Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

12/06/2017
Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Sempat vakum beberapa bulan, Pasar Papringan akhirnya hadir kembali. Namun kali ini bukan lagi berada di lokasi Pasar Papringan terdahulu yang berada di desa Caruban, Kandangan, Temanggung. Pasar Papringan kini berada di dusun Ngadiprono, desa Ngadimulyo, kecamatan Kedu, kabupaten Temanggung dengan suasana baru namun tetap khas dengan pring atau bambunya.

Pasar Papringan kini secara resmi bernama Pasar Papringan Ngadiprono, mengikuti nama dusun tempat sekarang pasar tersebut digelar. Kondisi pasar lebih luas dengan rimbun bambu yang lebih rimbun daripada Pasar Papringan terdahulu kata beberapa pengunjung yang telah datang baik ke Pasar Papringan Kandangan maupun Pasar Papringan Ngadiprono.

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Pasar Papringan Ngadiprono juga berbeda. Kalau dulu dilaksanakan setiap hari minggu wage saja. Kini Pasar Papringan digelar setiap minggu wage dan minggu pon sehingga dalam satu bulan dapat digelar sebanyak dua kali. Ini dimaksudkan agar pedagang pasar dapat lebih bertemu dan mengakomodir pengunjung yang membludak jika hanya dilakukan sebulan sekali.

Selain beberapa hal yang berbeda. Pasar Papringan Ngadiprono juga mengusung konsep tempat edukasi bagi warga masyarakat sekitar. Di Pasar Papringan Ngadiprono terdapat tempat khusus untuk anak-anak bermain seperti kolam, lapangan, dan beberapa permainan anak yang juga dibuat khusus dengan bahan bambu. Untuk pusat edukasinya sendiri terdapat gerobak pustaka yang berisi buku-buku anak-anak.

Saya sendiri baru pertama kali berkunjung ke Pasar Papringan. Saya tidak sempat merasakan Pasar Papringan yang terdahulu. Pasar Papringan ini berada cukup jauh dari jalan utama. Jalannya asik karena melewati persawahan. Saran kalau kesini cukup menggunakan kendaraan roda dua saja karena lokasi parkir cukup padat.

Masuk ke Pasar Papringan saya harus melewati lorong panjang kebun bambu. Suasananya sejuk. Mengingatkan saya akan kenangan masa kecil yang suka bermain di rimbunnya bambu. Yang padahal rimbun bambu biasanya identik dengan lokasi dekat dengan makam. Benar saja, Pasar Papringan Ngadiprono ternyata sangat dekat dengan komplek pemakaman desa. Bolehlah kesini sekalian nyekar.

Memasuki gerbang masuk saya harus menukarkan sejumlah uang dulu dengan mata uang bambu yang wajib digunakan untuk berbelanja di Pasar Papringan. Kalau dulu nominal yang bisa kita tukar adalah 1 pring atau mata uang bambu untuk nominal seribu rupiah, 5 pring untuk lima ribu rupiah dan 10 pring untuk sepuluh ribu rupiah. Di Pasar Papringan Ngadiprono diubah menjadi 1 pring saja yang nilainya sama dengan dua ribu rupiah.

Lembar rupiah saya tukar dengan beberapa keping uang pring untuk bersiap hunting jajanan pasar. Saya bingung sendiri saat berada di "lapangan". Ternyata jajanan di Pasar Papringan begitu beragam. Beberapa diantaranya membuat saya bernostalgia dengan perjalanan saya beberapa waktu silam seperti Bajingan. Bajingan ini panganan khas Jawa Tengah dengan bahan baku singkong rebus yang dilumuri nira (gula kelapa).

Ada juga Wedhang Tape yang menjadi favorit salah satu peserta Visit Blogger dan Media Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, acara selama beberapa hari saya ikuti. Peserta tersebut berasal dari mancanegara, menganggap rasa tape sangat mirip alkohol. Tentu saja dia sangat menyukainya.

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Selain jajanan, beberapa tempat yang ramai dikunjungi adalah lokasi kerajinan bambu. Yang paling diburu adalah kipas angin bambu yang unik. Ada juga spot tukang pijat di Pasar Papringan untuk mengurangi lelah perjalanan. Dan yang baru adalah spot River Tubing yang dapat dicoba oleh pengunjung dengan minimal peserta lima orang.

Rute river tubing mengarungi sungai dengan durasi selama 1,5 jam. Untuk spot paling favorit saya adalah penjaja kopi lur! Arabika Temanggung sangat enak, namun perlu juga mencoba Robusta khas Ngadiprono sendiri. Harganya cuman 5 pring saja alias 10 ribu rupiah. Murah!

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung, Pasar Unik di Hutan Bambu

Bagi yang penasaran, silakan datang langsung ke Pasar Papringan Ngadiprono ini .Review dari saya, suasana OK, jajanan SIP, dan lokasi FOTOGENIC. Hanya satu catatan saya, harap bersabar untuk mencari lokasi parkir. Saran saya seperti di awal, gunakan kendaraan roda dua untuk akses perjalanan yang lebih baik. Ayo, visit Jawa Tengah!
NB: Pasar Papringan Ngadiprono hadir setiap Minggu Wage dan Minggu Pon mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Apabila bingung dengan jadwal hadirnya Pasar Papringan, kalian bisa melihat update jadwal tersebut melalui instagram @pasarpapringan. Pasar Papringan Ngadiprono terdekat adalah besok Minggu, 10 Desember 2017.

Share this

Seorang Travel Blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

9 komentar

Write komentar
6 Desember 2017 15.19 delete

Nah ini keren bgt, pasar yg unik

Reply
avatar
6 Desember 2017 15.59 delete

Mata uangnya unik, 1 pring 2 rb. Wujudnya seperti apa mas Ardian. Dari bambu gitu ya...

Reply
avatar
6 Desember 2017 17.27 delete

Wah keren banget ini konsepnya. Udah lama yg penyelenggaraanny? Asli mantab.

Reply
avatar
6 Desember 2017 18.35 delete

Unik ya pasarnya
kesannya seperti tempo doeloe gitu

Reply
avatar
7 Desember 2017 10.05 delete

sedang saya cari hehe, kemarin sempat membawa beberapa pring untuk souvenir dirumah.. belum sempat kefoto..

Reply
avatar
7 Desember 2017 10.06 delete

Untuk Pasar Papringan sendiri sudah dua tahun.. kalau di Ngadiprono mungkin sekitar 6 bulanan

Reply
avatar
7 Desember 2017 10.06 delete

Bener banget, jadoelnya kerasa

Reply
avatar
14 Desember 2017 23.07 delete

Seru sekali sepertinya ya ada pasar di tengah bebambuan.. Baru tahu juga ada kuliner dengan nama 'bajingan' :)

Reply
avatar