Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

4/30/2019
Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

Hari Jumat (26/4) yang lalu saya merasa beruntung diajak melakukan kegiatan sosial bertemakan Bangun Rumah Layak Huni untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kegiatan ini saya lakukan bersama Prudential Indonesia dalam program sosial dan kepemimpinan milik perusahaan mereka.

Program CSR sosial dan kepemimpinan tersebut merupakan implementasi Leadership Immersion Programme dari PRUuniversity sebagai upaya Prudential Indonesia membantu karyawan menjadi profesional, salah satunya dengan memperkokoh sifat-sifat kepemimpinan yang berlaku di seluruh bisnis Prudential Indonesia.

Acara dilaksanakan dari pagi, dimulai berangkat bersama dari sebuah hotel di kawasan Prawirotaman, Kota Yogyakarta. Kami berangkat bersama dan sampai di lokasi Desa Selopamioro pukul 09:00 WIB. Sampai di lokasi kami disambut oleh Bapak Kades selaku pemimpin desa dan pihak Habitat for Humanity Indonesia yang mengatur segala proses acara dari awal hingga akhir. Habitat for Humanity Indonesia juga merupakan pihak yang menjadi pelaksana pembangunan rumah layak huni. 

Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

Tak memerlukan waktu lama setelah disambut oleh Bapak Kades, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan ditugaskan membantu pembangunan rumah layak huni. Saya mendapat kelompok yang lokasinya lumayan jauh dari basecamp, tetapi masih masuk wilayah Desa Selopamioro, Imogiri.

Habitat for Humanity Indonesia sebagai pelaksana pembangunan rumah begitu detail dalam melakukan proses pembangunan. Sampai di lokasi kelompok yang saya ikuti. Saya mendapati spanduk besar bergambar alur proses pembangunan sebuah rumah yang sangat detail, bahkan sampai dengan bahan bangunan yang diperlukan selama proses awal hingga akhir.

Kami sebagai "volunteers" dadakan juga diberikan pengarahan safety yang baik. Seluruh anggota kelompok wajib menggunakan peralatan keselamatan seperti helm dan sarung tangan. Ini pengalaman saya melakukan kerja "tukang" dengan peralatan yang aman dan nyaman, biasanya kalau dirumah ya pakai peralatan seadanya saja.

Selama satu jam saya melakukan kerja tidak biasa. Maklum biasanya saya hanya duduk di depan komputer saja. Dengan keringat yang bercucuran saya menghaluskan pasir, mengangkat batako dan membantu memasang besi yang digunakan untuk pojokan dinding. Pengalaman saya dan mungkin para karyawan Prudential Indonesia mungkin semakin tidak akan terlupakan karena cuaca yang sangat panas-panasnya waktu itu.

Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

Karena harus sholat Jumat, pukul 11:30 kami harus kembali ke basecamp untuk istirahat, sholat dan makan siang. Pukul 13:00 tepat kami harus kembali lagi ke lokasi untuk menyelesaikan target yang sudah kami tentukan bersama. Dan pukul 14:00 kami kembali lagi ke basecamp untuk mengikuti seremoni penyerahan kunci rumah layak huni kepada salah satu warga dan juga penutupan kegiatan PRUVolunteers yang berlangsung seharian tadi.

Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia

Acara seremoni dan penutupan dihadiri oleh Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia dan dari pemerintah Kabupaten Bantul langsung dihadiri oleh Drs. H. Suharsono, Bupati Bantul. Beliau mengapresiasi dan berterima kasih atas nama pemerintah daerah Bantul atas program yang dilakukan Prudential Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun rumah-rumah warga masyarakat kurang mampu khususnya di daerah Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Sehari Menjadi Tukang Bangunan Bersama Prudential Indonesia
President Director Prudential Indonesia Jens Reisch (kedua kanan) secara simbolis menyerahkan 30 kunci rumah kepada Bupati Bantul Drs. H. Suharsono dalam acara penutupan Leadership Immersion Programme di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (26/04).
Bagi saya, apa yang dilakukan Prudential Indonesia merupakan Community Investment yang luar biasa. Banyak warga masyarakat desa di wilayah Kabupaten Bantul belum mampu memiliki rumah layak huni, dengan baik hari Prudential Indonesia membantu mewujudkan harapan warga masyarakat. Walau lelah karena tiba-tiba harus menjadi "tukang" selama sehari, saya tidak kapok untuk berkegiatan sosial. Semoga program PRUVolunteers tetap berlanjut seterusnya.

Share this

Content Creator, Fujifilm X-Series Enthusiast, Founder @nyetritbareng Indonesia, Iseng Motret di @purapurangopi

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
30 April 2019 08.42 delete

BUAHAHAHAHAHAHAH
Presiden lagi blusukan dan terjun langsung membangun rumah rakyat. luarbiasa

Reply
avatar
30 April 2019 08.44 delete

Seru kegiatannya...��

Bisa ngrasain kerja beratnya pak tukang. Tapi aku bayangin, betapa leganya si penerima rumah. Dulu mereka ga punya rumah layak huni, trus dapat bantuan...pasti senang sekali

Reply
avatar
30 April 2019 10.30 delete

Ini nih presiden yang benar-benar merakyat dan mau turun tangan *ahaaaay

Reply
avatar
30 April 2019 11.02 delete

Biasanya di depan laptop dan bisa merasakan jadi tukang selama setengah hari, tapi tetap tidak kapok karena bisa mewujudkan untuk mereka hunian yang layak huni

Reply
avatar
30 April 2019 14.14 delete

Seru ya acaranya. Mau ikutan, tapi waktunya pas ndak selo.

Reply
avatar
1 Mei 2019 10.10 delete

seru acarane mas, naik turun jalan sambil nyapa penduduk. Untung air mineral dingin aman stoknya.

Reply
avatar
1 Mei 2019 12.30 delete

ngeri ngeri mas ardian jadi tukang bangunan sehariiiiii.....

Reply
avatar
2 Mei 2019 10.32 delete

akhir April pas Jogja lagi panas-panasnya ya itu mas. totalitas nih ngerasain tukang bangunan lyfe, mantapp

Reply
avatar