Travel

Culinary

Gowes

Recent Posts

Tips Mencari Apartemen Dekat Universitas Trisakti

12/05/2016 Add Comment
sumber foto: pixabay.com
Memulai dunia perkuliahan di Kampus Trisakti pastinya membutuhkan persiapan yang matang, terutama bagi kamu yang berasal dari luar daerah. Kampus Trisakti sendiri terletak di daerah Grogol, Jakarta. Kampus ini sudah terkenal sejak didirikan pada tahun 1965. Bagi kamu yang akan menjalani masa perkuliahan kamu di Kampus Trisakti, maka kamu membutuhkan akomodasi atau tempat tinggal yang nyaman dan memiliki fasilitas yang kamu butuhkan sebagai mahasiswa. Menyewa apartemen merupakan pilihan tepat bagi kamu yang ingin menyewa akomodasi tanpa ribet dan dekat dengan kampus. Nah, sebelum menyewa apartemen, sebaiknya kamu menyimak beberapa tips berikut ini agar kehidupan perkuliahan kamu makin seru: 

1. Pilihlah apartemen yang lokasinya dekat dengan kampus kamu 

Salah satu faktor terpenting dalam menyewa apartemen adalah lokasi. Sebaiknya, kamu menyewa apartemen yang lokasinya dekat dengan kampus kamu. Kenapa? Selain kamu bisa menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi, apartemen yang dekat dengan kampus kamu juga memudahkan kamu dalam melakukan setiap aktivitas di kampus kamu. Kamu jadi bisa menghemat waktu untuk pergi kekampus kamu. Contoh apartemen yang lokasinya dekat dengan kampus Trisakti adalah Mediterania Garden dan Royal Mediterania. Apartemen disini cuma berjarak beberapa ratus meter dari kampus Trisakti, lho. 

2. Utamakan fasilitas yang dimiliki oleh apartemen yang akan kamu sewa

Hal kedua yang harus kamu perhatikan dengan baik adalah fasilitas yang di miliki oleh apartemen yang akan kamu sewa. Sebagai mahasiswa, penting sekali untuk bisa selalu mengakses berbagai fasilitas yang kamu butuhkan sehari-hari, seperti fasilitas publik, pusat perbelanjaan dan juga alat transportasi yang mudah. Tak cuma itu, kamu juga harus memperhatikan apakah unit apartemen yang akan kamu sewa memiliki fasilitas yang memadai seperti jaringan wifi, full furnished, fasilitas olahraga seperti tempat gym, kolam renang dan lapangan basket. 

3. Sesuaikan harga sewa dengan budget kamu 

Nah, yang ini juga tak kalah penting. Kamu juga harus menyesuaikan harga sewa apartemen dengan budget yang kamu punya. Cara terbaik buat kamu yang memiliki budget terbatas adalah dengan sharing apartemen dengan teman-temanmu. Kalau ingin sharing, pastikan apartemen yang kamu sewa juga memiliki ruang yang cukup untuk menampung teman-temanmu ya. 

Di Travelio.com, kamu bisa menemukan beragam pilihan sewa apartemen dekat Universitas Trisakti yang memiliki fasilitas yang memadai, dekat dengan kampus kamu tapi harganya tetap terjangkau untuk kantong kamu. Di Travelio, kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan pemilik properti dan menawar langsung harga sewanya. Jadi, kamu bisa selalu mendapatkan harga terbaik. Jadi, pilihlah apartemen dekat kampus Trisakti yang sesuai dengan kebutuhan kamu di Travelio.com dan jalani masa perkuliahanmu dengan baik hingga lulus dengan hasil memuaskan. Ayo buruan pesan apartemen dengan harga yang terjangkau disini.

Rekomendasi Wisata Sehari Di Gunungkidul Yang Komplet (2)-habis

11/29/2016 4 Comments
Tempat-tempat wisata di Gunungkidul tidak bisa hanya dijelajahi dalam waktu sehari saja. Karena di Gunungkidul sana, ada begitu banyak objek wisata menarik yang patut dikunjungi. Namun, wisata sehari yang komplet di Gunungkidul tetap bisa dilakukan kok. Artikel ini adalah lanjutan dari rekomendasi wisata sehari di Gunungkidul yang komplet. Dalam sehari, ada beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi. Dan tempat wisata tersebut sudah mencakup semua yang ada di Gunungkidul.

