Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

9/15/2018
Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Kini banyak bermunculan kuliner bertemakan "ndeso" dengan tentunya memiliki menu yang ndeso pula. Biasanya bangunannya pun mengikuti pakem ndeso, kalau tidak joglo pasti limasan. Karena memang suasana restoran dan menu wajib selaras agar nuansa ndeso terasa.

Dari beberapa restoran yang bertemakan ndeso, ada satu yang sedikit beda karena suasana ndeso-nya berakulturasi dengan budaya Bali, tidak hanya sebatas budaya Jawa. Dan menunya kalau boleh saya bilang lebih eksklusif karena disajikan dengan tatanan yang teratur, tidak prasmanan seperti restoran ndeso lainnya.

Selamat datang di Disawa Pawon Resto. Sebuah restoran ndeso dengan menu mewah di kawasan utara Maguwoharjo, Sleman atau tepatnya di Jalan Sawahan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY. Disawa Pawon ini berkonsep unik, kental dengan budaya Jawa namun ada sedikit budaya Bali di beberapa sudutnya. Sebelum masuk restoran saya disambut hamparan sawah yang benar-benar ditanami padi. Melewati benar-benar pematang sawah. Belum masuk restorannya saya sudah disuguhi kesan unik. 


Di depan restoran terdapat ornamen pertanian khususnya padi. Properti bertani seperti jerani, pakaian jawa dan peralatan-peralatan pendukungnya semacam caping, cangkul ataupun pernak-pernik ibu tani seperti kendi dan gelas-gelasnya ada. Ternyata memang segala properti tadi tak hanya hiasan namun dapat pula kita kenakan untuk berfoto ala-ala dan kita tak perlu menambah biaya untuk itu alias gratis sewa.

Masuk ke restoran mengingatkan saya pada sebuah toko batik di pojok selatan Malioboro. Ada sedikit bau dupa. Mungkin sengaja dibakar untuk relaksasi. Namun, semoga itu tidak menjadi blunder karena sebagian orang sedikit anti dengan bau-bauan yang menyeruak tajam.

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Saya duduk di ruangan restoran yang sebagian ruangan dalamnya terbuka menghadap utara. Kalau hari cerah saya haqul yakin Gunung Merapi akan terlihat jelas. Di utara restoran adalah hamparan sawah juga. Namun saat itu tidak ada petani yang hadir. Kemungkinan karena saya datang saat sore. Sore bukan waktu yang tepat untuk pergi ke sawah.

Kondisi Disawa Pawon Resto yang terbuka membuat aliran udara sejuk leluasa masuk ke dalam restoran. Kini saya paham, mungkin dupa sengaja dibakar untuk menetralisir bau becek tanah sawah yang sedikit amis. Baiklah, ini lebih masuk akal daripada membakar dupa untuk sekedar wewangian atau nuansa.

Saat di restoran saya bertemu dengan Bapak Budi, sang pemilik Disawa Pawon Resto. Sebenarnya restoran ini dimiliki oleh dua orang. Satu lagi bernama Bapak Franky yang saat itu berhalangan hadir di restoran. Kedua sahabat ini bekerja sama untuk membangun restoran dengan modal passion mereka berdua di bidang pariwisata. Kebetulan kedua pemilik Disawa Pawon adalah mantan guide.

Bapak Budi kemudian menyajikan beberapa menu andalannya kepada saya. Walaupun hanya makanan ndeso seperi gereh (pindang), ayam goreng, nila bakar ataupun sate lilit. Tetapi penyajian Disawa Pawon Resto patut diacungi jempol. Saya semakin mengacungi jempol karena menu minumannya lain dari biasanya. Ada es teler Disawa yang wah, wedang rempah, dan beberapa kopi serta jamu. Tak lupa pula minuman ringan untuk tamu mancanegara. Dan satu yang paling saya favoritkan adalah Kopi Luwak.

Kopi Luwak di Disawa Pawon Resto termasuk paling terjangkau seantero Yogyakarta. Untuk itu walaupun kamu tak berniat mencicipi hidangan, kamu dapat mencicipi Kopi Luwak yang dihadirkan langsung dari para petani Kopi Luwak di Bali. Kamu juga dapat membelinya secara kiloan. Nah, penasaran dengan  menu di Disawa Pawon Resto. Biarkanlah foto dibawah ini yang bicara:

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

Disawa Pawon: Kuliner Ndeso yang Mewah

DISAWA PAWON RESTO
Jl. Sawahan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta 55584

Share this

Content Creator, Founder @nyetritbareng, Admin @kopi.web.id, 5th Place Winner APWI Kemenpar 2018 & 4th Place Winner APWI Kemenpar 2019.

Related Posts

Previous
Next Post »

Add your comment EmoticonEmoticon