Menikmati Sore di Angkringan Tobat

5/18/2016
Angkringan selalu menjadi salah satu pilihan wajib a'in saya jika sedang tidak dirumah. Tempat pemuas lapar iya, tempat sekedar nongkrong juga iya. Angkringan ini juga sebagai pusat berbagai karakter orang datang. Berbagai ragam orang dapat kita temui jika berada di angkringan. Baik dengan logat tutur kata ataupun dengan celotehannya. Menandakan dia lokal atau pendatang.


Begitu banyak angkringan yang dapat kita temui di Jogja. Semula berawal dari sebuah gerobak dorong yang diberi peneduh terpal. Paling sering kita menjumpai terpal warna oranye dan biru dengan coretan seadanya yang menandakan nama pemiliknya, paling sering sih Min atau Man. Lalu di sebuah lubang yang dibawahnya terdapat tungku batubara, berjejerlah tiga buah ceret dengan gagah perkasa.

Lalu seiring waktu mulailah bermunculan angkringan modern. Angkringan ini bukan untuk menggantikan angkringan tradisional yang sudah menjadi pakem  para konsumennya. Angkringan modern dengan konsep semacam kafe hanya untuk mengakomodasi tempat yang lebih luas dan tentunya jangkauan masyarakat yang lebih luas. Angkringan modern mahal? ah tidak juga. Angkringan modern menunya bukan seperti angkringan? tentu menunya khas angkringan, namun malah lebih variatif.

***

Jalan Affandi sore hari yang padatnya bukan main membuat saya lelah untuk gas motor saya. Melewati jalan ini ibarat kalau tidak terpaksa ya ndak usah. Saat itu saya kebetulan ada acara kumpul komunitas blogger Jogja di sebuah warung makan yang terletak di utara terminal Condongcatur. Warung makan yang menjadi tujuan saya ternyata bernama Angkringan Tobat.

Angkringan ini belum lama dibuka. Tanggal 2 Oktober 2015 Angkringan Tobat ini baru mulai buka, baru sekitar 6 bulan lebih sedikit. Yang spesial dari Angkringan Tobat adalah Sego Tobat, nasi bakar yang nendang pedasnya ini menjadi ciri khas angkringan ini. Buka mulai pukul 4 sore hingga 12 malam Angkringan Tobat ini sangat cocok untuk nongkrong anak muda yang tidak ingin jauh-jauh bermacet-macetan di kota Jogja.



Lokasi yang mudah ditemukan dan dekat dengan kampus seperti Univ. Mercu Buana, UPN, Amikon dan Univ. Sanata Dharma membuat angkringan ini cukup strategis. Harga yang ditawarkanpun bersahabat. Harga yang pas dengan kantong mahasiswa. Menu angkringan tentu komplit ada walaupun konsep yang ditawarkan modern yang jauh lebih mirip kafe daripada angkringan.

Ada sego kucing yang pasti wajib ada, lalu sate usus, sate kerang, sate jamur, kepala bacem, ceker bacem, gorengan, dan lain-lain. Karena berkonsep kafe, menu minuman jauh lebih variatif dan bermacam-macam. Ada minuman spesial dari Angkringan Tobat ini, yakni Kopi Kalosi dari Toraja, Kopi Mandheling dari Sumatera, dan Kopi dari Kintamani Bali. Kopi tersebut juga bisa dibeli dalam versi bubuk untuk dihidangkan dirumah.








Sego Tobat yang saya bicarakan di awal tadi. Adalah nasi yang dibakar dengan bubuk cabe dan kecap, yang dibakar dengan cekatan oleh pramusaji Angkringan Tobat. Saya bisa bilang cara saji nasi bakar ini cukup unik karena tidak banyak yang memiliki ide nasi bakar yang diberi bubuk cabe saat dibakar. 

Menu uborampe lain pun dengan senang hati pramusaji akan bakarkan untuk konsumen. Beberapa sate dan gorengan yang saya ambil saya mintakan untuk dibakar agar lebih enak dan hangat. Coba bayangkan betapa mantapnya sate dan gorengan yang dibakar ala angkringan. Beda loh dengan bebakaran pada umumnya.



Melepas sore di Angkringan Tobat sangat direkomendasikan. Atau malam hari di Angkringan Tobat pun tak jadi soal, daripada jauh-jauh ke kota. Tips ini bagi warga Condongcatur dan sekitarnya ya. Angkringan modern tentu juga tak lepas dari fasilitas lain selain kuliner, yup wifi gratis hampir pasti selalu ditawarkan. Jadi mencari akses internet juga dapat menjadi alasan ke Angkringan Tobat.




Menikmati angkringan akan selalu menjadi pilihan bagi konsumen setianya. Dengan adanya angkringan modern seperti Angkringan Tobat saya haqqul yaqin tidak akan merendahkan angkringan traadisional. Dengan adanya Angkringan Tobat yang berlabel modern inipun pasti penikmat angkringan akan semakin banyak. Jadi ayo kuliner ke angkringan, dan jangan ragu untuk mencoba angkringan modern seperti Angkringan Tobat.



Oh iya hampir lupa, kenapa nama angkringannya adalah Angkringan Tobat. Itu karena pemiliknya mendapat ilham saat beribadah. Jadi harus rajin-rajin beribadah juga ya siapa tahu bisa buka angkringan. :p



Angkringan Tobat

Alamat: Jalan Sukoharjo RT01/RW08, Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam Buka: Senin s/d Sabtu pukul 16.00-24.00 WIB (Minggu Tutup)
 IG: @angkringantobat
 Booking Telp: 081-804-150-031

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
4 Juni 2016 10.12 delete

Unik Mas, Urip Paribasan Mampir Ngangkring..hahaha..salam kenal Mas...

Reply
avatar
12 Juni 2016 06.36 delete

mantab dan bisa jadi inspirasi mas

Reply
avatar