Pertama yang harus dikunjungi jika kita start dari Jogja adalah tempat terdekat terlebih dahulu. Kecamatan Patuk adalah daerah paling barat kabupaten Gunungkidul yang menjadi koridor utama para wisatawan dari Jogja. Di kecamatan Patuk ada beberapa desa wisata yang menarik, misalnya Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan dengan kuliner berkat ndalemnya, Desa Wisata Bobung dengan souvenir topeng kelas dunianya dan Desa Wisata Kampung Jelok dengan nuansa kampung asrinya serta jangan lupakan Gunung Api Purba Nglanggeran dengan spot-spot adventure-nya.

Berwisata di desa-desa wisata tersebut baiknya dilakukan pada pagi hari karena aktivitas desa wisata biasanya mulai menggeliat pada pagi hari. Mengunjungi desa wisata dapat menambah mood mengunjungi destinasi selanjutnya. Tak perlu sampai siang hari berada di desa wisata. Menjelang siang kita dapat beranjak untuk mengunjungi destinasi selanjutnya. Namun, jangan lupa mampir kota Wonosari untuk beli cemilan atau buah tangan. Walang goreng dan thiwul adalah panganan wajib yang harus dicoba.

Lalu siang sampai sore, destinasi selanjutnya enaknya kemana? Tentu saja adalah menuju pantai. :)

SURFING DAN SNORKELING DI PANTAI WEDIOMBO

Surfing dan Snorkeling masih tergolong baru di pantai-pantai Gunungkidul. Melakukan surfing di pantai-pantai selatan pulau Jawa masih masuk kategori berbahaya karena ombak yang terlalu ganas. Apalagi pantai-pantai di Gunungkidul yang penuh dengan bebatuan karang. Kalau snorkeling, baru pantai Nglambor saja yang saya tahu mulai menggeliatkan wisata snorkelingnya. Nah di pantai Wediombo?

Wediombo Surf Society, Wediombo Surf Lesson, Snorkeling Wediombo

Adalah Wediombo Surf Society yang mulai menebar racun surfing dan snorkeling di pantai Wediombo sejak tahun 2015. Walaupun komunitas mereka tergolong masih baru, namun mereka adalah penggerak kawasan pantai Gunungkidul bagian timur khususnya pantai Wediombo. Karena kita tahu, pantai-pantai yang lebih sering dikunjungi hanya sederetan pantai Baron, Krakal, Kukup dan yang paling sering ya pantai Pulang Syawal (orang-orang mengenalnya dengan pantai Indrayanti).

Potensi pantai-pantai di bagian timur Gunungkidul tergolong baik untuk masa yang akan datang. Ada pantai Siung yang rencananya akan dijadikan lokasi panjat tebing tingkat internasional. Ada pantai Sadeng dengan potensi wisata memancingnya. Dan pantai Wediombo sendiri, walaupun lokasi termasuk jauh karena juga berada di bagian timur namun dengan adanya komunitas seperti Wediombo Surf Society tentunya menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pantai Wediombo.

Saya tiba di pantai Wediombo saat siang hari. Pertama yang saya lakukan saat tiba tentunya istirahat karena perjalanan yang panjang dengan jalan yang mendekatkan kepada Tuhan (berkelok naik turun maksudnya). Ada banyak warung untuk istirahat yang ada di pantai dengan menu andalan seafood. Satu warung makan berbentuk pendopo yang membuat saya tertarik singgah adalah Joglo Wediombo Cottage & Resto. Tempatnya cozy dan terlihat lebih mencolok ketimbang lainnya karena berada di jalan menurun menuju pantai.

Joglo Wediombo Cottage and Resto

Bangunannya yang megah dan baru menambah rasa nyaman untuk istirahat. Menu standar di resto ini seperti Mie Ayam dan Bakso yang lumrah di lokasi wisata tentunya ada. Namun kalau ke pantai pesennya seafood dong. Seafood di Joglo Wediombo Cottage & Resto ini yahud sekali. Menu ikan bebakarannya dibumbui madu yang meresap di daging ikannya. Kalau bosan dengan bebakaran tinggal pesan ikan yang dimasak bumbu pedas, rasanya tak kalah nendang dan maknyus. Jangan tanya soal sambalnya. Saya rasa embak-embak yang memasak hidangan ini adalah layaknya hasil didikan koki terbaik.

