Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 Changing Perspective

5/22/2017
Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

ART|JOG merupakan agenda seni kontemporer tahunan yang akan kembali diselenggarakan pada 19 Mei hingga 19 Juni 2017 di Jogja National Museum. ART|JOG kali ini adalah yang ke-10, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2008 dengan nama Jogja Art Fair. 

Tema Changing Perspective menjadi tajuk kuratorial yang membingkai ART|JOG 10. Changing Perspective diangkat dengan tujuan ingin mengubah sudut pandang individu-individu sekarang di yang sebagian besar telah menjadi profan. 

“Selama ini kita melihat dunia yang disandarkan pada logika, yang bersumber pada rasionalitas otak manusia dan sebenarnya belum dimaksimalkan fungsinya. Fungsi logika, dalam kehidupan di alam semesta ini, adalah untuk memastikan kebenaran dana kurasinya. Kegagalan logika akan terjadi bila kita hanya menyandarkan satu-satunya perspektif kita padahal yang logis, yang dapat diamati dan diukur melalui panca indera kita. Ketika nilai yang logis dan tidak logis tadi ditukar dan dipertentangkan; hal yang dianggap baik dan telah menjadi baku diganggu dengan konsepsi lain; serta ketika sebuah rumusan atas komposisi yang harmoni mendapat pertentangan dari konsep yang baru, maka yang akan terjadi adalah kebingungan. Kondisi ini kemudian akan memicu timbulnya kekacauan pola pikir,” ungkap Tim Kurator ART|JOG10 di The Karaton Ballroom Royal Ambarrukmo.
“Tahun ini dipilih sebanyak 59 seniman, baik melalui seniman undangan, maupun seniman aplikasi. Kemudian proses seleksi dilakukan terhadap keduanya, tidak hanya berdasarkan kecocokan karya dengan konsep kuratorial, namun juga berdasar pada metode presentasi dan kebaruan gagasan yang ditawarkan. Melakukan provokasi terhadap kekaryaan adalah ikhwal yang coba dibongkar oleh tema tahun ini,” lanjut Ignatia Nilu, tim kurator ART|JOG 10. 
Commission Work

Wedhar Riyadi merupakan seniman muda yang dipilih untuk mengubah halaman muka gedung pameran dengan ide-ide juxtaposisi-nya. Karya Wedhar identik dengan warna-warna cerah, yang berkaitan dengan eksplorasi hubungan psikologis sebagai akibat dari smbol-simbol yang bertentangan; seperti membenturkan budaya lokal dengan global, misalnya. Bentuk halaman muka tersebut nantinya akan berupa taman/kolam lengkap dengan beberapa karya instalasi bola-bola mata gigantik (Floating Eyes) di sekitarnya. Mata adalah simbol sekaligus figur yang dipilihnya untuk menghadirkan kesadaran akan mata publik yang mengawasi kehadiran kita saat ini. Air di permukaan kolam dibuat bergelombang dan berpercik, yang digerakkan dengan efek suara. Air refleksi kolam serta gerakan permukaan air tersebut memungkinkan pengunjung untuk melihat pantulan lingkungan sekitar serta melihat dan dilihat dirinya sendiri. Permainan visual yang dilakukan oleh Wedhar telah merangkum komponen-komponen yang dihadirkan oleh ART|JOG|10 dalam usia satu dekade.

Program Special

19 Mei 2017 Grand Opening ARTJOG (Dr. and the Professor feat. Sruti Respati & Astri Kusumawardani)

19 Mei 2017 Pemasangan kembali Patung RJ. Katamsi

21 Mei 2017 Setan Jawa The Movie (karya Sutradara Garin Nugroho & Komposer Rahayu Supanggah) di Auditorium Sanata Dharma – dipersembahkan oleh Djarum Foundation.

Program Utama 

19 Mei - 19 Juni 2017 Pameran Seni Rupa

19 Mei 2017 Pengumuman Pemenang Young Artist Award

Program Pendamping

19 Mei - 19 Juni 2017 Daily Performance

19 Mei - 19 Juni 2017 Jogja Art Weeks

20 Mei - 19 Juni 2017 Merchandise Project 

23 & 30 Mei, 6 & 13 Juni 2017 Open Air Cinema

27 Mei, 4,10, 18 Juni 2017 Curatorial Tour

28 Mei, 3, 11, 17 Juni 2017 Meet the Artist

6 Juni dan 13 Juni 2017 Tour Sejarah Asri

Singkatnya, ART|JOG telah berkembang seiring dengan perkembangan dunia seni rupa itu sendiri, karena perkembangan ART|JOG mempresentasikan perkembangan karya seni rupa baik dari Indonesia maupun dunia. Pelaksanaannya pun tidak hanya melibatkan para seniman, namun juga banyak pihak lain dari tahun ke tahun.Oleh karena itu, penyelenggaraan ART|JOG tidak bersifat ekslusif, namun juga memberi pengaruh dan menghidupkan roda perekonomian masyarakat. Pada akhirnya kami berharap, penyelenggaraannya tahun ini dapat dinikmati beragam kalangan, dan membawa kegembiraan bagi semua.

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Cerita Foto, Pembukaan ART|JOG|10 - Changing Perspective

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
22 Mei 2017 14.09 delete

kata pacar saya, biasa aja. enggak sebagus 2 tahun lalu.

Reply
avatar