Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur

7/31/2019
Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Bermain Jip di area DeLoano Glamping
Apa sih yang tercetus saat ngomongin Camping? Sebagai bagian dari kaum milenial, saya tebak yang pertama muncul pastilah keribetan.

Keribetan adalah hal pertama yang terlintas di pikiran saya. Sebagai kaum milenial, kegiatan camping mungkin sudah asing dilakukan. Saya selalu membayangkan mengatur peralatan dan kesiapan fisik untuk camping wajib membutuhkan persiapan yang matang. Apalagi bagi saya yang sudah lama tidak melakukannya. Mengingat, kegiatan camping terakhir saya adalah di masa sekolah menengah, yang mana itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, -saat masih ikut pramuka.

Sebenarnya saat kuliah, saya beberapa kali diajak untuk camping. Namun, saya urung mengiyakan ajakan teman-teman yang memang memiliki minat khusus soal wisata petualangan alam. Saya orangnya biasa saja, belum memiliki tekad berani untuk menikmati alam dengan jangka waktu yang lama apalagi membutuhkan akomodasi yang sedikit "ribet".

Namun selalu terbayang rindu menikmati alam dengan tenda. Dalam beberapa waktu terakhir ini saya malah mendengar istilah baru bernama Glamping. Kata glamping merupakan gabungan dari glamour dan camping. Glamping adalah camping kekinian dengan menggabungkan esensi alam dengan tambahan fasilitas yang sudah sangat memadai.

Beberapa referensi Glamping yang saya temui di media sosial berasal dari Bandung, Jawa Barat. Di Bandung, ada banyak sekali wilayah hutan, -khususnya hutan pinus, yang dijadikan Glamping. Hampir semua lokasinya mudah di temukan di dunia maya. Sebagai calon tamu, kita tinggal memilih lokasi, fasilitas, dan harga yang cocok.

Sebagai orang Yogyakarta, saya iri dengan Bandung karena sudah sangat memanjakan kaum milenial yang rindu dengan camping di alam terbuka. Iseng saya mencari pencarian di dunia maya dengan kata kunci "Glamping". Berharap menemukan sebuah referensi tempat glamping. Saya mengandalkan dunia maya karena biasanya mesin pencari akan memberikan saran terdekat melalui kata kunci yang kita cari. Dan saya terkejut, di dekat Yogyakarta ternyata ada sebuah lokasi Glamping.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Menemukan DeLoano Glamping saat melakukan pencarian di dunia maya

Lokasi Glamping tersebut berada di sebelah Barat Laut Yogyakarta. Tepatnya di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Walaupun masuk wilayah Kabupaten Purworejo, Glamping yang bernama DeLoano Glamorous Camping ini sangat dekat dengan Yogyakarta karena tepat berada di perbatasan antara Provinsi D. I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. DeLoano Glamping juga sangat strategis karena juga berdekatan dengan Candi Borobudur, salah satu dari 10 Destinasi Bali Baru.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Salah satu tenda di DeLoano Glamping
DeLoano Glamorous Camping masuk dalam kategori Nomadic Tourism. Dikelola langsung oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) yang berada di bawah Koordinator Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Merencanakan Mencoba DeLoano Glamorous Camping

Saya membaca beberapa ulasan tentang DeLoano Glamping di dunia maya. Walaupun destinasi baru, sudah banyak ulasan tentang DeLoano Glamping yang bisa saya temukan. Semuanya menampilkan keindahan dan keasikan menikmati camping di alam terbuka namun tetap nyaman karena semua fasilitas untuk tidur dan makan telah disediakan.

