iJOGJA, Perpustakaan Digital dari Jogja

7/18/2016
Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan menjajal versi beta aplikasi yang akan segera di launching ini. Sebuah aplikasi perpustakaan digital persembahan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Aplikasi ini diharapkan akan mempopulerkan sistem peminjaman perpustakaan digital di Jogja pada khususnya.



Aplikasi ini bernama iJOGJA. Nama yang sederhana namun mudah diingat. Pelafalannya memberi kesan produk teknologi masa kini. Hanya saja logo aplikasi masih terlalu sederhana menurut saya karena baru berupa tulisan dengan kotak merah.


Aplikasi dengan platform android yang segera akan hadir di Play Store ini memiliki ukuran sekitar 34 megabytes, ukuran yang lumayan besar. Saat terinstall di smartphone android saya yang memiliki Ram 1 gigabytes, aplikasi iJOGJA sangat lancar dan anti-lag. Itu berarti aplikasi ini tidak memerlukan spesifikasi smartphone yang tinggi. Server saat mendaftar dan log-in aplikasi juga cukup cepat walaupun aplikasi yang saya gunakan masih versi beta


Cara mendaftar akun di aplikasi iJOGJA sangat mudah, kita hanya memerlukan email, nomor telepon dan siapkan password aman yang mudah diingat untuk mendaftar. Tidak ada konfirmasi akun pada email. Cara registrasi sederhana seperti ini cukup memudahkan pengguna yang tidak suka dengan ribet.


Setelah sukses mendaftar kita akan masuk ke dalam tampilan aplikasi iJOGJA yang memuat deretan buku digital yang dapat dipinjam pada tab bergambar logo buku yang terbuka, pada daftar koleksi buku kita bisa memilih kategori buku mulai dari rekomendasi, terbaru, ataupun terpopuler. Lalu pada tab kedua adalah ePUSTAKA. ePUSTAKA ini adalah perpustakaan yang nantinya akan kita pinjam koleksi digitalnya. Sementara ePUSTAKA yang tersedia adalah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta atau Grahatama Pustaka yang memiliki hampir 300an koleksi buku digital.


Pada tab TIMELINE yang berada di tengah bergambar gapura adalah menu yang mirip dengan beranda pada sebuah sosial media. Di menu ini kita dapat melihat teman yang kita miliki sedang meminjam buku apa atau sedang mengikuti ePUSTAKA mana. Uniknya kita juga dapat memberikan like dan komentar terhadap aktivitas teman.


Tab selanjutnya adalah Rak Buku, tab ini adalah dimana kita bisa membaca dan melihat buku apa yang kita pinjam serta untuk mengetahui waktu peminjaman buku. Saya mencoba pinjam buku "Jalan-jalan kuliner aseli jogja" dan buku "Dhalang, Wayang dan Gamelan: Mengungkap Nilai-nilai Filosofi di Balik Pementasan Wayang pada Masyarakat Jawa". Keduanya adalah koleksi ePUSTAKA Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Jangka waktu peminjaman buku digital adalah 3 hari. Pada tulisan "info" yang berada di bawah itulah kita bisa mengecek status pinjaman kita, berapa masa berlaku buku dan sudah berapa persen buku tersebut kita baca.


Dan untuk tab terakhir adalah Notifikasi, disini akan ditampilkan siapa yang memfollow kita dan informasi-informasi mengenai aplikasi, misalnya info update aplikasi terbaru atau perbaikan bug.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah aplikasi ini dapat membantu sekali pemustaka yang ingin meminjam suatu koleksi di Grahatama Pustaka milik Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah tanpa harus mengunjungi perpustakaan tersebut sehingga menghemat waktu. Walaupun dengan konsekuensi bahwa buku yang kita pinjam adalah versi digital. Namun tak apa, smartphone jaman sekarang sudah nyaman untuk sekedar membaca buku. Jadi mari tunggu aplikasi ini release sambil membaca buku.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
18 Juli 2016 11.31 delete

kereeen ada aplikasinya pula. jaman saya ke perpustakaan dulu masih sangat kuno, hehe

saat itu perpustakaan yang di jalan tentara rakyat di bumijo dan yang di malioboro

Reply
avatar
20 Juli 2016 21.43 delete

seharusnya ditiru oleh daerah2 lain ... masih banyak kota2 besar di Indonesia yang masih begitu2 aja .. padahal tinggak meniru dari kota lain yang memiliki program yang bagus2

Reply
avatar
21 Juli 2016 08.02 delete

Iya nih, BPAD lagi semangat2nya bikin inovasi

Reply
avatar
21 Juli 2016 08.03 delete

Tapi lebih cocok di kota besar kayaknya yang penduduknya banyak yg melek smartphone

Reply
avatar