Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

4/22/2018
Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Semburat mentari malu-malu menampakan dirinya di ufuk timur Candi Plaosan. Di Candi peninggalan kebudayaan Hindu masa lampau ini saya menggenggam erat kamera saya, menunggu datangnya pelari Mandiri Jogja Marathon 2018 yang pada hari Minggu, 15 April 2018 berlangsung. Marathon kelas internasional ini diikuti oleh hampir 8000 lebih peserta baik dari dalam maupun luar negeri. Mandiri Jogja Marathon 2018 dibagi menjadi 4 (empat) kategori lari, 5K, 10K, Half Marathon (21K) dan Full Marathon (42K). Di Candi Plaosan ini, saya mendapatkan foto betapa mempesonanya Mandiri Jogja Marathon 2018.

Sebelum itu...

Pukul 2.30 pagi saya dibangunkan oleh alarm. Saya memang sengaja mengatur alarm begitu pagi. Agar tidak terlambat menuju Candi Prambanan, venue Mandiri Jogja Marathon 2018 yang jarak dari rumah kesana hampir sejam perjalanan. Karena di dapuk menjadi perwakilan Media Kompasiana. Saya harus sampai di venue acara tersebut maksimal pukul 3.30 pagi. Ini rekor bagi saya. Hujan lumayan deras sempat menemani saya di perjalanan, untung saja intesitas hujan semakin mereda.

Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Di tenda Media, saya dan beberapa teman Kompasiana lain melakukan briefing apa saja yang wajib kami lakukan. Pada intinya, tugas utama kami adalah menangkap momen Mandiri Jogja Marathon 2018. Hal yang susah-susah gampang sebenarnya. Karena bagi saya menangkap momen yang kemudian di visualkan menjadi teks dan gambar membutuhkan kreativitas serta keberuntungan. Kita sebagai media harus bisa hadir di waktu dan tempat yang tepat.

Hal pertama yang saya lakukan adalah bergegas menuju titik start yang berada di halaman komplek Ramayana Ballet atau sisi barat Candi Prambanan. Walaupun masih pagi, saya ngos-ngosan menuju titik start ini. Jaraknya ternyata lumayan jauh. Kemungkinan memang sengaja karena kalau pelari mungkin sudah terbiasa. Untuk saja pelepasan start kategori Full Marathon sedikit mundur. Saya masih bisa mengambil posisi untuk mengambil gambar mereka di titik start.

Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Tepat kira-kira 4.50 pagi menurut jam di gawai saya kategori Full Marathon dimulai. Pelari memulai start dengan santai. Pikir saya mungkin inilah teknik dalam berlari dalam jarak yang jauh. Shutter kamera saya tekan berkali-kali. Hampir 5 menit lebih berlalu, pelari Full Marathon tidak habis-habis. Edan, apa mereka tidak mengejar finish dengan cepat? Rasa penasaran saya langsung terjawab oleh MC yang kemudian berkali-kali mengatakan bahwa waktu lari dihitung setelah melewati start bukan pada tembakan dimulainya lomba yang sudah bermenit yang lalu dimulai.

Setelah beberapa menit, pikir saya mungkin akan membosankan jika saya harus mengambil momen start lagi. 30 menit berikutnya adalah start kategori Half Marathon sejauh 21 Km. Pikiran saya lalu tertuju pada penawaran kendaraan yang dikhususkan kepada media. Yup, saya ingin memotret perjalanan lari mereka. Setelah berdiskusi dengan panitia dari pihak Mandiri saya dipasrahkan kepada Komunitas Bikers Mandiri yang ditugaskan khusus mengantarkan petugas media seperti saya.

Saya sempat harus mengatur strategi tempat mana yang pas untuk mengambil gambar para pelari. Saya mencari titik-titik pemberhentian yang menarik seperti jathilan, kesenian tradisional yang ditampilkan dalam jalur lari. Saya buka dengan teliti peta yang diberikan kepada saya. Namun karena waktu berjalan begitu cepat saya ingin mengambil gambar dengan latar belakang matahari terbit. Sebentar berdiskusi dengan teman Bikers yang mengantar, saya memutuskan Candi Plaosan. Karena tidak boleh melewati jalur pelari yang dekat dengan titik start, saya perlu memutar. Ini pengalaman unik bagi saya, jarak dekat tapi muternya jauh amat.

Karena sebelum subuh sudah hujan, saya tidak berharap banyak soal golden sunrise yang biasanya hadir cantik di Candi Plaosan. Hanya kategori Half Marathon dan Full Marathon yang akan melewati Candi Plaosan ini. Saya mengambil posisi yang menurut saya terbaik dan biasa untuk mengambil footage sunrise. Tak perlu dijelaskan, tentu saja sebelah barat Candi Plaosan adalah lokasi paling tepat untuk nyunrise.

Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Beberapa menit menunggu sembari mengobrol dengan steward Mandiri Jogja Marathon yang ternyata adalah pegawai-pegawai dari Bank Mandiri, akhirnya peserta lari pertama mendekati Candi Plaosan. Kenya adalah asal peserta lari tersebut. Luar biasa, cara jalan peserta tersebut seperti terbang. Langkah kakinya jauh, tentu saja beda banget dengan saya yang tambun ini. 

Peserta yang melintas pertama di Candi Plaosan adalah kategori Half Marathon. Dengan lokasi sudut barat Candi Plaosan saya masih belum puas. Saya kemudian pindah di selatan Candi Plaosan, di persimpangan candi dari selatan. Ternyata di persimpangan tersebut adalah tempat paling tepat menggambarkan momen Mandiri Jogja Marathon 2018. Momen para pelari saat dijalan dengan background lokasi budaya yang memang selalu digaungkan dalam Mandiri Jogja Marathon 2018.

Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Mandiri Jogja Marathon 2018 memang menggabungkan unsur alam budaya Yogyakarta dan sekitarnya. Momen melewati alam sekitar kawasan Prambanan dan sekitarnya yang kemudian dapat saya tangkap saat matahari terbit begitu mempesona. Khususnya memang saat melewati Candi Plaosan. Semburat matahari yang yang dihalangi pelari dengan background Candi Plaosan di sudut begitu memuaskan saya. Semoga Mandiri Jogja Marathon ada lagi tahun depan, agar saya dapat menikmati pesonanya lagi. Salam Pesona Indonesia.

Pesona Mandiri Jogja Marathon 2018

Share this

Seorang blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
22 April 2018 18.38 delete

Seperti pelari marathon, butuh usaha maksimal juga ya Mas untuk mendapatkan foto-foto dengan matahari terbit seperti ini. Pelari Kenya itu akhirnya juara kali ya?

Reply
avatar