Saya kemudian merencanakan untuk menjajal DeLoano Glamping. Kebetulan saat melihat isi konten di akun Instagram resmi milik DeLoano Glamping (@deloano_glamping), saya mendapati promo menginap di tenda hemat dengan harga hanya Rp150.000,- saja. Tentu ukuran harga tersebut sangat terjangkau mengingat fasilitas yang diberikan "katanya" tidak hanya tenda dan kasur saja, tetapi termasuk juga fasilitas hidangan makan malam dan pagi.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat BorobudurMencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur

Dan untuk membuktikannya, saya menghubungi langsung kontak DeLoano Glamping melalui nomor yang tertera di akun Instagram milik DeLoano Glamping tersebut. Saya berencana pesan 1 paket tenda hemat di akhir pekan. Rencananya saya hanya menginap sendiri untuk mencoba-coba dahulu. Siapa tahu cocok dan kelak bisa mengajak teman atau keluarga.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapat balasan chat WhatsApp dari admin @deloano_glamping. Alhamdulillah, hari yang saya inginkan tersedia tenda paket hemat. Saya kemudian di sodori form dan nomor rekening. Dengan sigap langsung saya isi form dan kirim biaya sewa tenda yang harus dibayarkan. Sebagai informasi, pembayaran di DeLoano Glamping bisa dilakukan 50% dahulu.

Hangatnya Sambutan DeLoano Glamorous Camping

Hari H yang saya tentukan untuk menginap di DeLoano Glamping tiba. Hari itu ternyata ada hal yang tak terduga sehingga rencana untuk datang ke DeLoano Glamping saat siang dan menikmati senjanya gagal. Walaupun sudah diingatkan melalui WhatsApp bahwa saya sudah boleh check-in mulai pukul 13.00 siang, namun saya baru bisa menuju kesana dari Yogyakarta pukul 19.00 malam.

Dan karena hanya memakai kendaraan bermotor. Maka mau tak mau saya harus melibas jalanan Kulonprogo yang berkelok-kelok dan berhawa dingin saat malam hari. Jalan dari Yogyakarta menuju DeLoano Glamping sebenarnya sangat mudah dan lancar, begitu pula kondisi jalan yang sudah teraspal dengan baik. Hanya saja karena sudah malam saya harus tetap waspada.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Tempat berkumpul dan makan malam di DeLoano Glamping
Saya tiba dengan selamat di DeLoano Glamping tepat pukul 20.30 malam. Disambut dengan sapaan hangat oleh petugas jaga yang sudah menanti saya karena belum datang juga, -hehe. Petugas jaga malam pun lalu menawari saya hidangan selamat datang berupa secangkir teh panas dan rebusan kacang serta ketela. Luar biasa nikmat sekali menyeruput teh panas. Hawa dingin yang merasuk tubuh lalu berangsur hilang.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Paket makan malam DeLoano Glamping
Saya kemudian diantarkan untuk duduk di bagian depan DeLoano Glamping yang di desain sebagai aula terbuka untuk makan malam. Makan malam yang di sajikan di DeLoano Glamping tidak main-main. Saya disuguhi Gulai Ayam yang lezat dengan porsi yang wah. Di tambah dengan sayuran Cap Cay goreng yang nikmat pula. Lelah (dan lapar) saya seketika hilang saat hangatnya penyambutan pertama di DeLoano Glamping.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Nasi Gulai Ayam + Cap Cay yang enak sekali

Kenyamanan Tenda DeLoano Glamping

Tenda yang dipilihkan untuk saya adalah tenda paket hemat versi couple. Tenda paket hemat versi couple ini dapat di isi maksimal 2 kasur single bed ukuran standar. Perlu dicatat, konsep DeLoano Glamping ini bukan konsep sharing room, jadi saya tidak di campurkan dengan tamu lain bila di hari yang sama ada tamu lain menginap dan memilih paket yang sama.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Tenda yang saya tempati
Dengan konsep tersebut, pernah ada kejadian unik, tenda dengan kapasitas 8 orang pernah hanya di isi oleh satu orang saja, kata pengelola DeLoano Glamping. Memang, kalau dipikir-pikir apa tidak rugi DeLoano Glamping ini. Tapi, sebagai tamu, konsep ini sungguh sangat memuliakan tamu. Saya jadi lebih memiliki privasi. Mau menginap sendirian pun jadi tidak masalah.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Menikmati malam di dalam tenda DeLoano Glamping
Tenda couple yang saya tempati tentu saja terlihat luas di dalam karena saya tidur sendirian. Saya jadi bisa menaruh tas dan peralatan fotografi di sisi lain ruangan pada bagian dalam tenda. Kasurnya empuk, kebersihannya sangat terjaga. Tidak tercium bau yang tidak enak. Di dalam tenda sudah tersedia selimut yang tebal dan handuk untuk mandi. Tentu saja, fasilitas colokan listrik dan lampu penerangan sudah tersedia.

