Nyepeda Blusukan Bantul-Kulonprogo Dalam Sekejap

11/06/2015
Ini bukan soal saya nyepeda lewat di jalan wates dari kecamatan Sedayu ataupun saya nyebrang bolak-balik jembatan srandakan. Saya bener-bener bisa ke daerah Lendah Kulonprogo dari Pajangan Bantul dalam sekejap, lah kok bisa?


Cara yang saya lakukan sedikit cukup ekstrem, terutama bagi ibu-ibu karena baik pakai motor ataupun sepeda ibu-ibu semua nuntun hahaha. Saya lewat jembatan dari bambu yang dibuat warga saat musim kemarau, yang warga biasa menyebutnya dengan nama sesek. Jembatan sesek bambu ini menghubungkan Pajangan di kabupaten Bantul dan Lendah di kabupaten Kulonprogo. 

Karena melintasi sungai Progo, tentulah jembatan ini cukup panjang. Ada dua jembatan yang bisa kita coba untuk lewati. Di sebelah utara ada jembatan Sesek Temben, kenapa dinamakan Temben, karena ujung barat jembatan sesek ini berada di wilayah desa Temben dan dikelola oleh warga desa tersebut. Tak jauh di selatannya ada jembatan Sesek Mangir, yang dinamakan Mangir karena ujung timur jembatan sesek berada di wilayah desa Mangir dan dikelola oleh warga desa tersebut, wah bagi-bagi usaha ini ceritanya.

Sungai Progo yang kering saat kemarau, berkah bagi penambang pasir (tapi bikin rusak jalan kampung sih). Foto: Desem Ashari
Foto-foto dulu ditengah sungai Progo, jangan coba saat musim hujan yaa... Foto: Desem Ashari
Beda dari dua jembatan tersebut hanya di pembatas pinggiran saja, kalau di Temben ada pegangannya nah kalau di Mangir tidak ada, padahal kalau dilihat sesek Mangir jauh lebih bikin deg-degan saat melintas. Sensasi gluduk-gluduk saat melintas dan rasa panik udah ditungguin orang di seberang yang antri melintas memang sedikit membuat panik.

Pelan-pelan, bahaya! Foto: Desem Ashari

Huasyem ndak bisa nyalip. Foto: Desem Ashari
Gluduk-gluduk tapi kuat. Foto: Desem Ashari
Biaya nyebrang kedua sesek ini dua ribu per-orang, ndak ada asuransi jadi harap hati-hati. Lewat sini dengan sepeda jauh lebih baik karena sensasi dan pengalamannya dapet banget. Sesek ini cuma ada saat musim kemarau, karena bentar lagi musim hujan bisa dipastikan sesek ini akan ngilang sementara waktu kalau tidak dibongkar sementara ya hilang diterjang derasnya arus sungai Progo yang termasyur itu.

Pantau dulu sesek Mangirnya. Foto: Desem Ashari
Lihatlah diujung sana masih ada tanjakan, karena tidak ada batas belumlah cukup. :p Foto: Desem Ashari
Lolos lewat sesek Mangir. Foto: Desem Ashari
Tapi kalau sudah musim hujan jangan khawatir juga jika penasaran mau lewat sini karena Sesek Mangir akan berubah menjadi Getek dan akan jauh lebih ekstrim lagi karena lintasannya langsung diatas air, ya mirip kapal penyeberangan gitu lah.

Selesai mblusuk bolak-balik pakai sesek, waktunya cari kuliner. Disekitar sini ada warung cukup terkenal dekat-dekat sesek ini, yakni RM Legokan Ngancar dengan spesialis iwak kalinya...

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

12 komentar

Write komentar
6 November 2015 14.28 delete

meski ekstrim, tetep ada tempat buat parkir ditengah seseknya kalo papasan ya, yg bikin visioner juga meski tradisional

Reply
avatar
7 November 2015 11.57 delete

woow melintasi kali progo, mantabs oom

Reply
avatar
10 November 2015 08.20 delete

pernah loh naik sepeda di jembatan yang rotan atau kayu gitu, kalau lewat jembatan harus satu persatau, ngeri tapi seru :v

Reply
avatar