Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

11/07/2018
Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Masih ingat beberapa tahun yang lalu saat masih duduk di bangku SMA, saya menjelajahi daerah Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul. Saat itu sangat jarang orang untuk pergi ke tempat yang sepi tersebut kecuali bagi yang sengaja ingin membolos sekolah -termasuk kadang ya saya ini.

Daerah Mangunan terbilang sepi. Masyarakat di desa-desa sekitarnya memang hidup dalam nuansa sederhana atau ndeso yang sangat kental. Rata-rata pemudanya bekerja merantau ke kota Jogjakarta dengan naik colt bus sampai kecamatan Dlingo atau terminal makam Raja - Imogiri, yang kemudian berganti dengan moda transportasi lain seperti bus dan sepeda onthel yang dititipkan dekat terminal.

Tahun demi tahun berlalu, Mangunan mulai dikenal wisatawan yang haus dengan hal yang baru. Media sosial Friendster yang kemudian diikuti oleh Facebook di medio tahun 2008an mulai mengenalkan Mangunan sebagai daerah dengan tujuan wisata yang berbeda di kabupaten Bantul.

Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus menjadi andalan kala itu. Khusus untuk Hutan Pinus, tempat ini menjadi sangat cepat terkenal karena foto-foto yang tersebar digital di beranda media sosial Facebook. Satu demi satu unggahan digital semakin membuat destinasi yang dulunya sepi menjadi ramai. Geliat masyarakat Mangunan mulai tersadar untuk berdikari membangun wisata di desanya.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Beberapa destinasi yang terkenal melalui unggahan digital kemudian mulai bermunculan di banyak tempat tak terduga di Jogjakarta. Kebanyakan berada di desa-desa yang dulunya sepi. Kehadiran media sosial yang beragam menambah kencangnya sebuah destinasi menjadi terkenal. Jaman sekarang siapa sih yang tidak memiliki Instagram, Twitter dan Facebook bagi yang mengaku kekinian?

Banyak destinasi (yang terkenal secara) digital di Jogjakarta. Namun saya mencatat ada 6 (enam) destinasi digital yang memang sengaja dikelola oleh Generasi Pesona Indonesia -komunitas relawan wisata bentukan Kementerian Pariwisata. Ke-6 (enam) destinasi digital tersebut uniknya dapat dijelajahi dalam waktu sehari saja.

Saya memutuskan untuk menelusuri ke-6 (enam) destinasi digital tersebut dalam waktu sehari. Sehari disini dihitung selama 24 jam, dimulai dari hari Sabtu sore dan berakhir pada Minggu sore untuk memuaskan hasrat berwisata di akhir pekan. Nah, dimana sajakah Destinasi Digital tersebut? Ini dia:

1. Pasar Laguna Depok


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Perjalanan pertama saya dimulai dari kawasan Pantai Depok, Kabupaten Bantul. Tepatnya di sebuah Laguna yang berada tidak jauh dari pasar ikan Pantai Depok. Kenapa saya memilih tempat ini untuk memulai perjalanan saya menjelajahi destinasi digital? Karena Pasar Laguna Depok ini buka pada sore hari dan berada di tempat yang tepat untuk menikmati romantisme matahari terbenam.

Pasar Laguna dulu awalnya lokasi favorit bagi para pemancing ikan. Kini dengan adanya Pasar Laguna, tempat ini menjadi lebih beratraksi dengan beberapa perahu yang disediakan untuk menunjang wisata Laguna. Banyak wisatawan memanfaatkan perahu untuk keliling mengitari Laguna yang cukup luas.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Tenant kuliner yang beragam menambah fasilitas pengunjung yang datang. Semuanya dibuat unik dengan pengelolaan Pasar Digital yang selalu wajib menggunakan "uang unik" di setiap aktivitas jual-belinya. Kalian dapat mencicipi beberapa kudapan khas Bantul yang disajikan seperti Bakmi Lethek yang dibuat dengan bantuan tenaga sapi itu.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Pasar Laguna Depok ini adalah awal perjalanan. Selanjutnya saya beristirahat pulang ke tempat menginap untuk beristirahat agar bugar menjelajah keesokan harinya. Kalian dapat beristirahat di desa wisata seputar Imogiri, Bantul karena destinasi digital selanjutnya tidak jauh dari sana.

