Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

3/02/2017

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Gunung Tidar adalah sebuah gunung yang berada di tengah kota Magelang. Gunung setinggi kurang lebih 500 mdpl ini seolah menyambut kita saat berkunjung di kota Magelang. Gunung Tidar tentunya punya hikayat atau legenda yang menyertainya. Hikayat tersebut meninggalkan jejak yang masih dapat kita saksikan.

Banyak artikel di dunia maya yang menceritakan hikayat Gunung Tidar. Walaupun diceritakan dalam berbagai versi, namun inti cerita tetaplah sama. Hikayat Gunung Tidar bercerita tentang kisah para dewa yang menyeimbangkan pulau Jawa dengan pakunya dan kisah ulama yang datang ke gunung ini pada jaman dahulu untuk melawan penguasa gaib di Gunung Tidar yang meresahkan masyarakat sekitar.

Hikayat paling tua dan dipercaya secara kejawen adalah keberadaan tugu Sa Sa Sa yang berarti Sapa Salah Seleh (Siapa Salah Ketahuan Salahnya). Tugu ini tak hanya memberikan kata yang bermakna untuk kebaikan namun tugu Sa Sa Sa inilah yang disebut-sebut sebagai pakunya tanah Jawa yang ditancapkan para dewa untuk menyeimbangkan tanah Jawa. Kata "paku" di Gunung Tidar juga diartikan sebagai titik tengah pulau Jawa oleh sebagian orang.

Saya belum dapat informasi mengenai gambaran bentuk asli tugu Sa Sa Sa pada jaman sebelum sekarang. Tugu ini sekarang lebih dijaga rapi dengan pagar yang mengelilinginya. Pada Festival Tidar yang diselenggarakan pada akhir Desember 2016 lalu, tugu ini diberi sesajen oleh masyarakat sekitar Gunung Tidar sebagai persembahan masyarakat Gunung Tidar dengan maksud ruwatan.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Perjalanan untuk menapak tilas hikayat Gunung Tidar sebenarnya dapat dimulai dari awal kita mendaki Gunung Tidar. Mulai dari bawah hingga ke puncak akan ada tiga makam bersejarah dan sebuah petilasan. Untuk masuk di Gunung Tidar yang diperlukan adalah fisik yang sehat karena kita akan mendaki melalui tangga yang lumayan menguras tenaga jika kita tidak terbiasa.

Makam Syaikh Subakir

Banyak versi mengatakan bahwa beliau berasal dari daerah Turki, namun versi lain mengatakan pula beliau berasal dari Baghdad. Niatan Syaikh Subakir untuk berdakwah di sekitar Gunung Tidar ditentang oleh puluhan penghuni gaib penghuni Gunung Tidar. Namun para penghuni gaib tersebut tidak tahu akan kesaktian Syaikh Subakir.

Konon katanya, dengan tongkatnya Syaikh Subakir melawan semua penghuni gaib untuk pergi meninggalkan atau tidak mengganggu masyarakat sekitar Gunung Tidar. Usaha Syaikh Subakir tersebut membuat beliau disegani sehingga dengan mudah Islam dapat menyebar di Kota Magelang.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Makam Kiai Sepanjang

Kiai Sepanjang bukan nama tokoh seseorang, nama ini adalah julukan dari tombak milik Syaikh Subakir. Tombak Kiai Sepanjang ini digunakan untuk melawan hal-hal gaib yang menguasai Gunung Tidar. Dengan bantuan tombak Kiai Sepanjang, Syaikh Subakir berhasil melawan penghuni gaib Gunung Tidar.

Makam yang dipercaya menjadi tempat penyimpanan tombak Kiai Sepanjang memiliki ukuran yang tidak biasa. Menurut kabar, panjang tombak Kiai Sepanjang adalah 3,5 meter, menurut kabar yang lain ada yang mengatakan mencapai 7 meter. Yang jelas tombak Kiai Sepanjang adalah salah satu pusaka yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa pada khususnya.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Makam Kiai Semar

Kiai Semar adalah penghuni gaib yang menjadi penguasa di Gunung Tidar. Nama lain dari Kiai Semar adalah Kiai Ismoyo. Makam atau petilasan dari Kiai Semar lebih harus masuk kedalam hutan daripada makam atau petilasan yang lain. Tempatnya yang sedikit tersembunyi membuat tempat ini terkesan singup dan sepi. 