Dan bagi yang tidak ingin tertinggal update media sosial. DeLoano Glamping ini sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis yang lumayanlah untuk mengunggah kegiatan kita selama disana. Sejak tiba hingga siap menikmati kasur empuk DeLoano Glamping, saya sudah cukup puas dengan pelayanan dan fasilitasnya.

Berikut adalah daftar lengkap harga tenda dan fasilitasnya di DeLoano Glamping :
  • Tenda VIP (dapat ditempati 2 orang) dengan fasilitas tenda khusus, kasur besar, 2x makan, 1x rebusan, kamar mandi khusus, tiket Jip Bukit Ngisis. Harga Rp700.000,-/malam. 
  • Tenda Reguler dengan fasilitas tenda kapasitas 6 orang, kasur bed kecil, 2x makan, 1x rebusan, tiket Jip Bukit Ngisis. Harga Rp350.000,-/orang/malam. 
  • Tenda Hemat (PROMO) dengan fasilitas tenda kapasitas 2 atau 8 orang, kasur bed kecil, 2x makan, 1x rebusan. Harga Rp150.000/orang/malam. 
Fasilitas umum bagi tamu yang menginap:
  • Kamar mandi
  • Ruang meeting
  • Mushola
  • Aula
  • Wifi

Menikmati Matahari Terbit Bukit Ngisis

Malam di DeLoano Glamping begitu tenang dan damai. Saking tenang dan damainya, sampai saya harus dibangunkan oleh beberapa alarm yang berbunyi bersahutan di gawai. Saya sengaja mengatur alarm pukul 4.30 karena janjian dengan salah satu penjaga malam DeLoano Glamping yang bersedia mengantarkan saya ke Bukit Ngisis dengan berjalan kaki.

Terima kasih untuk penjaga DeLoano Glamping karena telah menyanggupi permintaan tamu-mu ini walaupun aneh-aneh, yang padahal sudah di sediakan Jip untuk ke Bukit Ngisis, -hehe.

Bukit Ngisis ini adalah bukit yang berada di atas DeLoano Glamping. Bisa terlihat jelas dari DeLoano karena di salah satu puncaknya terdapat menara gardu pandang berbentuk mirip tandon air yang terus dinyalakan lampu penerangannya. Secara lokasi, Bukit Ngisis ini berada di sudut utara Perkebunan Teh Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo. Sebuah perkebunan teh yang berada sangat dekat dengan DeLoano Glamping namun sudah masuk wilayah Kulonprogo, Yogyakarta.

Posisi Bukit Ngisis menghadap utara dan timur. Kecuali bila ingin pandangan yang lebih luas. Ada gardu pandang yang berada di puncak lebih tinggi. Gardu pandang tersebut memiliki akses pandang yang lebih luas namun jarang dikunjungi karena membutuhkan perjalanan mendaki tangga yang lebih terjal. Spot sunrise Bukit Ngisis yang sering dikunjungi cukup ditempuh dengan 20 menit jalan kaki atau dapat menggunakan Jip yang disediakan oleh DeLoano Glamping dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja.

Berjalan kaki dari DeLoano Glamping menuju Bukit Ngisis sedikit memacu adrenaline karena kita akan berjalan di jalan setapak lereng perbukitan yang sempit dan gelap. Untuk melewatinya kita perlu senter agar lebih aman. Cara ini saya pilih karena tidak ingin melewatkan matahari terbit. Mengingat Jip baru tersedia pukul 5.00 pagi bahkan lebih. Belum termasuk jika tamu sedang ramai. Tentu penggunaan Jip akan lebih ribet lagi soal urusan antrian, pikir saya.

