Bermain di Jernihnya Air Taman Sungai Mudal

3/28/2016
Satu-dua tahun ini daerah Kulon Progo mulai berbenah dengan mengedepankan sektor pariwisata yang digarap apik. Alam Kulon Progo yang asri memang sangat disayangkan jika tidak di explore lebih. Banyak tempat wisata baru bermunculan, terutama pada kawasan perbukitan dimana terdapat berbagai sumber mata air yang memunculkan air terjun nan indah.


Salah satu air terjun yang dibuka resmi pada awal tahun 2016 yang tergolong paling baru adalah Taman Sungai Mudal.  Meski sebenarnya objek wisata ini sudah diketahui sejak tahun 2015, pemberlakuan tiket masuk yang menandakan resminya Taman Sungai Mudal sebagai objek wisata baru awal tahun 2016 yang diresmikan oleh bupati Kulon Progo Bapak Hasto Wardoyo.

Taman Sungai Mudal ini masuk pada wilayah Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Gampangnya lokasi ini berada setelah objek wisata Goa Kiskendo. Jadi, jika menuju objek wisata Goa Kiskendo dari arah jalan Godean, maka menuju Taman Sungai Mudal akan melewati Goa Kiskendo. Selanjutnya setelah sampai Goa Kiskendo kita masih harus memacu kendaraan kita untuk menanjak naik sekitar 3 kilometer, perlu kondisi kendaraan yang sehat untuk menuju Taman Sungai Mudal karena jalan yang cukup menanjak.

Saya dan teman-teman berkunjung pada Minggu 20 Maret 2016. Berangkat dari markas besar yaitu kontrakan teman saya bernama Aripin kami berenam berangkat. Perjalanan macet saat masih di kota Yogyakarta, arah kami adalah jalan Godean. Hanya 1 dari teman kami yang tahu lokasi, sehingga kami selalu berjalan beriringan. Sampai jalan Godean perjalanan kami mulai lancar tanpa halangan, sampai perempatan Nanggulan ke barat mulai terasa wisata alam Kulon Progo dengan hamparan sawah dan perbukitan.

Jalan menanjak pelan-pelan kami lewati. Butuh extra hati-hati. Tanjakan cukup membuat motor matic saya bergetar, untuk saya memboncengkan teman yang kurus. Terlihat beberapa pesepeda juga ikut menaklukan tanjakan walaupun ada juga dari rombongan mereka yang nuntun. Begitu ganasnnya tanjakan menuju Goa Kiskendo sampai-sampai saya berpapasan dengan pengendara yang berhenti untuk mengademkan mesin motornya dan istirahat. Saya, lanjut terus.

Sempat terbesit untuk mampir di Goa Kiskendo, namun teman saya didepan memacu motornya cukup kencang. Ada air terjun juga di sisi kanan jalan yang cukup besar debit airnya dan tidak ada keterangan air terjun apakah gerangan itu. Saya sempat teriak ke teman saya Aripin, menyuruh memberi nama air terjun itu karena tak bernama. Hampir sampai lokasi kami menemui hutan pinus, ini yang membuat adem dan keren sebuah hutan, penduduk disini beruntung sekali ada hutan pinus yang masih asri.

Jalan berbatu mulai menghantui motor-motor kami. Dan penderitaan motor kami akhirnya berhenti saat papan petunjuk Taman Sungai Mudal menunjukan arah yang semakin dekat. Kami sampai di Taman Sungai Mudal di parkiran bawah. Selesai membayar retribusi masuk dan parkir kami tempatkan kendaraan kami yang strategis dan aman. Melihar birunya kolam langsung membuat saya gatal untuk mengabadikan, ya wajib jepret dulu sebelum menceburkan diri.

Kolam paling bawah dan besar di Taman Sungai Mudal, lokasi berada dekat parkiran bawah. (c) Nasirullah Sitam
Tak perlu lama untuk berfoto saya langsung mengambil ban yang disewakan oleh satu-satunya warung yang ada di parkiran, harga sewa standar 5000/ban. Saya memilih memakai perlengkapan seperti ban karena katanya kolam ini cukup dalam. Saya mengukur dengan terjun dari tebing kira-kira sekitar 2-3 meter kedalaman kolam ini. Saya tidak berani macam-macam kalau bertemu dengan kolam dalam seperti ini, maklum keahlian renang saya di bawah rata-rata.

Kolam ini cukup dalam, pokoknya hati-hati ya. (c) Nasirullah Sitam
Sebelumnya saya kira Taman Sungai Mudal hanya kolam dengan air terjunnya saja. Ternyata saya salah. Kolam bawah yang pertama saya kunjungi ini ternyata hanya secuil dari komplek Taman Sungai Mudal. Saya diajak teman untuk naik ke atas melewati air terjun yang bertingkat-tingkat, disisi air terjun terdapat juga jembatan bambu dan anak tangga untuk pengunjung yang tidak ingin terkena cipratan air.

Sampai diatas saya baru ngeh, oh ini toh yang dimaksud Taman Sungai Mudal. Taman Sungai Mudal memang benar-benar berbentuk taman penuh bunga yang sebagian masih proses tanam. Ada beberapa gazebo dan gardu pandang yang dipakai juga untuk wahana flying fox. Konsepnya seperti taman bermain alam, beberapa orang juga menggunakan hammock untuk menikmati alam di taman ini.

Ada tulisan besar penanda objek wisata Taman Sungai Mudal yang terpampang jelas di dinding bukit. Sayangnya beberapa pohon menutupi tulisan ini, mau dipotong sayang juga mungkin terhadap pohon tersebut. Sungai Mudal adalah nama sungai yang mengairi air terjun dan kolam-kolam dibawahnya. Sungai ini berasal dari mata air yang berbentuk goa. Airnya sangat jernih, namun saya tidak berani untuk turun ke mata air walaupun tidak ada larangan untuk hal tersebut.

Tulisan Taman Sungai Mudal, tempat wajib berfoto tapi pohonnya itu loh. (c) Nasirullah Sitam
Jembatan bambu di depan mata air sungai Mudal. (c) Nasirullah Sitam
 Jumlah wisatawan lebih banyak di bagian taman. Awalnya saya kira sepi karena tidak banyak yang bermain di kolam bawah, eh ternyata pintu masuk utama memang berada di atas, kami yang menuju tempat ini dari bawah mungkin kelewatan saat ada petunjuk arah parkiran bagian atas. Wisatawan banyak yang memakai fasilitas gazebo sederhana untuk berteduh. Anak-anak bermain air yang kondisinya dangkal dan tidak terlalu berbahaya seperti dibawah.

Pintu masuk Taman Sungai Mudal (c) Nasirullah Sitam
Karena penasaran, kami lewat parkiran atas untuk turun ke bawah. Memang sudah ada jalurnya dan langsung menuju kolam bawah walaupun sedikit memutar jauh ketimbang lewat pinggir air terjun. Lanjutlah acara bermain air kami. Air di sungai Mudal lumayan dingin, mungkin karena sudah tergolong pegunungan. Mumpung masih musim hujan sehingga debit air terjun sedang banyak-banyaknya, segeralah bermain kesini.

Salah satu air terjun di sungai Mudal. (c) Nasirullah Sitam
Atraksi salto teman saya. (c) Nasirullah Sitam

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar