuk kameranya. Saya setia menjadi tukang potret kedua teman saya Charis dan Okie. Tak lama kemudian beberapa anak SD berseragam pramuka yang baru pulang sekolah datang ke air terjun Surodipo.

Tentunya ini menjadi kesempatan Charis yang notabene guru sekolah menjadikan mereka obek foto bersama. Pencitraan tentunya hahaha. Baiklah, mari foto mereka.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Charis dan Pasukannya
Tidak ada pedagang di lembah air terjun Surodipo, atau memang karena saat itu hari sabtu saya kurang tahu. Sisi positifnya lokasi menjadi bersih, sisi negatifnya kesini harus membawa bekal sendiri.

Tentunya berjalan kaki naik turun bukit membutuhkan asupan makanan dan minum yang cukup. Tapi pendapat orang tetap wang sinawang terhadap suatu objek wisata. Hanya kita yang dapat mengantisipasi sendiri. Maka saran saya, bawa minimal air minum yang cukup ya kalau kesini agar kelelahan dan kehausan dapat diantisipasi agar tidak kenapa-kenapa.

Ya, karena tidak ada pedagang hanya rasa lapar yang dapat mengusir kami dari air terjun Surodipo. Beberapa orang masih menikmati, beberapa petani masih mengunjungi kebunnya yang berada di lereng-lereng lembah. Kami menuju parkiran dengan hati puas karena telah mengunjungi air terjun Surodipo yang memukau.

Pulangnya kami sempat mampir petilasan Surodipo untuk sholat Dhuhur. Petilasan ini memiliki ruangan semi terbuka dan sebuah kamar yang tertutup. Tidak ada juru kunci saat kami berkunjung sehingga tidak banyak informasi yang kami dapat. Namun sejarah Ki Surodipo terpasang di dalam petilasan yang dapat dibaca secara lengkap oleh pengunjung yang datang. Maturnuwun Ki Surodipo, tempat yang Anda temukan begitu memukau dan indah.

petilasan ki surodipo, curug trocoh temanggung, curug surodipo temanggung, air terjun trocoh temanggung, air terjun surodipo temanggung
Petilasan Ki Surodipo
Banyak wisata alam di Jawa Tengah yang memakau. Dan beruntungnya, banyak juga yang belum terekspose sehingga memberi kesempatan untuk dijelajahi. Intinya, tidak akan pernah kapok berwisata di Jawa Tengah. Ayo Visit Jawa Tengah!

BAHAYA menuju dan di Air Terjun Surodipo Temanggung
  • Tanjakan yang panjang;
  • Kendaraan macet dan rusak;
  • Terpeleset dan jatuh di tebing;
  • Kelelahan;
  • Kelaparan dan dehidrasi.
Untuk itu agar aman dan nyaman berwisata di Air Terjun Surodipo maka kita harus:
  • Selalu cek kondisi kendaraan terutama mesin, ban dan bensin;
  • Berhati-hati saat berjalan dan memilih pijakan, selalu dekat dengan teman/orang terdekat;
  • Badan harus fit, jaga kesehatan sebelum kesini;
  • Cukup makan atau bawa bekal ringan yang dapat dibawa semacam roti atau biskuit serta air mineral yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan hal yang tidak diinginkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Curug Trocoh / Air Terjun Surodipo
Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

Harga Tiket Masuk

Rp 4.000/orang (termasuk parkir)

Rute menuju Air Terjun Surodipo:
  • Dari Kendal/Semarang: Ambil jalan alternatif menuju Muntung, Temanggung -> Ambil jalan alternatif menuju Tambi, Wonosobo -> Belok ke arah Kecamatan Wonoboyo, Temanggung -> Desa Tawangsari -> Petilasan Surodipo -> Air Terjun Surodipo
  • Dari Jogja/Magelang: Ambil arah menuju Temanggung -> Parakan -> Ngadirejo -> Muntung -> Ambil jalan alternatif menuju Tambi, Wonosobo -> Belok ke arah Kecamatan Wonoboyo, Temanggung -> Desa Tawangsari -> Petilasan Surodipo -> Air Terjun Surodipo
  • Dari Wonosobo: Ambil arah menuju Dieng -> Tambi -> Ambil arah menuju Ngadirejo -> Belok ke arah Kecamatan Wonoboyo, Temanggung -> Desa Tawangsari -> Petilasan Surodipo -> Air Terjun Surodipo
Jika masih bingung, peta dibawah adalah lokasi Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Air Terjun Surodipo sementara ini belum terdapat pada Google Maps. Saya juga belum berani menduga pada titik koordinat mana air terjun Surodipo berada. Tetapi, bukankah itu justru menyenangkan, berpetualang mencari wisata di Jawa Tengah. Mari berpetualang! :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/VisitJawaTengah)

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
3 September 2016 02.38 delete

Tinggi juga air terjunnya ya mas. Tapi ngga berani ah bawa balita.

Reply
avatar
27 September 2016 05.41 delete

2013 saya kesini...jauh dr kata TPR...warung...parkir...motor kami parkir d kebun kopi...ta ada toilet..kami pipis di kebun kopi...pulangy motor g bisa diengkel...mati...akhirnya nuntun sampe lapangan ..ktemu orang dikasih nmer hp bengkel...akhiry mtor ddorong sampe bngkel...mbuh ga tau drnmna asalnya ad ranting kopi nyelip d saluran bensin...pas pulang sampe mgl templar mtor saya remuk pdahal baru 1minggu ganti...akhiry dhubung hubungkn dgn tmpat pertapaan tumenggung surodipo.. .aga dibumbu bumbui yg aneh aneh gt

Reply
avatar
17 November 2016 09.10 delete

Indah banget pemandangannya. Biasanya di tempat yang terpencil atau tersembunyi tersimpan keindahan yang tidak kita ketahui dan masih murni :)

Reply
avatar