Sampai di Bukit Ngisis saya langsung mencari spot untuk mengabadikan matahari terbit. Di Bukit Ngisis dapat terlihat jelas Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Sumbing serta tentu saja perbukitan Menoreh. Di Bukit Ngisis juga dapat terlihat Puncak Suroloyo, bahkan jika memakai lensa kamera tele, Candi Borobudur juga dapat terlihat dari Bukit Ngisis. Sayang, saat itu saya terkendala kabut. Jadi lensa kamera saya tidak bisa merekam landscape dengan jelas.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Warna sebelum matahari terbit dari Bukit Ngisis

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Matahari terbit di sela Gunung Merapi dan Merbabu
Begitu indahnya ciptaan Tuhan saat melihat rona jingga yang perlahan keluar di sela-sela Gunung Merapi dan Merbabu. Sejenak saya merasa mistis dengan pemandangan indah di Bukit Ngisis. Luar biasa!

Bukit Ngisis tidak hanya menampilkan keindahan matahari terbit. Di sana terdapat pula beberapa spot untuk berfoto yang ciamik. Tempat favorit pengunjung untuk menikmati keindahan alam adalah gazebo yang disediakan oleh pengelola. Sembari minum teh hangat di Bukit Ngisis adalah kenikmatan tersendiri. Apalagi karena kita juga dikelilingi oleh hamparan kebun teh yang luas sehingga momennya sangatlah pas.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Spot berfoto di Bukit Ngisis

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Spot berfoto menggunakan Jip di Bukit Ngisis
Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Bukit Ngisis dikelilingi oleh perkebunan teh yang indah
Wisatawan mulai berdatangan ke Bukit Ngisis saat menjelang matahari terbit. Tidak hanya wisatawan lokal namun juga mancanegara yang menginap di beberapa homestay di sekitar Kebun Teh Nglinggo maupun Loano. Bukit Ngisis menjadi favorit karena aksesnya dapat langsung ditempuh dengan Jip sehingga tidak perlu takut ketinggalan matahari terbit, kecuali jika mau berjalan kaki seperti saya, maka harus siap-siap bangun lebih pagi.

Taman Hutan Borobudur Highland

Saya kembali ke DeLoano Glamping dengan berjalan kaki (lagi), usai menikmati matahari terbit di Bukit Ngisis. Sampai di DeLoano Glamping, aktivitas tamu yang menginap mulai terlihat. Ada yang sarapan, ada yang berkeliling area DeLoano, ada yang sekedar bercengkerama di depan tenda masing-masing. Saya sendiri memutuskan untuk mengambil drip bag coffee yang sengaja saya bawa dari Yogyakarta.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Borobudur Highland
Walaupun berada di hutan, saya tetap harus ngopi berkualitas. Saya membawa drip bag coffee Arabica Toraja Awan dari sebuah kedai kopi di Yogyakarta. Saya akan menyeduhnya di taman hutan yang berada di samping DeLoano Glamping. Tempat tersebut terbuka untuk umum. Terdapat banyak spot untuk santai dan ada kedai kopi yang rencananya kelak akan buka disana.

Hal pertama yang saya lakukan untuk ngopi adalah request air panas. Kita dapat memintanya di pos penjagaan DeLoano Glamping tanpa dipungut biaya. Cukup bawa cangkir atau termos seperlunya agar tidak terlalu merepotkan pengelola.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Ngopi di Borobudur Highland
Taman hutan pinus yang ada tulisan Borobudur Highland berukuran besar ini adalah destinasi tersembunyi. Walaupun untuk umum, namun yang tahu hanya beberapa wisatawan saja. Mereka diantar kesini saat bermain Jip. Tempat ini digunakan sebagai tempat rehat dan berfoto karena ada beberapa spot untuk berfoto disini.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Pemandangan keren di Borobudur Highland

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Tempat bersantai para pengunjung Borobudur Highland


Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Bangunan berbentuk telur di Borobudur Highland

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Santai di hammock
Yang menarik adalah banyak hammock yang bisa kita gunakan untuk bersantai. Bangunan utama di tempat ini adalah sebuah rumah yang berbentuk telur raksasa. Saat itu saya belum bisa masuk ke dalamnya. Kemungkinan bangunan unik tersebut difungsikan sebagai ruangan edukasi atau perpustakaan.

