Celah Berbahaya Fintech Indonesia

4/18/2017
Celah Berbahaya Fintech Indonesia
foto: pixabay.com
Diam-diam Fintech di Indonesia telah berkembang secara pesat. Fintech menjadi tren dalam bidang industri finansial satu tahun belakangan ini. Fintech sendiri adalah sebuah konsep teknologi finansial yang diharapkan membantu segala bentuk permasalahan finansial khususnya yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Fintech di Indonesia berkembang dengan hadirnya startup-startup yang menyediakan aplikasi keuangan yang dapat diakses secara mudah, bahkan cukup dalam sebuah gawai. Banyak aplikasi yang membantu seperti Jurnal (aplikasi akuntansi), Jojonomic (aplikasi pencatat keuangan pribadi), OnlinePajak (aplikasi pelaporan pajak) dan sebagainya.

Namun banyak pula aplikasi yang memiliki celah berbahaya jika digunakan tidak secara bijak, aplikasi tersebut lebih kearah peminjaman atau pendanaan. Contoh celah berbahaya tersebut adalah misalkan saja saya menggunakan sebuah aplikasi peminjaman dana. Karena kemudahannya mendapat dana lalu saya menjadi khilaf untuk pinjam terus menerus tanpa memikirkan kondisi keuangan. Tentu saja jeratan hutang akan menghampiri saya jika saya salah dalam menggunakan sebuah aplikasi Fintech.

Berikut ini beberapa aplikasi Fintech yang menurut saya memiliki celah berbahaya jika tidak digunakan secara bijak.

1. Cermati

Cermati adalah aplikasi yang khusus menawarkan produk finansial seperti kartu kredit, pinjaman dan simpanan. Kemudahannya dalam penggunaan produknya dapat membuat celah yang membahayakan kondisi finansial kita jika tidak diperhitungkan secara matang penggunaannya. Jika kita sebagai pengguna tidak bijak dan terlalu kalap, maka selamat datang jeratan hutang.

2. CekAja.com

Mirip dengan Cermati yang menawarkan produk finansial, CekAja.com sedikit memiliki nilai lebih karena memiliki sistem pembanding layanan finansial kartu kredit. Tentu saja bagi yang hobi memiliki kartu kredit, celah berbahaya dengan kemudahan seperti ini akan sangat menghantui. Namun bagi yang perhitungan keuangannya cerdas, tentu saja CekAja.com sangat bermanfaat.

3. HaloMoney

Aplikasi yang sangat mirip dengan CekAja.com, yakni aplikasi finansial pembanding layanan kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Perlu pertimbangan matang menggunakan aplikasi sejenis ini, jangan sampai menjadikannya berbahaya.

4. UangTeman

Aplikasi peminjaman secara online antar pengguna. Kemundahannya tentu saja jangan sampai membuat kita khilaf agar tidak membebani keuangan dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

5. Kredivo

Mirip dengan UangTeman, Kredivo memberikan pinjaman namun dalam bentuk talangan untuk pembelian produk pada sebuah e-commerce. Kredivo akan menanggung sementara pembayaran. Yang wajib kita lakukan adalah mencicil kewajiban pembayaran kepada Kredivo. Mudah namun tentunya berbahaya jika tidak digunakan secara bijak. Belanjanya sih enak, bayarnya berat kalau kebanyakan hutang.

6. Akulaku

Sama seperti Kredivo, Akulaku memberikan dana talangan untuk pembayaran barang yang kita beli secara online. Saya sendiri pasti tergoda dengan adanya aplikasi sejenis ini. Apalagi melihat barang yang kita impikan dapat dibeli dengan cara mencicil.

7. Cicil

Aplikasi kredit khusus untuk mahasiswa. Walau terlihat membantu, ya namanya juga mahasiswa tentu saja tetap harus menghitung kemampuan dan baik buruk menggunakan aplikasi ini. Jangan sampai sudah pusing memikirkan tugas kuliah masih ditambah pusing membayar hutang.

8. KreditCepat

Aplikasi pemberi kredit secara cepat. Walaupun cepat tentu saja mempunyai celah yang patut dipertimbangkan. Besar bunga KreditCepat untuk pinjaman awal adalah 30%, cukup besar menurut saya.
---

Demikian beberapa aplikasi Fintech yang dapat memberikan celah berbahaya bagi kita. Perlu dicatat dan diketahui, adanya aplikasi tersebut tentunya bermaksud positif karena dibuat dan dikembangkan untuk membantu. Tak mungkin seorang develover suatu aplikasi akan menjerumuskan kita kepada sesuatu yang negatif. Jadi, tinggal kembali kepada kita masing-masing untuk menggunakan sesuatu, apapun itu secara bijak dan tepat serta hati-hati.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
20 April 2017 23.13 delete

Yang "cermati" itu kayaknya beberapa waktu lalu sempat rame di jadi postingan JR di blog beberapa teman (yg sempat ta baca pas BW)

Reply
avatar