Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

12/06/2016

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Berpuluh juta tahun yang lalu pulau Jawa masih berada di bawah permukaan laut. Terbentuknya gunung api purba di dasar laut membuat calon daratan yang kemudian menjadi pulau Jawa terangkat naik. Sisa-sisa peninggalan gunung api purba masih dapat kita saksikan hingga sekarang ini. Salah satunya adalah yang berada di daerah Nglanggeran yang sudah cukup dikenal. Namun, ada satu kawasan gunung api purba yang jauh lebih tua dari gunung api purba Nglanggeran tersebut.

Kawasan tersebut adalah yang kini menjadi obyek wisata Lava Bantal yang berada di desa Jogotirto, kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Kawasan gunung api purba Lava Bantal ini jauh lebih dulu ada sebelum gunung api purba Nglanggeran. Lava Bantal adalah peninggalan sejarah masa lampau yang tercipta dari lelehan lava saat bersentuhan langsung dengan air laut. Proses pembekuan yang cepat menghasilkan bentuk mirip bantal. Dari situlah masyarakat lebih akrab dengan sebutan lava bantal (pillow lava).

Sementara itu, sungai yang mengalir di sekitar kawasan lava bantal adalah Opak. Masyarakat Jogja menyebutnya dengan nama kali Opak. Kali Opak ini tercipta karena rekahan yang kemudian menjadi sesar yang terus aktif sampai sekarang ini. Sesar yang aktif ini tentunya masih berbahaya, ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu menjadi bencana. Masih teringat jelas bencana gempa bumi Bantul tahun 2006 yang menewaskan ribuan orang, sesar kali Opak adalah salah satu penyebabnya.

Sesar Opak yang menjadi sungai ini kemudian dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ada yang memanfaatkan pasir sungainya karena limpahan dari gunung Merapi. Ada yang memanfaatkan sepanjang pinggiran sungai untuk aktifitas perkebunan Palawija. Bahkan, untuk masyarakat yang percaya mistis kali Opak ini banyak dimanfaatkan untuk mengalap berkah karena percaya bahwa kali Opak adalah sungai keramat. Kini ada pemanfaatan baru di kali Opak, kali Opak mulai dibuka untuk wisata alternatif yakni tubing.

Tubing adalah aktifitas olahraga air menyusuri sungai dengan ban karet. Tubing di kali Opak ini disebut Geo Tubing karena finish pada kawasan lava bantal yang menjadi pusat geologi gunung api purba masa lampau. Penyusuran geo tubing tidak sejauh 60 kilometer panjang kali Opak, namun hanya mengambil 2 kilometer saja sebelum titik finish. Titik start dimulai di basecamp Geo Tubing yang berada di desa Kalitirto, Berbah, Sleman yang dekat dengan KP4-UGM.
Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa
sumber foto: FB Simon Joni S
Tubing bukanlah hal yang baru dalam pariwisata Jogja. Sebelum tubing menyusuri kali Opak ini sudah ada lebih dulu tubing menyusuri goa Pindul dan Kalisuci di Gunungkidul serta tubing menyusuri kali Oyo yang ada di beberapa tempat di Gunungkidul dan Bantul. Namun, tubing di sepanjang kali Opak ini menjadi berbeda karena kita diajak sekaligus sembari mengingat sejarah terbentuknya pulau Jawa yang berpusat pada titik finish tubing yakni kawasan gunung api purba lava bantal.

Penambahan kata "geo" sebelum kata tubing dimaksudkan agar tubing di kali Opak secara khusus mengedepankan aspek potensi wisata geologi dari apa yang ada di kawasan lava bantal. Dengan penelusuran sejauh 2 kilometer dengan waktu normal 1 jam. Kita akan diajak pemandu untuk kembali ke masa puluhan juta tahun silam ketika kawasan tersebut menjadi kawasan paling berbahaya di pulau Jawa. Tentunya beberapa jeram yang menantang juga akan mengiringi perjalanan geo tubing kita.