Istirahat, sholat dan makan sudah saya lakukan. Saat saya berada di resto saya juga dihibur oleh kesenian campur sari yang unik. Karena penabuh gendangnya rata-rata adalah anak-anak kecil usia sekolah dasar. Nama grup campursari ini adalah Upil Dewo Enterprise, kelompok ini asli daerah Semanu, Gunungkidul. Beberapa pengunjung termasuk yang bersama dengan saya menikmati alunan lagu dan irama tabuhan kendhang. Semua terlihat meriah saat itu. Selanjutnya kemudian saya bergegas berganti pakaian untuk segera menuju basecamp Wediombo Surf Society.

Campursari Upil Dewo Enterprise

Wediombo Surf Society memang hanya menyediakan dua jasa, surfing dan snorkeling. Untuk surfing mereka menamainya Wediombo Surfing Lesson yang intinya adalah kelas belajar surfing. Kata mereka, bermain surfing tidak perlu harus jago dahulu. Mereka akan mengajari sampai cukup pantas bermain surfing di Wediombo. Saya nggak cukup nyali untuk mencoba surfing. Terlihat mudah namun melihat deburan ombak pantai Wediombo nyali saya langsung ciut.


Saya kemudian hanya mendaftar kelas snorkeling siang itu. Sebenarnya para pemandu sudah mengatakan bahwa siang itu sudah tidak cocok untuk snorkeling karena air laut sedang tidak bagus. Ya apa boleh buat daripada saya malu-maluin di kelas surfing, saya dan teman-teman tetap memaksa untuk kelas snorkeling tetap diadakan. Hasilnya, laguna pantai Wediombo menjadi tujuan kami.

Ternyata laguna pantai Wediombo tetap menyenangkan pada siang hari yang terik walau deburan ombak cukup sangar. Berbeda kalau sore, air tenang dan laguna ini menjadi salah satu spot untuk menikmati matahari tenggelam. Karena ombak yang besar, tentunya peralatan safety seperti pelampung saya kenakan. Beberapa pemandu juga menjaga saya agar tidak melewati batas yang ditentukan.

Testimoni surfing dari beberapa teman yang melakukannya mengatakan bahwa surfing itu menyenangkan. Walau saya masih belum berniat (dan berani) melakukannya tentu saja saya amini testimoni tersebut. Snorkeling? Menyenangkan juga dong. Karena dua kegiatan ini tergolong hal baru dan tentunya patut dicoba untuk dipamerkan kepada teman-teman kantor.

Wediombo Surf Society, Wediombo Surf Lesson, Snorkeling Wediombo
Wediombo Surf Society, Wediombo Surf Lesson, Snorkeling Wediombo

Sampai pukul tiga sore saya berada di kawasan pantai Wediombo. Karena ingin melanjutkan destinasi berikutnya maka saya bergegas mandi dan berganti pakaian untuk lanjutkan perjalanan. Destinasi berikutnya adalah destinasi santai karena penutup. Tentunya adalah adalah arah pulang menuju Jogja.

Pantai Bagian Timur Gunungkidul
Pantai Jogan (Air terjun di pinggir pantai); 
Pantai Siung (Wisata panjat tebing dan bukit); 
Pantai Wediombo (Surfing, snorkeling, laguna dan spot sunset); 
Pantai Jungwok (Camping); 
Pantai Greweng (Camping); 
Pantai Sedahan (Camping); 
Pantai Sadeng (Wisata memancing)

Wediombo Surf Society
Jasa pemandu surfing dan snorkeling
Kontak: 0877-8160-1127 dan 0878-3883-6590

Joglo Wediombo Cottage & Resto
Penginapan dan restoran seafood
Kontak: Susilo 0852-2844-0999

MENIKMATI MATAHARI TENGGELAM DI BUKIT BINTANG

Arah pulang yang saya maksud adalah Bukit Bintang. Menikmati matahari sore dengan gemerlap lampu yang mulai dinyalakan karena datangnya malam. Salah satu tempat yang saya rekomendasikan adalah The Manglung. The Manglung ini adalah restoran yang lokasinya justru berada di atas area bukit bintang yang biasa ramai dengan wisatawan. The Manglung tepatnya berada pada jalan alternatif menuju desa Ngoro-oro arah Gunung Api Purba Nglanggeran.

