Rekomendasi Wisata Sehari Di Gunungkidul Yang Komplet 1

11/27/2016
Rekomendasi Wisata Sehari Di Gunungkidul Yang Komplet

Kabupaten Gunungkidul memang tidak cukup hanya dijelajahi dalam waktu sehari saja. Ada banyak lokasi wisata yang akan memuaskan hasrat liburanmu. Mulai dari desa wisata dengan pemandangan yang indah, sentra kerajinan unik, goa-goa eksotis yang dapat dijelajahi, puluhan pantai dengan pasir putih atau spot adrenaline-nya, dan tak lupa ragam kuliner khas yang menggugah selera serta menantang untuk dicoba.

Namun, jika kita hanya pekerja kantoran, traveler akhir pekan, selalu sibuk yang tentunya hanya punya waktu sehari saja? Hmmm... saya sendiri sering bertanya-tanya. Enaknya kemana saja ya sehari di Gunungkidul. Pokoknya dalam sehari mendapat wisata yang komplit dan mencakup semua yang saya katakan di awal tadi. Dengan catatan sehari ini dimulai dari kota Jogja, karena ya saya orang Jogja dan pasti para wisatawan memulai petualangan dari Jogja juga kan.

Petualangan akan saya mulai pada pagi hari. Tidak perlu pagi-pagi buta karena perjalanan wisata akan saya mulai dari lokasi paling dekat dengan kota Jogja. Di ujung paling barat kabupaten Gunungkidul ada kecamatan Patuk yang berbatasan langsung dengan kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Di kecamatan Patuk ada bukit bintang, beberapa desa wisata yang memiliki keunikan, dan yang paling kekinian adalah komplek Gunung Api Purba Nglanggeran. Untuk pemanasan, saya lebih memilih mengunjungi desa wisata terlebih dahulu.

MENGUNJUNGI DESA WISATA (KAMPUNG EMAS PLUMBUNGAN)

Desa Wisata Kampung Emas ini berada dekat dengan Gunung Api Purba Nglanggeran. Kira-kira berada di sebelah selatan dari Embung Nglanggeran. Lokasi tepatnya berada di pedukuhan Plumbungan, desa Putat, kecamatan Patuk, Gunungkidul. Melihat desa wisata di awal perjalanan sehari di Gunungkidul sangat tepat karena aktivitas desa wisata lebih banyak pada pagi hari. Apalagi suasana fresh pedesaan akan menambah mood kita untuk berwisata.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Saat saya datang, kebetulan saya disambut oleh para penari cilik. Terkadang, setiap tamu yang datang memang disambut oleh tari-tarian penyambutan. Dengan gerakan yang semi-kompak, para penari cilik ini menari untuk saya dan pengunjung lainnya. Gerakannya menggemaskan karena para penari adalah anak-anak kecil seusia taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Kami menerima sambutan tersebut di dalam sebuah pendopo yang dibangun dipinggir sawah sembari menikmati minuman Wedang Seruni dan panganan tradisional seperti pisang rebus, kacang rebus dan getuk goreng.

A video posted by Ardian Kusuma (@ardiankoesoema) on


Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Wedang Seruni yang khas dari Kampung Emas ini tentunya adalah minuman yang bahan bakunya berasal dari kebun-kebun warga. Rasanya mirip wedang jahe. Manfaatnya adalah untuk menyegarkan badan. Minuman ini sangat baik untuk kesehatan kata pengelola Kampung Emas Plumbungan. Kampung Emas Plumbungan memang terkenal dengan sawah dan hasil perkebunannya. Sawahnya terbentang luas dan bertingkat-tingkat. Mengingatkan saya akan hamparan sawah di Ubud, Bali. Perkebunannya memiliki hasil bumi yang bermanfaat. Selain wedang Seruni, yang khas dan menjadi unggulan dari Kampung Emas adalah Kuliner Berkat Ndalem

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Kuliner Berkat Ndalem adalah sajian Ingkung Ayam utuh lengkap dengan ubo rampenya. Menikmati kuliner Berkat Ndalem ini dilakukan di gubug yang berada di tengah persawahan Kampung Emas Plumbungan yang tentunya menambah keunikan dan pengalaman tidak terlupakan wisatawan. Kata pengelola, saat padi mulai meninggi adalah saat favorit wisatawan untuk datang menikmati sajian kuliner ini. Kalau puncak keramaian Kampung Emas Plumbungan sendiri adalah saat Festival Dewi Sri.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Festival Dewi Sri adalah tradisi syukuran yang dilakukan masyarakat Kampung Emas Plumbungan untuk mensyukuri panen rayanya. Tradisi ini sebenarnya telah dilakukan turun temurun sejak lama. Hanya saja tahun 2016 ini festival ini baru diselenggarakan secara besar-besaran untuk ketiga kalinya. Festival Dewi Sri biasanya ramai wisatawan karena pengunjung dapat menikmati sajian di Kampung Emas Plumbungan secara cuma-cuma.

Hasil bumi dari Kampung Emas Plumbungan memang telah meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Bermacam-macam hasil panen mulai dari yang utama adalah padi, sayuran, dan buah-buahan. Untuk buah-buahan, yang sedang panen di bulan ini adalah kakao. Jika ingin mencari kakao yang menjadi bahan utama untuk membuat coklat, maka datanglah ke Kampung Emas Plumbungan dengan segera. Hasil panen yang ada dapat dilihat di sekretariat Kampung Emas Plumbungan.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Jika ingin lebih banyak menjelajahi Kampung Emas Plumbungan. Sekretariat juga menyediakan paket tour jalan-jalan di sekitar perkampungan. Menjelajahi perkampungan dan sungai terdekat. Baik dengan jalan kaki maupun bersepeda. Infonya ada goa menarik di sekitar Kampung Emas Plumbungan. Masih dekat dengan Kampung Emas Plumbungan juga ada desa wisata penghasil kerajinan topeng kayu yang dibatik, Desa Wisata Bobung namanya. 

Souvenir topeng kayu dari desa wisata Bobung sudah dikenal mendunia. Hasil kerajinannya telah diekspor ke luar negeri. Beruntungnya saya karena kebetulan desa wisata Kampung Emas Plumbungan beberapa warganya ada yang menguasai teknik membuat topeng kayu tersebut dan saat saya datang mereka menampilkannya. Beberapa pengunjung tertarik untuk belajar. Di mata saya, membatik pada topeng kayu dan membuat kerajinan mainan kayu tampaknya cukup sulit, namun mereka yang terbiasa sepertinya terlihat sangat mudah.

Wisata di desa wisata tidak perlu sampai siang. Menjelang siang saya sudah bersiap untuk destinasi selanjutnya, dan tentunya destinasi yang wajib di Gunungkidul yakni pantai. Kira-kira pantai mana ya? Oh iya, desa wisata kabupaten Gunungkidul yang jaraknya dekat dengan kota Jogja cukup banyak, salah satunya adalah Desa Wisata Jelok yang belakangan ini juga menjadi favorit wisatawan. Jadi pilihannya banyak, tergantung minat mau kemana. Yang jelas desa wisata di Gunungkidul selalu menambah mood untuk berwisata.

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan, Kuliner Berkat Ndalem, Ingkung Emas, Wedang Seruni, Batik Topeng Kayu Desa Wisata Bobung

Desa Wisata Kampung Emas Plumbungan
Jalan Jogja - Wonosari Km. 24, Plumbungan, Putat, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: Andri 0852-5272-0066

Desa Wisata Bobung
Jalan Jogja - Wonosari Km. 24, Bobung, Putat, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: 0813-9204-6433

Desa Wisata Kampung Jelok
Beji, Patuk, Gunungkidul, DIY
Kontak: Sukri 0878-3866-5382


BERBURU WALANG GORENG DAN THIWUL DI KOTA WONOSARI

Perjalanan panjang menuju pantai tentunya butuh asupan cemilan di perjalanan. Perjalanan pasti akan melewati kota Wonosari. Nah, di kota Wonosari kita dapat mampir di beberapa toko oleh-oleh yang menyediakan makanan khas Gunungkidul.

Walang Goreng adalah kuliner khas Gunungkidul yang sangat jarang ditemui di tempat lain. Walaupun kita tahu, walang atau belalang ada dimana saja. Daerah Gunungkidul yang banyak ditumbuhi pohon jati membuat populasi belalang kayu sangat besar. Sehingga masyarakatnya menangkap dan menjadikan belalang kayu tersebut lauk. Lambat laun belalang kayu goreng juga dinikmati wisatawan yang singgah di Gunungkidul. Untuk itu pengemasan yang lebih rapi dan variasi rasa yang bermacam-macam membuat kuliner belalang goreng makin dicari wisatawan.

Makanan khas ini memang menantang untuk dinikmati. Jika kita terus memandang belalang yang akan kita makan, tentunya rasa ngeri yang akan hinggap di pikiran kita. Tetapi kalau sudah ada di kunyahan mulut, belalang goreng ini bikin nagih. Rasanya mirip udang goreng yang renyah dan gurih. Tentunya belalang goreng ini masih termasuk makanan yang halal yang kaya akan protein. Di sepanjang perjalanan menuju pantai dari Kampung Emas saya tak berhenti melahap belalang goreng produksi Pak Gareng. Belalang goreng pak Gareng termasuk merk yang sering dicari, belalang goreng pak Gareng dapat ditemukan di pusat oleh-oleh di kota Wonosari. Selain menyantap belalang, saya juga icip-icip jangkrik goreng loh, masih produksi dari pak Gareng juga.

Walang Goreng Pak Gareng, Jangkrik Goreng Pak Goreng
Walang Goreng Pak Gareng, Jangkrik Goreng Pak Goreng

Kalau oleh-oleh yang mainstream dari Gunungkidul tentu saja adalah Thiwul. Yang paling terkenal adalah Thiwul Yu Tum yang dapat kita peroleh di salah satu tokonya yang berada strategis di pinggir jalan Jogja-Wonosari. Kalau ingin thiwul yang beda, cobalah cari Thiwul Manis Pak Lambang. Yang membuat thiwul produksi pak Lambang ini beda adalah bentuknya mirip Pizza yang memiliki toping diatasnya. Ada banyak varian toping yang dapat kita nikmati, coklat, keju, nangka bahkan ada toping kopi di thiwul manis pak Lambang ini.

Thiwul Manis Pak Lambang

Walang dan Jangkrik Goreng Pak Gareng
Dapat dicari di toko oleh-oleh di kota Wonosari

Gathot Thiwul Yu Tum
Jalan Wonosari - Jogja Km. 3,5 Logandeng, Playen, Gunungkidul, DIY

Thiwul Manis Pak Lambang
Jalan Baron Km. 4, Gunungkidul, DIY



Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
27 November 2016 20.29 delete

Walang goreng. Ish, saya mah gila liatnya juga zzz. Hewan-hewan serangga tuh gimana ya ... -,-

Reply
avatar
28 November 2016 17.26 delete

wah boleh juga nih tempat sebagai referensi jalan-jalan saya.
kira-kira pak selain kegiatan manusianya, ada spot fotografi yang menarik enggak?
kebetulan saya lagi merintis blog fotografi di
gariswarnafoto[dot]com
silahkan mampir juga pak kalau kebetulan cari tips fotografi

Reply
avatar
28 November 2016 22.35 delete

aku udah pernah ke Kampung emas, sayangnya g pas ada aktivitas wisata di sana.

edan. aku belum berani makan belalang GK. haha.

Reply
avatar
29 November 2016 09.57 delete

Belalang masih mending mas Hanif, coba lihat gambar jangkrik.. hahaha...

Reply
avatar
29 November 2016 09.59 delete

Pantai-pantai di Gunungkidul bagus pak, apalagi view dari atas.. Kalau sunset di Wediombo yang bagus..

Reply
avatar
26 Desember 2016 11.19 delete

Belalang goreng Pak Gareng ini emang bener2 melegenda ya.....patut dicoba kok....rasanya unik

Reply
avatar
3 Januari 2017 10.08 delete

Bikin ketagihan, tapi beli dipinggir2 jalan juga rekomended.. bantu mereka juga kak

Reply
avatar