Walaupun tersembunyi, makam Kiai Semar terkesan lebih mencolok dengan warna kuning dan ukuran bangunan yang besar. Bentuk bangunannya menyerupai tumpeng dengan hiasan mirip keris di puncaknya. Pada bagian bawah dikelilingi oleh tembok segi empat berornamen naga yang memiliki pintu pada bagian utara dengan ornamen gambar tokoh pewayangan Semar.

Selain dipercaya sebagai penguasa gaib Gunung Tidar, makam Kiai Semar juga banyak dipercayai masyarakat sebagai makam tokoh Semar dalam pewayangan. Banyaknya versi ini karena belum pastinya catatan cerita yang ada. Saat saya kesini, saya tidak bertemu juru kunci makam untuk mendapat informasi lebih detail.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Petilasan Pangeran Purboyo

Lokasi petilasan ini hanya ditandai sebuah batu nisan. Lokasinya berada di bawah pohon beringin berukuran besar di pojok tenggara puncak Gunung Tidar. Petilasan ini ada karena dulu kabarnya Pangeran Purboyo pernah bersemedi dibawah pohon beringin tersebut. Petilasan Pangeran Purboyo paling tidak terawat daripada situs yang lainnya.

Ada tiga versi mengenai siapakah Pangeran yang dimaksud, karena gelar Pangeran Purboyo ada di tiga daerah berbeda yakni Mataram, Banten dan Kartasura. Namun jika ditarik garis lurus geografis dan wilayah kekuasaan, Pangeran Purboyo dari Mataramlah yang paling mendekati. Pangeran Purbaya dari Mataram adalah putra dari Panembahan Senopati yang lahir dari istri putri Ki Ageng Giring.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Gunung Tidar Sebagai Wisata Unggulan Di Kota Magelang

Gunung Tidar termasuk wisata yang layak disebut wisata unggulan di Kota Magelang. Berada di jantung kota, Gunung Tidar mudah diakses oleh wisatawan yang ingin berkunjung disana. 

Banyak hal dapat kita lakukan di Gunung Tidar selain wisata ziarah, antara lain adalah wisata olahraga dan wisata konservasi hutan kota. Bahkan kita juga dapat wisata kuliner saat berada di pertokoan terminal lama Gunung Tidar, seperti menikmati Kupat Tahu dan Sop Senerek, makanan lezat asli Magelang.

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Hikayat Gunung Tidar dan Peninggalannya

Akomodasi

Untuk berwisata ke Gunung Tidar cukup membayar biaya parkir dan mengisi kotak amal seikhlasnya. Harap hati-hati dengan barang bawaan karena banyak monyet yang terkadang berkeliaran menyambut para wisatawan. Jalur menuju puncak sudah dibuat nyaman. Di dalam Gunung Tidar juga terdapat beberapa tempat untuk istirahat, mushola dan warung-warung kecil.

Untuk menginap, di sekitar Gunung Tidar sudah mulai banyak berdiri hotel yang dapat menjadi pilihan seperti Hotel Safira. Rate harga hotel di Kota Magelang lebih terjangkau dari kota-kota besar di dekat Kota Magelang seperti Jogja atau Semarang.

Peta Lokasi Gunung Tidar

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
6 Maret 2017 09.31 delete

Cerita historis dibalik Gn Tidar menarik, saya taunya Gunung ini salah satu lokasi buat latihan personil TNI. Ada monyet-monyet yang perlu diwaspadai ya hehe

Reply
avatar
6 Maret 2017 10.15 delete

Iya sebagian gunungnya memang untuk latihan TNI

Reply
avatar
9 Maret 2017 16.12 delete

deket AKMIL nih, Thanks ia Pengetahuannya ....
Lembah Tidar yang sakral ..........

Reply
avatar