The Manglung, Bukit Bintang
The Manglung, Bukit Bintang
The Manglung, Bukit Bintang

Pukul lima sore adalah waktu yang tepat untuk sampai di The Manglung. Pesan makanan dan nikmati pemandangan yang ada. Bisa juga kita melihat-lihat pemandangan melalui balkon yang disediakan. Kawasan bukit bintang memang tempat favorit untuk melepas lelah dan mengakhiri perjalanan. Sebenarnya banyak restoran yang patut menjadi pilihan lain selain The Manglung, namun karena resto ini belum lama buka maka lebih sedikit pengunjung yang datang, membuat suasana lebih privat dan nyaman. Saya lebih rileks dalam menikmati.

Dalam wisata sehari di Gunungkidul memang maksimal kita hanya akan mendapat paling tidak tiga sampai empat destinasi saja. Lebih dari itu, tentunya tidak akan puas karena durasi waktu akan semakin mepet. Seperti saya katakan diawal tadi, sehari di Gunungkidul sebenarnya kurang puas karena sangat begitu banyaknya obyek wisata di kabupaten ini. Kita harus pintar-pintar memilih destinasi agar dapat mencakup semua potensi wisata Gunungkidul.

Jadi kapan kalian mau wisata ke Gunungkidul? Sehari saja cukup kok!

The Manglung, Bukit Bintang
The Manglung, Bukit Bintang

The Manglung View & Resto
Spot sunset bukit bintang dan restoran masakan Indonesia
Jalan Ngoro-oro No. 16, Patuk, Gunungkidul


***


Tulisan rekomendasi wisata sehari di Gunungkidul yang komplet ini adalah berdasar pengalaman Fam Tour sehari bersama blogger, media, mahasiswa dan tour & travel yang diselenggarakan oleh
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisatan Kabupaten Gunungkidul
dengan tema
"Familiarization Tour di Destinasi Wisata Gunungkidul".

Familiarization Tour di Destinasi Wisata Gunungkidul


Rekomendasi Wisata Sehari Di Gunungkidul Yang Komplet (1)

11/27/2016 6 Comments
Rekomendasi Wisata Sehari Di Gunungkidul Yang Komplet

Kabupaten Gunungkidul memang tidak cukup hanya dijelajahi dalam waktu sehari saja. Ada banyak lokasi wisata yang akan memuaskan hasrat liburanmu. Mulai dari desa wisata dengan pemandangan yang indah, sentra kerajinan unik, goa-goa eksotis yang dapat dijelajahi, puluhan pantai dengan pasir putih atau spot adrenaline-nya, dan tak lupa ragam kuliner khas yang menggugah selera serta menantang untuk dicoba.

Namun, jika kita hanya pekerja kantoran, traveler akhir pekan, selalu sibuk yang tentunya hanya punya waktu sehari saja? Hmmm... saya sendiri sering bertanya-tanya. Enaknya kemana saja ya sehari di Gunungkidul. Pokoknya dalam sehari mendapat wisata yang komplit dan mencakup semua yang saya katakan di awal tadi. Dengan catatan sehari ini dimulai dari kota Jogja, karena ya saya orang Jogja dan pasti para wisatawan memulai petualangan dari Jogja juga kan.

Petualangan akan saya mulai pada pagi hari. Tidak perlu pagi-pagi buta karena perjalanan wisata akan saya mulai dari lokasi paling dekat dengan kota Jogja. Di ujung paling barat kabupaten Gunungkidul ada kecamatan Patuk yang berbatasan langsung dengan kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Di kecamatan Patuk ada bukit bintang, beberapa desa wisata yang memiliki keunikan, dan yang paling kekinian adalah komplek Gunung Api Purba Nglanggeran. Untuk pemanasan, saya lebih memilih mengunjungi desa wisata terlebih dahulu.

MENGUNJUNGI DESA WISATA (KAMPUNG EMAS PLUMBUNGAN)

Desa Wisata Kampung Emas ini berada dekat dengan Gunung Api Purba Nglanggeran. Kira-kira berada di sebelah selatan dari Embung Nglanggeran. Lokasi tepatnya berada di pedukuhan Plumbungan, desa Putat, kecamatan Patuk, Gunungkidul. Melihat desa wisata di awal perjalanan sehari di Gunungkidul sangat tepat karena aktivitas desa wisata lebih banyak pada pagi hari. Apalagi suasana fresh pedesaan akan menambah mood kita untuk berwisata.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Saat saya datang, kebetulan saya disambut oleh para penari cilik. Terkadang, setiap tamu yang datang memang disambut oleh tari-tarian penyambutan. Dengan gerakan yang semi-kompak, para penari cilik ini menari untuk saya dan pengunjung lainnya. Gerakannya menggemaskan karena para penari adalah anak-anak kecil seusia taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Kami menerima sambutan tersebut di dalam sebuah pendopo yang dibangun dipinggir sawah sembari menikmati minuman Wedang Seruni dan panganan tradisional seperti pisang rebus, kacang rebus dan getuk goreng.

A video posted by Ardian Kusuma (@ardiankoesoema) on


Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Wedang Seruni yang khas dari Kampung Emas ini tentunya adalah minuman yang bahan bakunya berasal dari kebun-kebun warga. Rasanya mirip wedang jahe. Manfaatnya adalah untuk menyegarkan badan. Minuman ini sangat baik untuk kesehatan kata pengelola Kampung Emas Plumbungan. Kampung Emas Plumbungan memang terkenal dengan sawah dan hasil perkebunannya. Sawahnya terbentang luas dan bertingkat-tingkat. Mengingatkan saya akan hamparan sawah di Ubud, Bali. Perkebunannya memiliki hasil bumi yang bermanfaat. Selain wedang Seruni, yang khas dan menjadi unggulan dari Kampung Emas adalah Kuliner Berkat Ndalem

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Kuliner Berkat Ndalem adalah sajian Ingkung Ayam utuh lengkap dengan ubo rampenya. Menikmati kuliner Berkat Ndalem ini dilakukan di gubug yang berada di tengah persawahan Kampung Emas Plumbungan yang tentunya menambah keunikan dan pengalaman tidak terlupakan wisatawan. Kata pengelola, saat padi mulai meninggi adalah saat favorit wisatawan untuk datang menikmati sajian kuliner ini. Kalau puncak keramaian Kampung Emas Plumbungan sendiri adalah saat Festival Dewi Sri.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Festival Dewi Sri adalah tradisi syukuran yang dilakukan masyarakat Kampung Emas Plumbungan untuk mensyukuri panen rayanya. Tradisi ini sebenarnya telah dilakukan turun temurun sejak lama. Hanya saja tahun 2016 ini festival ini baru diselenggarakan secara besar-besaran untuk ketiga kalinya. Festival Dewi Sri biasanya ramai wisatawan karena pengunjung dapat menikmati sajian di Kampung Emas Plumbungan secara cuma-cuma.

Hasil bumi dari Kampung Emas Plumbungan memang telah meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Bermacam-macam hasil panen mulai dari yang utama adalah padi, sayuran, dan buah-buahan. Untuk buah-buahan, yang sedang panen di bulan ini adalah kakao. Jika ingin mencari kakao yang menjadi bahan utama untuk membuat coklat, maka datanglah ke Kampung Emas Plumbungan dengan segera. Hasil panen yang ada dapat dilihat di sekretariat Kampung Emas Plumbungan.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Jika ingin lebih banyak menjelajahi Kampung Emas Plumbungan. Sekretariat juga menyediakan paket tour jalan-jalan di sekitar perkampungan. Menjelajahi perkampungan dan sungai terdekat. Baik dengan jalan kaki maupun bersepeda. Infonya ada goa menarik di sekitar Kampung Emas Plumbungan. Masih dekat dengan Kampung Emas Plumbungan juga ada desa wisata penghasil kerajinan topeng kayu yang dibatik, Desa Wisata Bobung namanya. 

Souvenir topeng kayu dari desa wisata Bobung sudah dikenal mendunia. Hasil kerajinannya telah diekspor ke luar negeri. Beruntungnya saya karena kebetulan desa wisata Kampung Emas Plumbungan beberapa warganya ada yang menguasai teknik membuat topeng kayu tersebut dan saat saya datang mereka menampilkannya. Beberapa pengunjung tertarik untuk belajar. Di mata saya, membatik pada topeng kayu dan membuat kerajinan mainan kayu tampaknya cukup sulit, namun mereka yang terbiasa sepertinya terlihat sangat mudah.

