Candi Asu, Dari Monumen Peringatan, Tempat Istirahat, Hingga Pemujaan Arwah

7/10/2016

Sekilas nama Candi Asu ini sedikit kasar. Merujuk dari nama Asu yang artinya anjing dalam bahasa Jawa dan sangat sering digunakan sebagai kata umpatan apabila emosi. Ada dua versi kenapa candi yang belum diketahui nama aslinya ini dinamakan Candi Asu. Pertama, karena patung sapi yang bentuknya tidak sempurna karena belum selesai atau telah rusak yang lebih mirip anjing. Kedua, kata asu yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa ngaso yang berarti istirahat, menandakan bahwa candi ini adalah tempat ngaso  atau istirahat penguasa kerajaan di sekitar candi ini waktu itu.



Candi Asu ini berlatar belakang agama Hindu. Bangunannya menghadap ke arah barat, memiliki panjang dan lebar sekitar 8 meter yang telah rusak dan hilang bentuk kubahnya sehingga tidak diketahui ketinggian sebenarnya candi ini. Pertama kali ditemukan oleh De Plink, warga berkebangsaan Belanda. Beliau menggali candi ini bersama warga sekitar. Berdasarkan catatan Balai Pelestarian Cagar Budaya, candi ini didirikan pada masa pemerintahan Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Kayuwangi pada abad ke VIII sehinga umur Candi Asu lebih tua dari situs Candi Prambanan.


Di sekitar Candi Asu ini terdapat area luas pepohonan dan perkebunan. Di kompleks candi terdapat taman yang tertata rapi dan terjaga kebersihannya serta sebuah pos jaga yang kosong. Untuk masuk ke kompleks harus melewati pagar yang tidak terkunci. Hanya sedikit keterangan yang bisa didapatkan dalam papan informasi di dalam kompleks candi ini.



Terdapat relief hiasan mutiara, tanaman dan burung kakaktua yang mengitari dan menghiasi keempat sisi candi. Sebuah patung sapi (Lembu/Nandhi) lebih mirip anjing yang ditemukan di Candi Asu ini mitosnya adalah perwujudan dari Dewindani, seorang dewi yang memiliki hasrat seksual yang tinggi sehingga digambarkan sebagai binatang. Candi Asu dipergunakan sebagai monumen peringatan untuk perilaku seksual yang kebablasan.



Versi yang mengatakan bahwa Candi Asu ini adalah tempat ngaso atau istirahat adalah karena terdapat sumur yang berada di tengah candi ini. Bisa jadi dulu sumur tersebut memang benar-benar terisi oleh air yang dapat dipergunakan. Namun ada juga yang mengatakan maksud dari ngaso atau istirahat adalah "wafat" yang berarti bahwa Candi Asu ini adalah tempat wafat atau makam Rakai Kayuwangi sebagai pendiri candi. Sehingga Candi Asu ini juga digunakan sebagai tempat pemujaan arwah, terutama kepada arwah penguasa.




Jika saya melihat bentuk candi ini dan membaca sedikit informasi yang terpajang di depan candi. Menurut saya candi ini memang belum sempat selesai dikerjakan secara sempurna, walaupun bangunan candi ini tentunya tetap digunakan. Beberapa patung masih dalam bentuk mentah, beda jika kondisi rusak yang masih terlihat ukiran dan pahatannya. Apapun fungsi sebenarnya Candi Asu ini, entah monumen peringatan, tempat istirahat ataupun pemujaan arwah mari tetap jaga kelestariannya. Syukur-syukur Candi Asu ini dapat lebih dipelajari sehingga lebih jelas sejarahnya.



CANDI ASU / CANDI ASU SENGI

Sempat bernama Candi Asu Sengi, merujuk pada nama desa tempat candi ini berada (Desa Sengi, Kecamatan Dukuh, Kabupaten Magelang) lalu kemudian candi ini hanya ditulis dengan nama Candi Asu saja. Berada di lereng Gunung Merapi sebelah barat dekat dengan sungai Pabelan. Untuk menuju ke Candi Asu ini dari Jogja/Magelang dapat melalui rute Muntilan - Jalan Alternatif Ketep Pass - Candi Asu akan berada di kanan jalan sebelum jembatan alternatif sungai Pabelan yang mengarah ke jalan raya Ketep Pass. Jika dari arah Kota Magelang dapat melalui rute Jalan Raya Ketep Pass - Ambil Kanan Arah Alternatif Muntilan - Candi Asu akan berada di kiri jalan.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
11 Juli 2016 13.57 delete

Patung sapi yg dibilang asu nya mana?

Reply
avatar
11 Juli 2016 15.02 delete

Aku muter2 gak ada.. Mau naik batunya liyut2.. dapet referensi dari berbagai sumber...

Reply
avatar