Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main

7/17/2018
Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main

FujiFilm X-A5 memang telah menjadi rilisan terbaru jajaran kamera FujiFilm seri X-A yang melegenda sebagai entry level pabrikan kamera asal Jepang tersebut. Apalagi, kini ditambah telah muncul seri X-A20 sebagai penerus entry level (FujiFilm X-A10) paling "entry level" dari FujiFilm. Namun, apakah membeli X-A3 masih layak? Karena di pasaran, kamera ini masih dijual dan harganya 11-12 dengan FujiFilm X-A5.

Tentu saja bagi saya FujiFilm X-A3 masih layak untuk dibeli. Bahkan apabila disuruh memilih antara FujiFilm X-A3 atau X-A5, saya lebih memilih FujiFilm X-A3 karena harga yang lebih murah 1,5 juta rupiah, sensor FujiFilm X-A3 masih menggunakan X-Trans sehingga seharusnya secara teori gambar lebih tajam daripada FujiFilm X-A5 yang justru kembali memakai sensor Bayer.

Dan saya sendiri kurang menyukai desain lensa Power Zoom bawaan FujiFilm X-A5 yang terkesan ringkih serta saya masih tak ingin menggunakan fasilitas video yang ditawarkan FujiFilm X-A5. Perlu diketahui pada FujiFilm X-A5 memang telah disematkan microphone port sebagai tambahan fasilitas apabila kita akan membuat Vlog.

Ringan dan Ringkas

Hampir setahun memakai FujiFilm X-A3 saya merasakan kualitas melebihi harganya. Kualitas gambarnya enak dipandang dan sangat baik untuk di upload ke media sosial, tentu saja karena faktor sensor X-Trans yang lebih baik daripada sensor Bayer pada mirrorless umumnya. Resolusi yang mencapai 24MP menjadikan kamera ini seperti kamera semi-profesional dengan bodi yang sederhana.

Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main

Bobot kameranya cukup ringan hanya sekitar 534 gram saat dipasangkan dengan lensa kit bawaan XC16-50mm II. Pengoperasiannya pun terhitung cepat untuk pindah berbagai mode kamera karena memiliki tombol putar yang mudah untuk dipilih (P, S, A, M dan lain-lain). Bagi pemula, mempelajari segitiga Aperture, ISO, Speed di kamera menjadi lebih praktis.

Bobot yang ringan menjadikan pula kamera ini ringkas untuk dibawa. Terkadang saya hanya membawanya bersama tas slempang kecil atau ransel minimalis sehingga orang-orang tidak sadar saya membawa kamera. Saya lebih sering menganggurkan tas kamera saya yang beratnya minta ampun apabila hanya keliling sekitar Jogja saja.

Kamera FujiFilm Pertama dengan Layar Sentuh

FujiFilm X-A3 adalah kamera FujiFilm pertama yang memberikan fasilitas layar sentuh pada layar kameranya. Walaupun masih dikembangkan dan menurut saya masih tertinggal dengan merk kamera mirrorless lain. Layar sentuh ini sangat membantu sekali untuk menentukan AREA fokus. Saya menyukainya karena memilih fokus menjadi lebih cepat. Tidak perlu menggunakan tombol kamera yang terkesan lambat.

Yang perlu di perhatikan adalah layar sentuh di kamera FujiFilm X-A3 ini begitu sensitif. Sedikit tersentuh saja langsung begitu responsif layar memproses. Dalam kondisi ini saat mode layar sentuh dalam posisi Shot atau menjepret maka akan sangat mengganggu sekali.

Sejauh ini tidak ada pengaturan sensitifitas layar yang diberikan oleh FujiFilm. Dan layar sentuh ini tidak dapat digunakan saat mode Q atau Quick Menu. Update firmware terbaru di Fujifilm X-T20 memberikan opsi pengaturan melalui Q menu namun untuk FujiFilm X-A3 belum mendapatkannya.

Film Simulation Khas FujiFilm

Di FujiFilm inilah juga Film Simulation ditanamkan secara cukup lengkap. Kita dapat menjajal Film Simulation baru seperti Pro Neg. Hi, Pro Neg. Std, Monochrome+Ye Filter, Monochrome+R Filter, dan Monochrome+G Filter yang sebelumnya hanya ada pada kamera FujiFilm yang "agak" mahal seperti FujiFilm X-T10 dan X-T1.

