Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

11/28/2017
Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Ibu Sri Mulyati tidak menyangka, keputusan anti-mainstream nya untuk memotong-motong pisang aroma yang biasa ia jajakan dengan berjalan kaki hingga jauh ke kabupaten Magelang berbuah manis. Kini Pisang Aroma dengan merk Mawar menjadi salah satu kudapan khas dari Temanggung, Jawa Tengah.

Sebelum tahun 2000, Ibu Sri Mulyati hanya menjajakan kudapan renyah ini door to door. Diawali dengan berjalan kaki hingga menggunakan angkutan umum sampai kabupaten Magelang yang notabene jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya.

Dengan modal awal Rp 300.000 yang beliau kumpulkan, pada tahun 2000 ibu Sri Mulyati memberanikan diri untuk mendirikan Kelompok Petani Kecil (KPK) Mawar. Kelompok tersebut pada awalnya hanya beranggotakan 3 orang saja. Hingga tercatat pada tahun 2011, kelompok tersebut berlipat-lipat anggotanya menjadi 35 dengan modal mencapai Rp 300.000.000.

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Kini pada tahun 2017, tidak hanya pisang aroma saja yang dihasilkan KPK Mawar. Kudapan lain yang tak kalah lezat tercipta seperti criping pisang, criping tales, stik tales, tempe kripik dan aneka peyek. Ibu Sri Mulyati telah membuat desa tempat tinggalnya di Dusun Sarangan, Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Temanggung berdikari alias berdiri diatas kaki sendiri.

Dengan semakin besarnya KPK Mawar, Ibu Sri Mulyati juga mulai memikirkan perijinan-perijinan yang diperlukan seperti ijin kesehatan untuk pelbagai produk kudapannya. Beberapa kali tes laboraturium juga dilakukan untuk semakin membuat yakin bahwa produk yang dijualnya juga memiliki gizi yang baik.

Wilayah pemasaran produk KPK Mawar mulai dari Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Beberapa prestasi dari KPK Mawar adalah penghargaan tingkat kabupaten pada tahun 2005, mengikuti gelar karya PKBL BUMN pada tahun 2009 dan nangkring di website resmi kabupaten Temanggung sebagai salah satu produk unggulan.

Sebagai salah satu peserta Media Sosial & Blogger Visit Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 17 Nopember 2017 saya membuktikan kerenyahan pisang aroma potong produksi KPK Mawar. Pisang Aroma merk Mawar memang beda dengan pisang aroma yang berasal dari Jawa Barat, walaupun terdapat kesamaan bahan yang digunakan.

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Belajar Anti-Mainstream Dari Pisang Aroma Temanggung

Pisang Aroma KPK Mawar memiliki tingkat kerenyahan yang lembut di lidah, tidak alot dan manisnya pas. Proses produksinya memang menggunakan tangan-tangan ibu terampil dari desa Gesing sendiri dibantu beberapa bapak-bapak yang jumlahnya lebih sedikit untuk proses penggorengan dan pengepakan.

Pisang Aroma KPK Mawar dan kudapan lainnya dijual dengan harga mulai Rp 10.000 saja dan dapat dibeli langsung di tempat produksinya. Atau kalian dapat mencarinya di toko oleh-oleh terutama yang berada di Jawa Tengah. Untuk pembelian langsung di tempat produksinya silakan menghubungi langsung Ibu Sri Mulyati di nomor 081328026434 atau datang langsung ke KPK Mawar dengan melihat peta di bawah ini.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
30 November 2017 11.48 delete

itu yang lagi di goreng, kok menggoda banget

Reply
avatar
1 Desember 2017 18.18 delete

Penggorengannya masih tradisional ya.

Reply
avatar