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Cara asik menikmati geo tubing adalah berangkat pagi-pagi menuju basecamp Geo Tubing Kalitirto. Dengan perkiraan biaya sebesar Rp 55.000/orang kita dapat menikmati fasilitas tubing dengan peralatan yang lengkap dan safety serta pemandu yang akan memandu kita menikmati suasana kali Opak dengan kehidupan asri pinggiran sungai dan jeram yang menantang di beberapa titik. Dan kalau saya tidak salah dengar kita juga akan mendapat suguhan wedang bandrek sebagai penambah energi perjalanan.

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Geo Tubing bisa juga dipadukan dengan mengunjungi potensi wisata terdekat. Lokasi lava bantal memang strategis. Di dekatnya ada Candi Abang, Candi Ijo, Tebing Breksi, Candi Ratu Boko, Candi Barong dan tentunya Candi Prambanan yang begitu eksotis. Di kawasan lava bantal sendiripun sebenarnya tak kalah menarik, spot foto di lava bantal sangat instagramable dan sangat sering digunakan untuk kegiatan fotografi serta di bagian selatan ada embung Tegaltirto yang cocok untuk wisata keluarga.

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa

Saya yang waktu itu diundang untuk trial bersama-sama dengan Pokdarwis Lava Bantal, HPI Jogja, wartawan, bloger dan juga masyarakat sekitar begitu menikmati sepanjang perjalanan geo tubing lava bantal tersebut. Potensi wisata sleman ternyata begitu banyak, unik, dan sayang untuk dilewatkan. Jadi, ayo segera mencoba geo tubing lava bantal biar makin kekinian. Salam.

Menjajal Geo Tubing Lava Bantal Sembari Mengingat Sejarah Terjadinya Pulau Jawa




Basecamp Geo Tubing Lava Bantal
Alamat: Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY (Sebrang KP4 UGM)
Peta:

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

12 komentar

Write komentar
6 Desember 2016 09.49 delete

Waah asyik banget nih outingnya. Udah lama saya gak main ke alam gitu. Rafting, hiking, aaah jadi inget zaman-zaman kuliah dulu. :D

Reply
avatar
6 Desember 2016 09.55 delete

Wah keren hobinya rafting, tubing masih tergolong aman kok untuk ibu-ibu muda.. :D

Reply
avatar
7 Desember 2016 05.04 delete

Seruu bangeet geo tubingnya. Penasaran mau coba jugaa sekaliann pengen liat lava bantal 😁 tfs mas ardiaan. Salam kenal. .

Reply
avatar
7 Desember 2016 12.52 delete

mainan tubing pas musim ujan tambah seru yak karena arusnya semakin deras asal gak ikutan hanyut aja sih XD

Reply
avatar
21 Desember 2016 08.17 delete

Salam kenal mbak Lucky, iya lava bantal ini sedang hits baru2 ini..

Reply
avatar
21 Desember 2016 08.18 delete

Titik finishnya yang paling bahaya om, kalau kelewat dikit aja wes....

Reply
avatar
24 Desember 2016 19.59 delete

ini baru ya kayaknya.... kok aku baru denger...
tapi sepertinya asik nih, next week mau coba kesana ah.

Reply
avatar
25 Desember 2016 04.59 delete

Mas ardian, seri nich. Salam kenal.. Boleh tau no contact rafting geo tubing? Paket harga berapa?

Reply
avatar
3 Januari 2017 10.00 delete

Mohon maaf terlambat membalas, kontak sudah saya tampilkan. Terimakasih.

Reply
avatar
4 Januari 2017 20.05 delete

wah seru ya. dan cukup panjang jg 2 km. lbh panjang dari kalisuci sepertinya. menarik buat dijajal nih

Reply
avatar
5 Januari 2017 06.04 delete

Tapi kalau gak abis hujan deres gak seru

Reply
avatar