Film Simulation yang lumayan komplit di FujiFilm X-A3 ini menjadi nilai tambah tersendiri. Contohnya adalah penggunaan Film Simulation Pro Neg. yang sangat ideal digunakan untuk memotret Portrait. Atau Film Simulatiom Monochrome untuk kreasi pemotretan hitam-putih yang lebih banyak. Kalau sebelumnya hanya Astia saja yang digunakan, dengan tambahan Film Simulation yang baru, kreasi foto menjadi lebih banyak.

Kemampuan SR+ FujiFilm yang Mumpuni

Walaupun pengoperasiannya sangat mudah, namun SR+ atau mode Auto di kamera FujiFilm sangat membantu sekali dalam memotret. Apalagi dalam kondisi yang harus cepat atau segera seperti landscape, momen matahari terbenam, memotret makanan, memotret dalam keramaian, street photography dan yang paling terasa kemampuan SR+ adalah saat memotret jarak dekat atau macro. SR+ dengan kepintarannya dapat mendeteksi

Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main

Kekurangan FujiFilm X-A3

Ada sedikit kekurangan kamera FujiFilm X-A3 ini. Kekurangan tersebut muncul berdasarkan pengalaman pemakaian saya. Kekurangan yang pertama menurut saya adalah beberapa tombol menu kamera yang lumayan "keras" dan menimbulkan bunyi. Berisiknya tombol ini diperparah dengan perpindahan menu-menu di dalam kamera yang terkesan lambat. Terkadang saya sendiri jengkel dengan perpindahan menu di kamera ini, apalagi saat melihat foto-foto yang telah kita potret.

Kekurangan kedua adalah seringnya layar FujiFilm X-A3 mengalami flickr atau kedipan. Dan kedipan yang sebenarnya tidak berpengaruh di hasil namun sedikit mengganggu ini juga saya alami di FujiFilm X-T20 saya. Anehnya entah kenapa FujiFilm X-100 saya yang notabene lebih "tua" malah jarang berkedip-kedip.

Kekurangan ketiga menurut saya adalah beberapa part yang terlihat rawan cepat rusak. LCD lipat memiliki kabel yang tidak terlindungi dengan baik menurut saya dibandingkan dengan beberapa merk kamera dengan desain sejenis. Dan saya pernah sial karena terkena kerusakan confront. Confront adalah konektor antara body dan lensa. Harga part dan perbaikannya adalah 4,2 juta rupiah. Luar biasa mahal bukan. Untungnya kamera FujiFilm ini masih garansi sehingga GRATIS.

Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Memotret makanan dengan tambahan flash. (FujiFilm X-A3 + XC16-50mm)
Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Outdoor portrait.  (FujiFilm X-A3 + XF35mm F1.4)
Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Outdoor portrait. (Fujifilm X-A3 + XF35mm F1.4)
Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Output warna yang enak dipandang. (FujiFilm X-A3 + XC16-50mm)
Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Output warna yang halus. (FujiFilm X-A3 + XF35mm F1.4)

Review Kamera FujiFilm X-A3: Entry Level yang Tidak Main-Main
Lens kit yang tangguh. (FujiFilm X-A3 + XC16-50mm)

Kesimpulan


Kalau ingin memiliki kamera dengan output gambar yang baik maka belilah FujiFilm X-A3 ini. Harga kamera ini dibanderol Rp7.500.000. Saya lebih menyarankan membeli FujiFilm X-A3 ini daripada FujiFilm X-A20 yang lebih murah karena FujiFilm X-A3 ini lebih komplit soal spesifikasi. Terutama adanya hotshoe yang berguna untuk fotografi profesional.

Dan saya lebih menyarankan membeli FujiFilm X-A3 ini daripada FujiFilm X-A5 yang menjadi suksesornya karena FujiFilm X-A3 lebih murah 1,5 juta, memiliki lens-kit yang lebih kokoh dan baik serta sensor X-Trans khas FujiFilm yang ciamik. Kesimpulan paling akhir adalah, Kamera FujiFilm X-A3 adalah kamera entry level yang tidak main-main.

Spesifikasi Lengkap FujiFilm X-A3 disini

Disclaimer: Semua foto (kecuali foto kamera) dipotret dengan FujiFilm X-A3 tanpa masuk dapur edit alias SOOC.

Baca juga:

8 Peralatan yang Wajib Dibawa Saat Hunting Foto

Share this

Seorang blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
17 Juli 2018 19.27 delete

warna nya oke banget ya fuji.. oh itu yg f 1.4 lensa nya mantap

Reply
avatar
18 Juli 2018 02.34 delete

makasih reviewnya, keren banget kameranya

Reply
avatar
18 Juli 2018 07.39 delete

Setelah baca jadi pengen punya. Tapi harus nabung dolooo. Hwhw

Reply
avatar