Pasar Laguna Depok, Kretek, Bantul
Setiap Sabtu
Pukul 15:00 - 18:00 WIB

2. Pasar Kaki Langit Mangunan


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Bangun pagi di desa wisata mendengarkan kicau burung yang hinggap pada rimbunan pepohonan pasti menentramkan jiwa. Atau, kita punya agenda bertualang untuk mencari kabut pagi, menjelajah negeri di atas awan? Tentu saja hanya Bantul juaranya.

Tepatnya di daerah Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul. Daerah yang saya bilang awalnya sepi tersebut kini telah ramai karena unggahan berbagai foto menarik di beranda, feed atau timeline para warga kekinian.

Kebun Buah Mangunan, Bukit Panguk, Hutan Pinus dan lain sebagainya menjadikan Mangunan terdepan soal petualangan pagi hari yang mengasikan. Tak perlu menjadi seorang profesional untuk menghasilkan rekam gambar yang ciamik, Mangunan memberikan pesonanya untuk menunjang itu semua.

Namun tak sempurna jika Mangunan tidak ada tempat khusus untuk menunjang rasa lapar akan kudapan atau hidangan sarapan baik sebelum atau sesudah bertualang. Maka, hadirlah Pasar Kaki Langit. Pasar Digital bentukan Generasi Pesona Indonesia cabang Jogjakarta.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Pasar Kaki Langit hadir di sabtu dan minggu, dua kali seminggu. Di hari banyak-banyaknya wisatawan mengunjungi Mangunan. Saya memilih Pasar Kaki Langit untuk memulai hari setelah sore hari sebelumnya menikmati matahari terbenam di Pasar Laguna Depok. Saya ke Pasar Kaki Langit untuk hunting sarapan.

Banyak pilihan sarapan khas Bantul di Pasar Kaki Langit. Dan tentu saja sebelum bertransaksi, tukar dulu uang rupiah kalian pada petugas. Kalian boleh menukarkan berapapun rupiah kalian dan tak usah khawatir soal hitung-hitungan karena sisa koin kayu bisa ditukarkan kembali ke rupiah. Atau kalau mau dijadikan souvenir uang koin kayunya? Itu sangat boleh sekali.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Di Pasar Kaki Langit, selain bisa menikmati hidangan yang ada -saya saat itu memilih Gudeg Manggar, kalian dapat menikmati sajian kesenian yang dihadirkan dan bahkan kalian dapat berpartisipasi di kesenian yang ditampilkan seperti memainkan Gejog Lesung bersama.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Oh iya, saya juga pernah membahas Pasar Kaki Langit bersama dengan CNN Indonesia dalam program Inside Indonesia. Tayangannya berjudul "Menjajal Destinasi Digital". Silakan lihat tayangannya di bawah ini:


Pasar Kaki Langit, Mangunan, Dlingo, Bantul
Setiap Sabtu dan Minggu
Pukul 06:00 - 12:00 WIB

3. Sentra Bambu Muntuk


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Puas memuaskan perut di Pasar Kaki Langit, perjalanan menjelajah kita lanjutkan ke Sentra Bambu Muntuk. Lokasi ini tidak jauh dari Pasar Kaki Langit, hanya sekitar 5-10 menit perjalanan saja.

Sentra Bambu Muntuk ini berada di timur kawasan Hutan Pinus Mangunan. Di sentra yang juga nama sebuah desa ini banyak tumbuh pohon bambu. Masyarakat desanya yang kreatif mengolah bambu-bambu tersebut menjadi berbagai kerajinan hingga hasil karyanya dapat diekspor sampai mancanegara.

Salah satu showroom kerajinan bambu yang sangat mudah kita temui adalah milik Bapak Teguh yang kebetulan berada di pinggir Jalan Imogiri - Dlingo yang strategis. Di showroom-nya Bapak Teguh memajang beberapa hasil kerajinan bambu yang sebenarnya merupakan barang sehari-hari yang sering kita gunakan.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Namun banyak pula dari hasil kerajinan bambu karya Bapak Teguh ini yang unik seperti lampu hias gantung atau kipas angin.

