Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani

2/29/2020
Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani
Bu Yani dengan produk UKM miliknya
Masing ingat tidak, kakek dan nenek waktu kita kecil dulu sering menghangatkan diri dengan minyak racikan sendiri. Saya ingat, waktu saya dulu terjatuh saat bermain, sering diberi minyak urut yang baunya sangat menusuk hidung. Namun, khasiat minyak tersebut begitu ampuh untuk segera meredam rasa sakit. Ciri khas selain bau menyengat yang saya ingat betul adalah minyak tersebut sangat hangat. Hangatnya bisa bertahan cukup lama.

Maklum, di usia saya yang sudah lewat kepala tiga ini tentu sering bermesraan dengan balsam atau minyak urut. Biasanya, terkena cuaca yang panas menyengat lalu tiba-tiba hujan deras seperti di Yogyakarta saat ini akan membuat kekebalan tubuh terganggu. Apalagi saat saya beberapa saat ini sangat intim dengan pulang malam. Alhasil, setiap pulang saya kerap meminta istri untuk membalsam punggung saya yang pegalnya bukan main.

Balsam dengan merek yang sudah mainstream sering saya pakai. Walaupun mengecewakan karena hangatnya kurang terasa, paling tidak cukup membantu tubuh mengurangi lelah. Sebenarnya saya sangat memendam kekecewaan dengan balsam merek mainstream yang sering saya pakai. Balsam tersebut kurang hangat, dan kalau kena air atau keringat malah rasanya menjadi dingin.

Berkunjung di Pameran Produk Lokal UKM dengan tema UKM Great Sale pada 28-29 Februari 2020 yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIT di Lapangan Sewandanan Pakualaman Yogyakarta memberikan saya kejutan menarik. Ada satu UKM yang memikat kuat rasa keingintahuan saya. UKM tersebut tersebut memasang spanduk dengan judul Stand Pijat Akupresur "Jari Kuat". "Lah, produknya apaan nih", batin saya.

Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani
Pameran Produk Lokal UKM bertema UKM Great Sale di Lap. Sewandanan Pakualaman Yogyakarta

Melihat beberapa pengunjung yang asik menikmati pijat menggerakan langkah kaki ke stand yang tidak terlihat dipojokan bawah rindangnya pohon beringin lapangan Sewandanan Pakualaman. Terlihat seorang ibu-ibu yang duduk sembari menata beberapa botol berukuran kecil berwarna hijau.

"Permisi Bu, boleh ngobrol sebentar", pinta saya kepada ibu tersebut seraya memperkenalkan diri. Ibu tersebut kemudian juga mengenalkan diri dengan nama Bu Yani. Beliau adalah pengurus tunggal stand pijat yang saya katakan tadi. 

Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani

Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani
Pengunjung di Stand Pijat Akupresur "Jari Kuat"

Melihat botol-botol kecil yang ditata Bu Yani, saya pun tertarik untuk melihatnya. "Boleh lihat produknya Bu?" pinta saya kepada beliau. Beliau mengiyakan keingintahuan saya. Mata saya lalu berbinar melihat tulisan Minyak Pijat Urut Rempah "Bu Yani". Seakan kurang saya meminta sebuah permintaan lagi kepada beliau. "Boleh saya buka Bu?" lanjut saya. "Silakan mas, dicoba juga", jawab Bu Yani.

Saya merasakan memori masa kecil dengan kakek dan nenek tiba-tiba datang kembali saat menghirup aroma rempah minyak racikan Bu Yani. "Itu dominan sereh mas" kata Bu Yani. Benar, aroma sereh yang sering hanya bisa rasakan dalam parfum atau minuman saya temukan dalam botol kecil milik Bu Yani. "Wah ini untuk pijat Bu?" tanya saya terus menerus. "Iya, ini bisa untuk pijat bahkan bisa untuk meredakan sakit gigi mas" jawab Bu Yani.

"Bagaimana caranya Bu?" tanya saya kembali. Kebetulan selain sering masuk angin, sakit gigi adalah momok yang sering saya jumpai. "Tinggal ditaruh kapas lalu tempelkan di gigi yang bolong" jawab Bu Yani. Wow, saya belum bisa membayangkannya.

"Apa tidak lengket Bu? saya semakin penasaran. "Tidak mas, minyak racikan saya tidak lengket" kata Bu Yani. Saya kemudian membuktikan dengan mengoleskannya di tangan. Benar kata Bu Yani, minyak racikannya tidak lengket seperti balsam merek mainstream yang sering saya pakai. Dengan kondisi yang tidak lengket, saya masih nyaman berada di teriknya matahari yang menyinari lapangan Sewandanan waktu itu.