Bangunan lain yang menonjol adalah sebuah kedai yang sementara ini belum dibuka secara resmi. Namun, kita bisa menggunakan kedai tersebut untuk bersantai karena meja dan kursi sudah di sediakan. Nah, di tempat tersebutlah saya menyeduh kopi. Rasanya sangat folk sekali, ngopi sembari menikmati hutan pinus yang sejuk.

Mandi, Sarapan, Sayonara

Menyesap kopi enak di hutan pinus dengan suasana folk adalah kenikmatan hakiki yang sangat mahal harganya. Matahari mulai meninggi, saya memutuskan kembali ke tenda untuk sarapan pagi. Sajian sarapan pagi di DeLoano Glamping saat itu adalah nasi goreng. Langsung diantarkan ke tenda masing-masing.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Menu sarapan di DeLoano Glamping
Menjelang siang mulai banyak pengunjung yang berdatangan. Tur Jip sengaja dilewatkan DeLoano Glamping agar wisatawan banyak tahu tentang destinasi glamping ini. Tetapi, walaupun banyak pengunjung yang datang. Privasi DeLoano Glamping tetap terjaga karena area tenda hanya boleh dimasuki oleh tamu yang menginap saja. Penjaga DeLoano selalu mengingatkan apabila ada pengunjung yang bukan tamu ingin melihat-lihat ke dalam.

Karena siang hari ada acara di Yogyakarta, selesai sarapan saya melakukan ritual mandi. Walaupun di daerah dingin, kita tak perlu khawatir karena DeLoano Glamping memiliki fasilitas shower air panas yang sistemnya sudah mutakhir.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Kamar mandi dengan shower air panas di DeLoano Glamping
Selesai melakukan ritual mandi saya bergegas kembali ke tenda untuk berkemas. Dan kemudian turun ke bawah memberitahukan penjaga bahwa saya sudah selesai menginap di DeLoano Glamping. Saya mengambil motor dan kembali ke Yogyakarta dengan bahagia. Dan, DeLoano Glamping sudah pasti saya masukan daftar tempat yang wajib dikunjungi kembali.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur

Sapaan ramah saat pamit mengantarkan saya pulang. Sampai jumpa, matur nuwun atas layanan terbaik dari DeLoano Glamping. Terima kasih karena mengenalkan wisata kemah milenial di dekat Borobudur dan Yogyakarta.

DeLoano Glamping
Sedayu, Loano, Purworejo, Jawa Tengah
Booking dan Info : 0811.265.4595
Instagram : @deloano_glamping



Wisata Sekitar DeLoano Glamorous Camping

Saya ke Bukit Ngisis, Kebun Teh Nglinggo dan Taman Hutan Pinus Borobudur Highland saja saat menginap di DeLoano Glamping, karena hanya menginap semalam. Nah, jika kamu memutuskan untuk menginap dengan durasi yang lebih lama. Berikut adalah destinasi wisata menarik di sekitar DeLoano Glamping yang bisa kamu kunjungi :

1. Kebun Teh Tritis

Selain Kebun Teh Nglinggo, di sekitar DeLoano Glamping juga ada kebun teh bernama Tritis. Jaraknya hanya 5 menit perjalanan dari DeLoano Glamping menggunakan Jip. Kebun teh ini relatif lebih sepi. Di sini kamu lebih bisa berfoto dengan nyaman tanpa takut "kebocoran" yang teramat sangat.

Kebun Teh Tritis ini tidak sebesar kebun teh Nglinggo. Justru karena tidak terlalu luas maka kamu bisa melakukan tea walking atau mengelilingi kebunnya sampai puas. Bila ingin merasakan teh, ada satu kedai di sini yang menjajakan teh hasil perkebunan di Tritis.