Saat saya datang, Bapak Teguh tengah menyiapkan beberapa produk kerajinan yang dipesan dari luar negeri. "Ini akan saya kirim ke Malaysia", kata Bapak Teguh.

Pikir saya luar biasa desa ini. Pantas saja Sentra Bambu Muntuk termasuk dalam wakil Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bersaing di Anugerah Pesona Indonesia 2018. Kalau masa vote belum habis, saya sarankan untuk vote Sentra Bambu Muntuk ini.

Sentra Bambu Muntuk, Dlingo, Bantul
Buka Setiap Hari

4. Pasar Ngingrong


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Puas memilih-milih kerajinan bambu untuk perabotan di rumah, perjalanan saya lanjutkan untuk destinasi digital selanjutnya. Tujuan selanjutnya adalah Pasar Ngingrong.

Pasar Ngingrong berada di persimpangan jalan besar menuju pantai-pantai di Gunungkidul tepatnya Jalan Baron Km. 6, Mulo, Gunungkidul. Lokasinya sangat strategis karena dekat pula dengan Etalase Taman Batu.

Ngingrong termasuk daerah wisata minat khusus karena sebenarnya Ngingrong adalah sebuah Geosite yang memiliki Goa yang dapat dijelajahi apabila ingin memacu adrenaline. Selain itu kalian juga dapat menjajal flying fox melintasi lembah yang cukup dalam. Saya jamin Pasar Ngingrong ini dapat memuaskan hasrat adrenaline kalian.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Perjalanan dari Sentra Bambu Muntuk ke Pasar Ngingrong membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Saya melewati jalur alternatif Dlingo kemudian Playen dan tembus ke Jalan Baron.

Karena waktu yang tidak singkat dan tidak pula lama, di Pasar Ngingrong saya hanya mencari kudapan pelepas dahaga. Selepas menukar uang rupiah ke uang koin kayu yang menjadi ciri khas pasar digital saya langsung menuju seorang ibu penjual es cendol.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

"Ini 4 saja mas", kata si Ibu penjual. Waduh saya lupa menukar koin dengan nominal genap. "Ya sudah Bu, kembaliannya ndak usah nggak apa-apa", sahut saya. Eh, malah si Ibu memberikan saya bonus tape ketan. "Ini tak kasih tape saja ya mas", kata si Ibu dengan senyumannya.

Di bangunan gazebo bambu, ditemani angin sepoi-sepoi menambah kesejukan saya menikmati es cendol dan tape ketan berbungkus daun jati hasil hunting di Pasar Ngingrong. Di sini saya memutuskan untuk bersantai, karena memang konsep Pasar Ngingrong ini adalah transit bagi wisatawan yang berkunjung di pantai-pantai Gunungkidul.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Saya sempat bertemu pula dengan Arif, koordinator yang mengelola Pasar Ngingrong. Kata dia, Pasar Ngingrong cukup pesat dalam pembangunannya. Pasar Ngingrong bahkan memiliki kamar kecil dengan standar internasional. Pasar Ngingrong juga adalah pasar digital ke-2 yang diresmikan di Jogjakarta. Luar biasa.


Pasar Ngingrong, Mulo, Gunungkidul
Setiap Sabtu dan Minggu
Pukul 06:00 - 12:00 WIB

5. Pasar Telaga Jonge


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Walaupun katanya tempat ini mblusuk, saya tetap akan mencarinya. Kebetulan pula perut sudah mulai lapar karena matahari sudah diatas kepala.

Selesai berleha-leha di Pasar Ngingrong saya melanjutkan jelajah destinasi digital menuju Pasar Telaga Jonge yang jaraknya tidak terlalu jauh. Perjalanan hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja.