Wisata di desa wisata tidak perlu sampai siang. Menjelang siang saya sudah bersiap untuk destinasi selanjutnya, dan tentunya destinasi yang wajib di Gunungkidul yakni pantai. Kira-kira pantai mana ya? Oh iya, desa wisata kabupaten Gunungkidul yang jaraknya dekat dengan kota Jogja cukup banyak, salah satunya adalah Desa Wisata Jelok yang belakangan ini juga menjadi favorit wisatawan. Jadi pilihannya banyak, tergantung minat mau kemana. Yang jelas desa wisata di Gunungkidul selalu menambah mood untuk berwisata.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan
Jalan Jogja - Wonosari Km. 24, Plumbungan, Putat, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: Andri 0852-5272-0066

Desa Wisata Bobung
Jalan Jogja - Wonosari Km. 24, Bobung, Putat, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: 0813-9204-6433

Desa Wisata Kampung Jelok
Beji, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: Sukri 0878-3866-5382


BERBURU WALANG GORENG DAN THIWUL DI KOTA WONOSARI

Perjalanan panjang menuju pantai tentunya butuh asupan cemilan di perjalanan. Perjalanan pasti akan melewati kota Wonosari. Nah, di kota Wonosari kita dapat mampir di beberapa toko oleh-oleh yang menyediakan makanan khas Gunungkidul.

Walang Goreng adalah kuliner khas Gunungkidul yang sangat jarang ditemui di tempat lain. Walaupun kita tahu, walang atau belalang ada dimana saja. Daerah Gunungkidul yang banyak ditumbuhi pohon jati membuat populasi belalang kayu sangat besar. Sehingga masyarakatnya menangkap dan menjadikan belalang kayu tersebut lauk. Lambat laun belalang kayu goreng juga dinikmati wisatawan yang singgah di Gunungkidul. Untuk itu pengemasan yang lebih rapi dan variasi rasa yang bermacam-macam membuat kuliner belalang goreng makin dicari wisatawan.

Makanan khas ini memang menantang untuk dinikmati. Jika kita terus memandang belalang yang akan kita makan, tentunya rasa ngeri yang akan hinggap di pikiran kita. Tetapi kalau sudah ada di kunyahan mulut, belalang goreng ini bikin nagih. Rasanya mirip udang goreng yang renyah dan gurih. Tentunya belalang goreng ini masih termasuk makanan yang halal yang kaya akan protein. Di sepanjang perjalanan menuju pantai dari Kampung Emas saya tak berhenti melahap belalang goreng produksi Pak Gareng. Belalang goreng pak Gareng termasuk merk yang sering dicari, belalang goreng pak Gareng dapat ditemukan di pusat oleh-oleh di kota Wonosari. Selain menyantap belalang, saya juga icip-icip jangkrik goreng loh, masih produksi dari pak Gareng juga.

Walang Goreng Pak Gareng, Jangkrik Goreng Pak Goreng
Walang Goreng Pak Gareng, Jangkrik Goreng Pak Goreng

Kalau oleh-oleh yang mainstream dari Gunungkidul tentu saja adalah Thiwul. Yang paling terkenal adalah Thiwul Yu Tum yang dapat kita peroleh di salah satu tokonya yang berada strategis di pinggir jalan Jogja-Wonosari. Kalau ingin thiwul yang beda, cobalah cari Thiwul Manis Pak Lambang. Yang membuat thiwul produksi pak Lambang ini beda adalah bentuknya mirip Pizza yang memiliki toping diatasnya. Ada banyak varian toping yang dapat kita nikmati, coklat, keju, nangka bahkan ada toping kopi di thiwul manis pak Lambang ini.

Thiwul Manis Pak Lambang

Walang dan Jangkrik Goreng Pak Gareng
Dapat dicari di toko oleh-oleh di kota Wonosari

Gathot Thiwul Yu Tum
Jalan Wonosari - Jogja Km. 3,5 Logandeng, Playen, Gunungkidul, DIY

Thiwul Manis Pak Lambang
Jalan Baron Km. 4, Gunungkidul, DIY