2. Desa Wisata Nglinggo

Nglinggo sebenarnya adalah sebuah desa wisata. Tidak hanya menjual pemandangan alam. Desa Wisata Nglinggo juga menghadirkan kesenian yang bisa ditampilkan bila kamu menginginkannya. Salah satu atraksi yang khas di desa wisata ini adalah tarian Lengger Topeng.

Selain atraksi kesenian, Desa Wisata Nglinggo juga menawarkan wisata kopi dan membuat kudapan dengan bahan baku gula aren. Kamu akan merasakan nikmatnya beberapa olahan yang menggunakan gula aren sebagai pelengkapnya.

3. Grojogan Watu Jonggol

Grojogan atau Air Terjun ini masih berada di Desa Wisata Nglinggo. Jaraknya tentu sangat dekat dengan DeLoano Glamping yang hanya bersebelahan dengan Desa Wisata Nglinggo.

Menuju kesini hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Namun, lelah berjalan dan menyusuri perkebunan akan hilang saat menemukan air terjun yang memiliki debit air yang melimpah ini. Warga sekitar yang ramah akan siap menuntun jalan bila kamu kesulitan mencari tempat ini.

4. Puncak Widosari

Setelah menikmati teh di Tritis, kamu bisa melanjutkan petualangan dengan melihat pemandangan perbukitan Menoreh melalui Puncak Widosari. Jaraknya hanya 5 menit dari Kebun Teh Tritis yang tentu saja hanya 10 menit saja jika kamu langsung gas dari DeLoano Glamping.

Puncak Widosari fasilitasnya sudah menunjang kenyamanan pengunjung. Ada tangga yang rapi dan di puncaknya sudah terdapat pagar yang melindungi pengunjung. Puncak Widosari masuk destinasi yang sangat wajib dikunjungi.

5. Puncak Suroloyo

Puncak Suroloyo adalah salah satu puncak tertinggi di perbukitan Menoreh. Saat pagi kita bisa merasakan seakan berada di atas awan karena bentuk puncak yang mengerucut. Di atas puncak terdapat bangunan teduh yang menambah kenyamanan pengunjung.

Puncak Suroloyo tidak hanya destinasi wisata alam namun juga budaya karena masyarakat percaya bahwa dulunya di tempat ini adalah bekas pertapaan Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam.

Puncak Suroloyo hanya 20 menit perjalanan menggunakan Jip atau kendaraan lainnya. Namun untuk ke puncak kita masih harus melanjutkan perjalanan dengan menaiki tangga. Tangga naik ke puncak Suroloyo sudah baik dan aman sehingga kita tidak perlu khawatir kesulitan untuk mencapai puncaknya.

6. Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat

Kalau kamu ingin merasakan otentiknya kopi asal perbukitan Menoreh. Kamu bisa datang ke Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat. Pak Rohmat menyeduh kopinya mulai pukul 08.00 pagi hingga sore hari.

Kamu bisa menikmati kopi lanang, yang menjadi ciri khas dari Kedai Kopi Pak Rohmat atau bisa coba juga kopi luwak Menoreh yang harganya sangat terjangkau. Harga secangkir kopi Pak Rohmat memang sangat terjangkau karena Pak Rohmat memanen biji kopi dari kebunnya sendiri.

Pak Rohmat juga menawarkan paket hemat untuk para pengunjung yang datang. Paket hemat ini adalah sajian kopi ditambah aneka cemilan berupa kacang rebus, ketela rebus, tahu goreng tepung dan geblek khas Kulonprogo yang gurih. Semua itu disajikan jadi satu di nampan bambu yang unik dengan tambahan pilihan toping gula aren dan lain-lain.

Waktu tempuh menuju kedai kopi Pak Rohmat adalah 45 menit. Perjalanan menuju ke kedai kopi Pak Rohmat akan disuguhi pemandangan alam, dan sapaan hangat masyarakat. Kedai kopi Pak Rohmat adalah destinasi kuliner yang wajib di datangi saat di wilayah Menoreh.

Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur
Sajian di Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat
7. Kebun dan Omah Kopi Suroloyo

Bila kedai kopi Pak Rohmat dirasa terlalu jauh. Ada pula Kebun dan Omah Kopi Suroloyo yang bisa kamu coba dengan waktu tempuh hanya 25 menit saja dari DeLoano Glamping. Malah, di sini kamu bisa sekalian mampir ke destinasi wisata Puncak Suroloyo karena lokasinya berdekatan.

Kebun dan Omah Kopi Suroloyo memiliki pemandangan sekitar yang menarik karena berada di lereng perbukitan yang ditanami pohon kopi robusta khas Menoreh. Sembari menyesap, kita dapat menikmati landscape perbukitan Menoreh.

8. Pasar Digital Menoreh

Kalau ingin menjajal kuliner yang beragam di sekitar DeLoano Glamping, enaknya kemana? Nah, kamu bisa coba mengunjungi Pasar Digital Menoreh yang mulai buka jam 13.00 siang setiap hari Minggu.

Waktu tempuh dari DeLoano Glamping hanya sekitar 20 menit saja. Karena buka siang dan berada di jalur menuju Yogyakarta, kamu bisa datang ke Pasar Digital Menoreh ini setelah check out dari DeLoano Glamping.

Ada banyak kudapan dan kerajinan yang ditawarkan di Pasar Digital Menoreh ini. Karena berada di satu tempat maka kamu bisa menghemat waktu untuk menjelajahi kekhasan dari daerah sekitar perbukitan Menoreh.

9. Candi Borobudur

Destinasi yang bisa kamu kunjungi bila menginap di DeLoano Glamping adalah tentu saja Candi Borobudur. Apalagi DeLoano Glamping sendiri masuk dalam zona Badan Otorita Borobudur (BOB) sehingga kedepannya akan banyak paket wisata yang mengkolaborasikan Candi Borobudur dan DeLoano Glamping.

Hanya membutuhkan waktu 45 menit saja perjalanan dari DeLoano Glamping menuju Candi Borobudur. Kamu juga bisa mampir ke destinasi wisata sekitar Borobudur seperti Puthuk Setumbu, Gereja Ayam, Kuliner Beong dan lain sebagainya.

***

Kiranya tidak perlu ragu lagi untuk menjajal wisata kemah milenial di DeLoano Glamping. Selain fasilitas lengkap, lokasi DeLoano Glamping sangat strategis dengan puluhan destinasi menarik disekitarnya yang bisa dikunjungi. Yuk, segera atur itinerary dengan DeLoano Glamping sebagai akomodasi penginapannya.

Share this

Content Creator, Fujifilm X-Series Enthusiast, Founder @nyetritbareng Indonesia, Iseng Motret di @purapurangopi

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
2 Agustus 2019 11.38 delete

Wah itu yang harga VIP, tidak terjangkau olehku. Kalau kesana saya ingin yang harga PROMO sajalah.
Saya dari dulu suka camping. Dengan adanya wisata Glaming pastinya bisa mengobati rasa rindu. tidur ditenda.

Reply
avatar
2 Agustus 2019 18.00 delete

wah ini glampingnya lebih bagus dari pada yg di glamping bandung yg ada kapal pinisinya itu..

Reply
avatar
2 Agustus 2019 18.18 delete

Wah Selalu Ngiler klau liat, berwisata di alam terbuka,

Nie kyaknya cocok yang seneng berpetualang tapi nggak mau repot, tapi kalau fasilitas sudah di sediakan rasanya sedikit kurang menantang hehe

Reply
avatar
3 Agustus 2019 02.34 delete

wah indahnya viewnya dan nyaman tempatnya jd mau ke sana ah

Reply
avatar
4 Agustus 2019 01.38 delete

Suer, ini lebih keren dari Glamping lain yang pernah saya baca/lihat

Promo 150K, dapat makan.
Gokillll

Reply
avatar
15 Agustus 2019 15.04 delete

Wiiih mantep, makasih reviewnya sangat menarik..

Reply
avatar
20 Agustus 2019 21.44 delete

wah sangat cocok sekali untuk yang pengen bobok bareng nih mas..kwkwkw
makasih infonya dan rekomendasinya mas ardian

Reply
avatar