2018: Kurang Produktif

1/01/2019
2018: Kurang Produktif

Awal tahun 2018 saya putuskan untuk lebih serius menekuni hobi saya sebagai sebagai seorang fotografer. Sebenarnya saya sudah memiliki kamera sejak dua tahun silam. Saya lebih sering mencoba-coba berbagai merk kamera waktu itu walaupun hanya kelas entry level saja.


TAHUN 2018, TAHUN FUJIFILM

Di tahun ini saya fokus menggunakan kamera merk Fujifilm. Tercatat, ada 4 (empat) seri kamera mirrorless Fujifilm, 1 kamera polaroid Fujifilm dan 1 kamera film Fujifilm yang saya gunakan selama tahun 2018.

2018: Kurang Produktif

2018: Kurang Produktif

2018: Kurang Produktif

Kamera Fujifilm yang saya gunakan hanya kelas entry level saja. Pertama adalah seri Fujifilm X-A3, kemudian saya menambah kamera Fujifilm seri lawas Fujifilm X100, -kamera mirrorless pertama Fujifilm. Impresi saat menggunakan Fujifilm X100 inilah yang kemudian membuat saya jatuh cinta dengan Fujifilm.

MENCOBA MEMULAI PROFESIONAL DENGAN FUJIFILM X-T20

Fujifilm X-T20 adalah kamera Fujifilm ke-3 saya. Bisa dibilang ini seri tertinggi yang pernah saya miliki. Saya melengkapi kamera ini dengan lensa XF35mm F2 dan XF10-24mm F4 selain lensa kit untuk menunjang berbagai keperluan fotografi saya. Terkadang saya meminjam teman atau rental lensa-lensa lain seperti XF55-200mm, XC50-230mm, XF35mm F1.4 dan XF56 F1.2. 

Selama menggunakan Fujifilm X-T20, saya juga menggunakan Fujifilm Instax dan Fujifilm Simple Ace 400. Impresi menggunakan kedua kamera tersebut kurang greget. Mungkin memang hanya karena biaya penggunaan yang relatif mahal.

Fujifilm X-T20 adalah kamera yang membuat saya memenangkan 4 (empat) lomba foto selamat tahun 2018. Total saya menang 5 (lima) lomba foto, 1 lomba foto saya menangkan saat masih memiliki Sony Alpha 6000. Lomba foto tersebut adalah lomba pertama di tahun 2018.

2018: Kurang Produktif

2018: Kurang Produktif

2018: Kurang Produktif

Kamera Fujifilm ke-4 (empat) saya adalah Fujifilm X-E2, ini adalah kamera lawas Fujifilm yang keluar tahun 2014. Menjelang akhir tahun 2018 saya menjual semua kamera dan lensa Fujifilm selain Fujifilm X-E2 ini. Setelah itu saya hanya membeli lensa XF35mm F1.4.

Sementara, saya merasa cukup Fujifilm X-E2 + XF35mm F1.4 ini. Saya sedikit eman-eman sebenarnya untuk menjual koleksi kamera Fujifilm saya. Saya memiliki alasan tersendiri, salah satunya mengurangi beberapa riba yang saya miliki.

Fujifilm sangat menunjang saya untuk meraih beberapa impian yang saya inginkan di tahun 2018. Pencapaian terbesar saya di tahun 2018 adalah menjadi nominator Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2018 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

APWI ini adalah ajang bergengsi bagi pewarta wisata, walaupun dalam berbagai kesempatan saya menolak untuk menyebut diri saya pewarta wisata. Alhamdulillah, saya membawa pulang piala dan piagam sebagai juara harapan 2 sebagai kenang-kenangan.

Di tahun 2018 saya juga hanya bisa sekali menjadi pembicara di acara TravelingYuk, sebuah portal wisata. Saya cukup senang dengan kesempatan tersebut.

2018: Kurang Produktif

5 Lomba Foto, 1 Pembicara dan 1 Anugerah Pewarta (Kategori Blogger) menjadi capaian saya sebagai Blogger di tahun 2018 ini. Kesimpulan saya, 2018 kurang produktif. Semoga di tahun 2019 saya bisa lebih produktif lagi.

2018: Kurang Produktif

Dan semoga panitia lomba, apapun itu, bisa lebih fair. 

Share this

Seorang blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
2 Januari 2019 09.36 delete

Tahun 2019 bakal ngeri. Nanti nggak cuma jadi peserta lomba blog atau foto. Bisa jadi juri sekaligus mentor.

*Makin asyik kalau ngetrip bareng, mayan ada yang motretin & traktir kakakakakakakk

Reply
avatar
3 Januari 2019 12.09 delete

Gak cuman jadi juri atau mentor Mas Sitam, malah bikin lomba sendiri dengan hadiah tanpa melibatkan pihak sponsor :D

Reply
avatar