Bu Yani kemudian menceritakan kisahnya yang sudah memijat sejak 1996. Berawal dari keresahan karena selalu membeli minyak yang menurut beliau tidak cocok dengan teknik pijatnya, beliau kemudian mempelajari cara membuat minyak pijat sendiri yang kemudian menghasilkan produknya, -Minyak Pijat Urut Rempah "Bu Yani" pada tahun 2008.

Beliau selama ini hanya promosi dari mulut ke mulut melalui pelanggan pijatnya. Karena sering memijat di beberapa hotel, banyak turis mancanegara yang suka dengan produk minyak pijatnya. "Ada Kamboja, Belanda, India, Jerman, Malaysia yang bawa pulang produk saya ke negaranya karena mereka suka mas" kata Bu Yani.

"Kalau pemasaran online cuma grup WhatsApp mas, namun pengirimannya rata-rata ke luar Jawa" Bu Yani menambahi. Saya kaget dengan pernyataan Bu Yani karena minyak yang tampilannya sangat sederhana ini ternyata begitu diminati oleh bukan warga Yogyakarta sendiri.

Bu Yani menjelaskan ada 3 (tiga) produk yang dimiliki. Walaupun kemasannya sama beliau membagi 3 (tiga) produknya dengan jenis kategori yakni Hangat, Panas, dan Sangat Panas. Saya lihat memang bentuk botolnya sama. Saya sendiri memaklumi karena UKM kecil seperti Bu Yani ini pasti tidak memiliki sumber daya pengemasan yang mumpuni. Namun bagi saya yang sudah merasakan minyak ini tentu itu tidak masalah. 

Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani
Ada 3 (tiga) jenis minyak pijat urut rempah racikan Bu Yani, namun bentuk pengemasannya sama

Pertama saya mencoba minyak kategori Hangat, bagi saya kurang. Lalu saya mencoba minyak kategori Panas, nah ini baru lumayan. Biar afdol saya mencoba juga minyak kategori Sangat Panas juga. Yang terakhir cukup panas bagi saya. Saya rasa kategori Hangat atau Panas sudah cukup. Minyak kategori Sangat Panas mungkin cocok untuk kelas atlit.

Mengenai bahan yang digunakan. Minyak Pijat Urut Rempah Bu Yani ini terbuat dari 15 macam ramuan yang berkhasiat. Satu-satunya bahan yang tidak ada adalah menthol. Karena kalau pakai menthol, panas tidak akan awet. Untuk harga, Bu Yani membanderol minyaknya dengan harga Rp18.000 untuk Minyak Hangat, Rp20.000 untuk Minyak Panas dan Rp22.000 untuk minyak Sangat Panas.

Bagi kamu "sobat pegal" yang penasaran dan ingin mencoba minyak pijat racikan Bu Yani, kamu bisa pesan melalui nomor 081-794-270-87. Semisal ingin merasakan pijat Bu Yani, kamu dapat menjumpai beliau di rumahnya yang berada di bilangan Timoho, Kota Yogyakarta. Bila dekat dengan rumahnya, beliau juga bisa dipanggil untuk memijatmu dirumah.

Saya berharap UKM seperti Bu Yani ini terus ada. Karena produk minyak seperti Bu Yani yang sangat Indonesia ini mulai jarang. Kita harus menanamkan cinta pada produk lokal. Tanpa basa-basi saya mengemas beberapa botol untuk dibawa pulang sebagai pengganti balsam merek mainstream yang selama ini saya pakai. Saya ingin seperti Bapak Joyo Hadikusumo, yang kata Bu Yani adalah pelangganan setianya.

Harapan saya yang lain, semoga saja Dinas Koperasi dan UKM DIY berkenan untuk mensosialisasi UKM dan siapa tahu membantu UKM seperti Bu Yani dalam hal pengemasan produk agar tampil lebih menarik. Kalau saya, hanya bisa mempromosikan produk Bu Yani melalui tulisan ini.

"Saya pamit dulu mau tampil di panggung ya mas" kata Bu Yani mengakhiri.

"Siap Bu" balas saya.

Mari nanti malam menghangatkan diri dengan racikan (minyak pijat) Bu Yani.

Menghangatkan Diri Dengan Racikan Bu Yani
Bu Yani on the stage

Share this

Content Creator, Founder @nyetritbareng, Admin @kopi.web.id, 5th Place Winner APWI Kemenpar 2018 & 4th Place Winner APWI Kemenpar 2019.

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
29 Februari 2020 22.52 delete

Wah, aku pas ke situ kayaknya pas ngga buka ibunya, sobat pegal ngga jadi nyobain minyak urut beliau deh

Reply
avatar
2 Maret 2020 08.21 delete

Maren juga pengen coba langsung karena buka stand pijat bayar seikhlasnya tp antrinya panjang

Reply
avatar

Add your comment EmoticonEmoticon