Pasar Telaga Jonge mulai buka pukul 13:00 siang sampai 17:00 sore. Di Pasar Jonge ini walaupun mulai buka siang namun tempatnya sangat sejuk dan membikin ngantuk. Pasar Telaga Jonge berdiri dibawah rimbunan pohon tinggi yang berada di pinggir telaga/danau. Kalian bisa membayangkan betapa sejuknya tempat ini.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Di Pasar Telaga Jonge tentu saja (masih) harus menukarkan uang rupiah dengan uang "unik". Kalau sebelumnya koin kayu, di Pasar Telaga Jonge ini saya mendapatkan uang bambu. Uang bambu ini mirip dengan Pasar Parpingan yang berada di Temanggung.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Karena perut sudah lapar, uang pring langsung saya tukarkan dengan semangkuk soto ayam yang kuahnya masih panas karena baru selesai disiapkan dan beberapa tusuk sate jamur. Untuk minumannya, biar badan semakin segar saya pilih wedhang bajigur.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Pasar Telaga Jonge memang sedikit mblusuk, namun jangan patah semangat untuk mencari pasar ini karena bak menemukan oase saat kalian sampai di tempat ini. Selain dapat menikmati sajian kudapan dan pangan. Di Pasar Telaga Jonge kalian dapat pula bermain air dengan perahu motor yang disediakan.

Pasar Telaga Jonge, Semanu, Gunungkidul
Buka Sabtu dan Minggu
Pukul 13:00 - 17:00

6. Watu Tapak


Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Puas makan siang dan bersantai di sejuknya Pasar Telaga Jonge. Saya melanjutkan penjelajahan dengan arah pulang ke kota Jogjakarta. Sebelum pulang, ada satu destinasi digital yang akan saya kunjungi untuk menutup sehari menjelajah enak destinasi digital di Jogjakarta. Sekedar info, destinasi terakhir ini baru launching sebulan (Oktober 2018) yang lalu.

Masih berada di kawasan Tebing Breksi Sleman, Watu Tapak menjadi pembeda karena menawarkan sensasi camping di kawasan Tebing Breksi. Tebing Breksi kita tahu adalah kawasan untuk berfoto dengan latar belakang landscape kota Jogjakarta dan sekitarnya dari ketinggian. Dinamakan Watu Tapak karena memiliki desain tangga batu yang bertapak-tapak menghadap utara dan barat.

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja

Watu Tapak menjadi semakin beda karena bukan hanya menawarkan camping ground yang unik. Tetapi juga menawarkan pasar yang benar-benar digital. Pada event tertentu, Watu Tapak menyediakan pasar yang dijajakan oleh masyarakat sekitar dan food truck yang sistem pembayarannya menggunakan uang elektronik.

Watu Tapak menjadi akhir penjelajahan destinasi digital di Jogjakarta. Dari menikmati matahari terbenam di Pasar Laguna Depok, diakhiri dengan menikmati matahari terbenam di Watu Tapak. Ingat, karena akhir pekan, perjalanan dari Pasar Telaga Jonge menuju Watu Tapak membutuhkan waktu minimal 1 jam dengan catatan arus lalu lintas yang lancar. Jangan sampai tertinggal sunset yang indah disini ya!

Watu Tapak Camphill, Kawasan Tebing Breksi, Sleman
Buka Setiap Hari
Pukul 08:00 - 17:00 WIB
24 Jam untuk Camping

***

Seperti itulah cara saya menjelajahi 6 (enam) destinasi digital di Jogjakarta dalam waktu sehari saja. Sebenarnya ada 7 (tujuh) destinasi digital di Jogjakarta. Yang belum dapat kita kunjungi adalah Pasar Nglanggeran karena pasar tersebut masih dalam proses. Bagi kalian yang berencana datang ke Jogjakarta. Tunggu apalagi, menjelajahi destinasi digital tak hanya sekedar jalan-jalan tapi juga bisa menikmati kuliner khas Jogjakarta asal seperti gudeg manggar, bakmi lethek, wedhang bajigur dan lain sebagainya.

Tabik.

Share this

Seorang blogger yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta. Hobi jalan-jalan di akhir pekan, makan-makan enak dan terkadang olahraga bersepeda agar hidup seimbang.

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »