Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10

9/06/2017
Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Canon EOS M10, f/2, 30 detik, ISO-800, 22mm
Mirrorless tidak jauh berbeda dengan kamera DSLR. Yang intinya tentu saja dapat memotret apapun termasuk Milky Way. Beberapa waktu yang lalu, saya mempraktekan memotret Milky Way menggunakan mirrorless Canon EOS M10. Canon EOS M10 hanya mirrorless kelas pemula. Lensa yang saya gunakan untuk memotret Milky Way adalah lensa kit EFM 15-45mm dan lensa fix EFM 22mm saja.

Milky Way adalah sebuah potret keindahan tersendiri yang berada di langit. Perlu waktu dan tempat tertentu untuk menyaksikannya dengan mata telanjang. Saya sendiri selalu terpana melihat hasil potret Milky Way milik beberapa fotografer handal di Instagram.

Sempat berpikir cara memotret Milky Way itu perlu keahlian dan alat yang profesional. Ternyata tidak. Dengan mirrorless kelas pemula dan lensa kit saja, Milky Way dapat terpotret dengan indah. Setelah tahu teori dan praktiknya, kita tinggal menyesuaikan foto Milky Way dengan objek yang kita inginkan.

Sekali lagi, saya memakai Canon EOS M10 saat memotret Milky Way. Beberapa pengaturannya mungkin butuh penyesuaian jika menggunakan kamera lain. Namun intinya, memotret Milky Way tidak sesulit yang dibayangkan. Beginilah alur caranya:

1. Malam yang Cerah

Kita butuh malam yang cerah untuk memotret Milky Way! Saya sempat bilang bahwa hal pertama yang dibutuhkan untuk memotret Milky Way adalah tahu letaknya. Namun kemudian dibantah oleh seorang fotografer dari Banjarnegara yang bernama Ghozaliq. 

Malam yang cerah sangat dibutuhkan. Biasanya memang malam yang cerah datang saat sepertiga malam. Namun jika beruntung, jam 9 malam saja malam dapat begitu cerah asal tidak banyak polusi cahaya di sekitar kita. 

Tempat paling logis adalah daerah pegunungan atau pantai yang tentu saja tidak banyak cahaya lampu. Saya sedikit beruntung karena tinggal di pedesaan yang tidak banyak polusi udara sehingga tidak perlu naik gunung atau ke pantai malam-malam.

2. Tahu Letak Milky Way

Ada tiga cara untuk mengetahui dimana letak Milky Way. Pertama dengan mata telanjang. Milky Way akan terlihat jelas karena tentu saja Milky Way adalah kumpulan bintang-bintang yang tersusun berjejeran sehingga jika kalian melihat hal tersebut di langit. Bisa jadi, itu adalah Milky Way.

Kedua adalah menggunakan aplikasi. Ada aplikasi populer untuk menentukan letak bintang bernama Stellarium. Aplikasi ini dapat di unduh di gawai. Kekurangannya aplikasi ini adalah aplikasi berbayar dan harganya lumayan mahal.

Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Tampilan aplikasi StarTracker - Milky Way berada di dekat Sagittarius
Saya sendiri pakai aplikasi lain yang sejenis dengan Stellarium. Namanya StarTracker. Aplikasi StarTracker ini gratis, tentu saja kita harus menyaksikan iklan-iklan nggak penting saat membuka aplikasi ini. Pastikan gawaimu mempunyai fitur sensor Gyroscope untuk menggunakan aplikasi ini. 

Cara ketiga untuk mengetahui letak Milky Way adalah kamu harus kuliah di jurusan Geografi hehe. Anak Geografi pasti sudah di luar kepala kalau ditanya dimana letak Milky Way.

3. Pengaturan Kamera

Siapkan tripod yang kuat dan kokoh. Pilih mode Manual (M) di kamera. Atur F-stop pada bukaan paling besar, karena saya pakai lensa kit EFM 15-45mm maka bukaan paling besarnya adalah f/3.5, kalau saat memakai lensa fix EFM 22mm maka bukaan paling besarnya adalah f/2. Set Exposure time di 30 detik. Gunakan rentang ISO antara 400-1600 saja. Agar mendapat gambar yang lebih lebar saya menggunakan Focal lenght paling kecil. Untuk lensa kit yakni 15mm dan tentu saja kalau lensa fix hanya di 22mm.

Jangan lupa set focus kamera ke manual focus. Jika ada pengaturan mode infinity dengan lambang  pada lensa, silakan pakai pengaturan tersebut. Jika tidak ada, arahkan saja focus ke bintang paling terang dan paling jauh hingga bintang tersebut terlihat jelas di layar kamera. Ini yang biasanya sedikit membutuhkan waktu lama.

Pengaturan tambahan khusus untuk kamera pabrikan Canon. Aktifkan Long exp. noise reduction untuk mengurangi noise yang mungkin bisa timbul saat pemotretan long exposure. Image size and quality juga dapat diubah menjadi RAW untuk kebutuhan editing yang lebih baik.

Untuk lain-lain kita dapat mencoba-coba mengubah white balance, picture style dan metering mode pada kamera. Namun pengaturan tersebut hanya optional saja. Kalau saya, saya menggunakan white balance AWBpicture style Landscape dan Metering mode Evaluative metering.

4. Mulai Memotret

Setelah semua persiapan dan pengaturan beres. Tak perlu menunggu lama. Langsung proses pemotretan Milky Way! Jangan lupa pakai timer agar hasil foto lebih sempurna.

Butuh beberapa kali percobaan untuk mendapatkan foto Milky Way yang tampak jelas. Kuncinya hanya sabar. Setelah sukses mendapatkan foto Milky Way. Coba juga foto Milky Way dengan objek manusia atau bangunan di bawahnya. Ini adalah hal paling sulit dalam memotret Milky Way.

Perpaduan antara sebuah objek dan Milky Way adalah seni fotografi tersendiri. Saya masih belum dapat melakukannya karena keterbatasan tempat saat memotret Milky Way. Di bawah ini adalah beberapa hasil foto Milky Way saya. Beberapa diantaranya juga dipotret dengan lensa EFM 22mm.

Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Di depan rumah - Canon EOS M10, f/2, 30 detik, ISO-800, 22mm

Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Di atas genteng - Canon EOS M10, f/3.5, 30 detik, ISO-1600, 15mm

Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Masih di atas genteng rumah - Canon EOS M10, f/3.5, 30 detik, ISO-1600, 15mm

Memotret Milky Way dengan Mirrorless Canon EOS M10
Masjid utara rumah, bukan Milky Way hanya taburan bintang - Canon EOS M10, f/2, 30 detik, ISO-400, 22mm
Kira-kira mudah bukan? Bulan September ini Milky Way masih mungkin dilihat, ya walaupun beberapa kali saya cek posisinya selalu dekat-dekat dengan Bulan sehingga sulit di potret. Bulan terbaik untuk memotret Milky Way memang hanya periode bulan April sampai dengan September saja.

Jadi, silakan segera mencoba untuk memotret Milky Way pada bulan terakhir kemunculannya ini.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

13 komentar

Write komentar
6 September 2017 14.15 delete

wah mantap. pingin nyobain ah :)

Reply
avatar
6 September 2017 18.44 delete

Punya gear M3 ..cobain ah, cuma msalah lokasi agak susah krna di perkotaan..fyuuh

Reply
avatar
6 September 2017 20.37 delete

pengetahuan baru buat aku mas, indah juga ya, banyak pemandangan yang gak bisa dilihat mata telanjang dan bisa ditangkap kamera mirrorless

Reply
avatar
7 September 2017 07.37 delete

Coba mas, setingannya kan sama

Reply
avatar
7 September 2017 07.38 delete

Kalau kota nunggu pas mati lampu mas

Reply
avatar
7 September 2017 07.38 delete

Mata telanjang sebenarnya juga bisa hehe

Reply
avatar
8 September 2017 18.05 delete

Sarannya bermanfaat banget, mas. Jadi semuanya kembali ke keterampilan fotografernya. Aku sendiri pemakai kamera lawas, Canon EOS 1000D.

Reply
avatar
11 September 2017 01.25 delete

Kerennnn. Baru tahu, saya punya Canon M3, saya coba akh pengaturannya. Heheh.

Reply
avatar
11 September 2017 13.30 delete

Tapi kalau kamera semakin mahal juga nggak bohong kok kualitasnya

Reply
avatar
11 September 2017 13.31 delete

Saya juga punya Canon EOS M3 mas :)

Reply
avatar
18 September 2017 18.16 delete

Yg bikin bingung gimana cara fokusin ke bintangnya sedangkan posisi tersebut gelap mas

Reply
avatar